Berita Politik

Telkom Indonesia
Ramadhan

KPK Nigeria Temukan Duit Rp 500 Miliar Di Apartemen

Dunia  SABTU, 15 APRIL 2017 , 08:41:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

KPK Nigeria Temukan Duit Rp 500 Miliar Di Apartemen

Foto/Net

RMOL. Di Nigeria, korupsi masih merajalela. Baru-baru ini, lembaga antikorupsi Nigeria menemukan uang sebesar Rp 574 miliar di sebuah kontrakan kosong di Kota Lagos. Meski belum ada yang ditahan, duit tersebut diyakini hasil korupsi.
Mengutip laporan BBC, kemarin uang tunai sekitar Rp 574,3 miliar ditemukan di sebuah flat berkamar empat yang terletak di kawasan permukiman Ikoyi, Lagos, Nigeria. Komisi Kejahatan Keuangan dan Ekonomi (EFCC) dalam rilisnya mengatakan uang terdiri atas beberapa pecahan yakni, 43 juta dolar AS atau setara Rp 573 miliar, 27.800 euro atau setara Rp 397 juta, dan 23 juta naira (mata uang Nigeria) atau setara Rp 1 miliar. Uang tunai ditemukan dalam bungkusan-bungkusan yang disimpan di dalam lemari dan rak di flat tersebut.

Penjaga flat mengatakan kepada EFCC, tidak ada yang tinggal di flat namun sebuah sumber melaporkan bahwa seorang perempuan muncul sesekali dengan membawa karung. "Dia tampak kuyu dan lusuh dengan pakaian kotor namun kulitnya tidak sesuai dengan penampakan luarnya, mungkin untuk menyamar," demikian keterangan dari pejabat EFCC.

Setelah mendapat informasi tentang seorang perempuan yang tampak lusuh bolak balik membawa karung-karung plastik ke flat, aparat menggrebek flat tersebut. EFCC meyakini uang ratusan miliar itu bersumber dari kegiatan yang melanggar hukum, meski belum ada orang yang ditahan terkait kasus tersebut.

Temuan uang ini bukan yang pertama. Maret lalu, badan antikorupsi Nigeria juga menemukan uang tunai yang masih baru senilai 155 ribu dolar AS atau setara Rp 2 miliar di bandara kota Kaduna, sebelah utara negara itu. Uang disimpan dalam kantong plastik hitam.

Nigeria memang salah satu Negara terkorup di dunia. David Cameron yang menjabat Perdana Menteri Inggris pada Mei 2016 menyebut Nigeria sebagai negara yang luar biasa korup di dunia. Segala upaya perang melawan korupsi belum membuahkan hasil. Minggu lalu, sebuah pengadilan di Lagos membatalkan perintah EFCC untuk membekukan uang senilai 5 juta dolar AS dalam rekening bank yang dioperasikan mantan Ibu Negara, Patience Jonathan.

Sebuah pengadilan di Abuja, dengan alasan teknis, juga membatalkan kasus korupsi terhadap Hakim Adeniyu Ademola dan istrinya. Di awal Maret lalu, Senat Nigeria telah menolak penunjukkan calon pimpinan EFCC yang diajukan oleh Presiden Buhari.

Pada Selasa lalu, pemerintah yang dihantam korupsi dari segala penjuru itu terpaksa mengeluarkan pernyataan yang mengatakan perang melawan korupsi masih pada jalurnya.

"Pemerintahan Muhammad Buhari bertekad melanjutkan peperangan anti-korupsi, memastikan sistem yang ada dibersihkan dan urusan pemerintahan dilakukan secara benar," demikian menurut Wakil Presiden Yemi Osinbajo melalui pernyataannya.

Buhari naik ke kursi kekuasaan pada 2015 dan dia bersumpah menghentikan penjarahan uang negara oleh para politisi dan pejabat publik yang korup. Namun demikian, parta oposisi menuduh Presiden Buhari melakukan tebang-pilih karena banyak di antara mereka yang ditangkap dan didakwa dalam perang melawan korupsi yakni anggota partai oposisi ataupun yang sebelumnya pernah menjadi pejabat pemerintah. ***

Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Ada Niat Buruk Di Pansus KPK

Ada Niat Buruk Di Pansus KPK

, 26 JULI 2017 , 23:00:00

UU Pemilu Cacat Fundamental

UU Pemilu Cacat Fundamental

, 26 JULI 2017 , 21:00:00

Konpres Sesudah Bertemu Habibie

Konpres Sesudah Bertemu Habibie

, 25 JULI 2017 , 00:52:00

Mengajar Anak Papua

Mengajar Anak Papua

, 26 JULI 2017 , 02:11:00

Tukaran Topi

Tukaran Topi

, 26 JULI 2017 , 00:18:00