Rita Widyasari

Tidak Ada "Tangan Yang Bersih" Dalam Krisis Qatar

Dunia  SENIN, 10 JULI 2017 , 20:43:00 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Tidak Ada "Tangan Yang Bersih" Dalam Krisis Qatar

Rex Tillerson/AP

RMOL. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Rex Tillerson memulai misi diplomasi di tengah krisis Teluk di Qatar.
Ia dijadwalkan untuk berkunjung ke Kuwait, Qatar dan Arab Saudi mulai awal pekan ini hingga hari Kamis mendatang.

Menurut keterangan Departemen Luar Negeri, Tillerson bertemu para pemimpin Arab untuk menguji cara baru untuk menyelesaikan kebuntuan yang telah berlangsung meskipun upaya Kuwait untuk menengahi sebuah resolusi. Namun kunjungan itu tidak diharapkan untuk menghasilkan sebuah terobosan, melainkan hanya untuk mengeksplorasi kemungkinan untuk membawa semua pihak ke meja perundingan.

"Kami memiliki satu putaran pertukaran dan dialog dan tidak memajukan bola," kata penasihat senior Tillerson R.C. Hammond.

Dia merujuk pada penolakan Qatar atas 13 tuntutan bahwa Arab Saudi, Bahrain, Uni Emirat Arab dan Mesir memutuskan untuk memulihkan hubungan diplomatik yang mereka putus dan mengakhiri blokade yang mereka berikan ke Qatar pada awal Juni.

"Kami akan bekerja sama dengan Kuwait dan melihat apakah kami bisa mengeluarkan strategi yang berbeda," sambungnya.

Hammond, yang berbicara dengan wartawan di Istanbul di mana Tillerson melakukan perjalanan setelah mengunjungi Ukraina dan menghadiri pertemuan puncak G-20 di Hamburg minggu lalu, mengatakan bahwa 13 tuntutan tersebut tidak berjalan, setidaknya sebagai sebuah paket.

"Mereka selesai, mereka tidak layak ditinjau kembali sebagai satu paket tapi secara individual ada banyak hal yang bisa berhasil," tambahnya.

Daftar ultimatum untuk memulihkan hubungan dan mengakhiri embargo udara dan laut termasuk tuntutan untuk menutup jaringan media Al-Jazeera, memutuskan hubungan dengan kelompok-kelompok Islam, termasuk Ikhwanul Muslimin, membatasi hubungan dengan Iran dan mengusir tentara Turki yang ditempatkan di Qatar.

Hammond tidak akan menjelaskan di mana dari 13 kemungkinan Qatar dapat bertemu tapi dia mengatakan bahwa konsesi dari Saudi, Bahrain, Emirati dan Mesir akan dibutuhkan untuk sebuah resolusi.

"Ini adalah jalan dua arah," katanya, mengacu terutama pada tuduhan bahwa semua pemain dalam krisis telah terlibat dalam beberapa cara untuk mendanai ekstremis.

"Tidak ada tangan yang bersih," tegasnya seperti dimuat Associated Press. [mel]
Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Angela Merkel Kembali Jadi Kanselir Jerman
Korut Kena Batunya

Korut Kena Batunya

SENIN, 25 SEPTEMBER 2017

Pemilu Jerman, Angela Merkel Hanya Suguhkan Sedikit Kejutan
Australia Alokasi 400 Miliar Dolar AS Untuk Badan Antariksa Nasional
Korut Masuk Daftar Negara Terlarang AS

Korut Masuk Daftar Negara Terlarang AS

SENIN, 25 SEPTEMBER 2017

Pesisir Bangladesh Jadi Tempat Harapan Pengungsi Rohingya
Panglima TNI Dinilai Tidak Tahu Prosedur

Panglima TNI Dinilai Tidak Tahu Prosedur

, 25 SEPTEMBER 2017 , 19:00:00

Info Panglima TNI Tidak Akurat, So What?

Info Panglima TNI Tidak Akurat, So What?

, 25 SEPTEMBER 2017 , 15:00:00

Barbuk OTT Suap Wali Kota Cilegon

Barbuk OTT Suap Wali Kota Cilegon

, 24 SEPTEMBER 2017 , 02:20:00

Kontes Domba Berhias

Kontes Domba Berhias

, 24 SEPTEMBER 2017 , 08:46:00

Kang Emil Di Gunung Padang

Kang Emil Di Gunung Padang

, 24 SEPTEMBER 2017 , 08:04:00