Berita Politik

Telkom Indonesia
Rita Widyasari

Surga Yang Ditawarkan, Neraka Yang Didapatkan

WNI di Suriah Ditipu ISIS

Dunia  SENIN, 19 JUNI 2017 , 09:29:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Surga Yang Ditawarkan, Neraka Yang Didapatkan

Foto/Net

RMOL. Bagi para simpatisan ISIS, segeralah bertobat. Janji pekerjaan bergaji tinggi dan hidup sejahtera ternyata hanya bualan. Hal itu dirasakan oleh 16 WNI yang memutuskan kabur dari teritorial ISIS di Suriah. Ibarat surga yang ditawarkan tapi neraka yang didapat.
Seorang gadis 19 tahun mengaku bernama Nur, bersama saudara laki-laki dan ayahnya memilih hijrah ke Raqqa, kota di Suriah yang diklaim ISIS sebagai ibu kota mereka, medio 2015. WNI ini tergiur dengan propaganda Daulah Islamiyah yang diunggah ISIS ke internet. Alhasil, mereka memutuskan menjual hartanya di Indonesia dan terbang ke Turki dan masuk ke zona perang. Janji manis hidup di Raqqa, justru terkesan seperti neraka. Tidak ada kesejahteraan di daerah konflik. Pembunuhan dan teror menjadi pemandangan sehari-hari.

"Semua bohong. Ketika kami memasuki wilayah ISIS, masuk ke negara mereka, yang kami lihat sangat berbeda dengan apa yang mereka katakan di internet," kata Nur kepada wartawan AFP di kamp pengungsi Ain Issa, sekitar 50 kilometer di utara Raqqa.

Dua tahun berlalu, Nur justru semakin yakin jika keputusannya hijrah untuk ISIS adalah kesalahan. Hinga akhirnya, saudara lelaki dan ayah Nur ditangkap oleh milisi ISIS. "Ayah dan saudara laki-laki saya dimasukkan ke penjara," ungkap Nur.

Mimpi Nur sekeluarga menuju Raqqa bukanlah untuk berperang. Rencana awalnya, mereka ingin menjadi warga negara ISIS. Bekerja, bergaji besar dan hidup sejahtera. Nyatanya, mereka justru menjadi buronan ISIS. Ayah dan Saudaranya akhirnya ditangkap.

Semasa tinggal di Raqqa, Nur hidup penuh ketakutan. Banyak pria ISIS datang ke tempat tinggalnya di Raqqa untuk mempersuntingnya. Namun, keluarganya mati-matian melindunginya. Hingga keduanya ditangkap, tidak ada pilihan bagi Nur selain melarikan diri.

"Banyak milisi ISIS yang duda. Mereka menikah hanya dua bulan atau dua pekan saja. Banyak laki-laki datang ke rumah dan mengatakan ke ayah saya, saya ingin anakmu," kata Nur dengan wajah sedih. Dia juga cerita, bagaimana saudara laki-lakinya sering mendapat pertanyaan apakah punya saudara perempuan yang bisa dijadikan istri. "Yang mereka bicarakan hanya soal perempuan," pungkas Nur.

Penyesalan juga disampaikan Leefa, wanita 38 tahun yang juga kena gombal ISIS dari internet. Setelah hijrah dengan menjual seluruh hartanya, harapan bisa menikmati hidup yang sebenarnya sebagai muslim sejati di bawah kekuasaan Daulah Islamiyah atas nama ISIS, hanyalah mimpi.

"Saya punya masalah kesehatan. Saya perlu operasi di bagian leher dan biayanya sangat mahal di Indonesia. Tapi di daerah ISIS (katanya) semuanya gratis," kata Leefa.

"Saya datang ke daerah ISIS dengan tujuan menjadi muslim yang sebenarnya dan juga demi kesehatan," tambahnya.

Karena tergiur, dia mengontak anggota ISIS melalui internet. Dia dijanjikan ISIS mengganti uang tiket setibanya di Raqqa. Mimpi hidup sejahtera dan pelayanan medis gratis membuat wanita ini mantap meninggalkan Indonesia.

Namun ketika tiba di Raqqa, kenyataan yang dia alami tak sesuai harapan. Operasi yang harus dia jalani tidak gratis dan biayanya mahal. Dan Leefa pun tak bisa menjalani operasi.

Beruntung, Nur dan Leefa dapat jalan dari Tuhan untuk keluar dari cengkraman ISIS. Bersama 14 WNI senasib, mereka berhasil kabur dan kini berada di di kamp pengungsi di Ain Issa. Ratusan orang dari berbagai negara berada di kamp tersebut dan sukses kabur setelah upaya pelarian selama 10 bulan terakhir.

Pelarian mereka berhasil ketika Raqqa digempur Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung oleh militer Amerika Serikat. Rusia pun menggempur kawasan itu dengan serangan udara sehingga membuat ISIS kian terpojok.

Kabar ini sudah dipantau pemerintah Indonesia. Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Arrmanatha Nasir menyatakan pihaknya sedang berupaya memulangkan WNI ke Indonesia. KBRI sedang melakukan koordinasi dengan aparat setempat terkait pemulangan mereka.

"KBRI sedang melakukan koordinasi secara intensif dengan aparat keamanan di Camp tersebut terkait upaya pemulangan (16 WNI di Suriah)," ujar Arrmanatha, kepada wartawan, kemarin.

"KBRI Baghdad dan KBRI Ankara telah berhasil mengetahui posisi 16 WNI tersebut yang saat ini berada di sekitar Camp Ain Issa Syria," tambahnya.

Pemerintah telah merilis ada sekitar 500-600 WNI ada di Suriah saat ini. Sekitar 500 orang lagi mencoba masuk, tapi dideportasi sebelum tiba di kawasan yang dikuasai ISIS. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Suhardi Alius menyatakan, kisah Nur dan Leefa sebaiknya disebarluaskan agar tidak ada lagi WNI yang terpedaya rayuan ISIS.

"Viralkan! Saya minta media memviralkan pemberitaan tersebut karena kita melihat itu ternyata betul bahwa motivasi orang berangkat itu ada juga yang karena kesejahteraan, mereka mau hidup tenang, biaya hidup murah, kemudian kerjaan mudah, ternyata kan dibohongi juga," kata Suhardi kepada wartawan kemarin.

Menurut Suhardi, WNI yang bergabung di ISIS adalah korban propaganda palsu tentang hidup sejahtera dan berdasar kekhilafahan yang dilakukan kelompok radikal itu melalui internet. Dia prihatin karena banyak WNI yang akhirnya gigit jari saat berada di tengah kelompok ISIS. ***

Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Prabowo Puji Mahasiswa UBK

Prabowo Puji Mahasiswa UBK

, 18 AGUSTUS 2017 , 21:00:00

Anggota OPM Berikrar Setia NKRI

Anggota OPM Berikrar Setia NKRI

, 18 AGUSTUS 2017 , 19:00:00

Foto Bersama Presiden

Foto Bersama Presiden

, 17 AGUSTUS 2017 , 02:21:00

HUT RI DI Pyongyang

HUT RI DI Pyongyang

, 17 AGUSTUS 2017 , 10:57:00

Cium Merah Putih Dengan Khidmat

Cium Merah Putih Dengan Khidmat

, 17 AGUSTUS 2017 , 22:30:00