Berita Politik

Telkom Indonesia
Ramadhan

Karena ISIS, Iran-Irak Jadi Saudaraan Lagi

Dunia  SELASA, 11 JULI 2017 , 09:19:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Karena ISIS, Iran-Irak Jadi Saudaraan Lagi

Iran-Irak/Net

RMOL. Kemenangan Irak merebut kota Mosul dari ISIS menuai pujian dari Iran. Kelompok radikal pimpinan Abu Bakar Al-Baghdadi itu rupanya membuat kedua negara yang sebelumnya berhubungan buruk itu jadi mesra.
Irak mendeklarasikan kemenangan militernya atas ISIS di Kota Mosul, Provinsi Nineveh pada Minggu (9/7) malam. Pengumuman kemenangan itu disampaikan televisi pemerintah yang melaporkan bahwa pasukan berhasil mencapai sisi sungai Tigris dan menaikkan bendera Irak.

ISIS, sudah tiga tahun menguasai wilayah Mosul. Militer Irak sudah sembilan bulan belakangan berperang untuk mengusir ISIS di kota terbesar kedua di Irak itu.

Perdana Menteri merangkap Panglima Angkatan Bersenjata Irak Haider al-Abadi pun langsung ke Mosul untuk mengucapkan selamat kepada pasukannya.

"Panglima angkatan bersenjata Haider al-Abadi tiba di kota Mosul yang terbebaskan, mengucapkan selamat kepada para pasukan heroik dan warga Irak atas kemenangan yang agung," demikian pernyataan dari kantor berita Al-Abadi. Televisi setempat kemarin menyiarkan cuplikan Abadi yang berjalan kaki berkeliling Mosul bersama warga kota itu.

Bagi Irak, keberhasilan pasukannya di Mosul merupakan kemenangan terbesar atas ISIS. Sebaliknya, bagi ISIS, kehilangan Mosul adalah kekalahan terbesar mereka. Apalagi, di kota yang mereka duduki sejak 2014 itulah Abu Bakr al-Baghdadi, sang pemimpin tertinggi, mendeklarasikan Khilafah Islam. Mosul lantas menjadi ibu kota Khilafah Islam versi ISIS.

Sekalipun begitu, juru bicara Abadi, Saad al-Hadithi, sebagaimana dikutip kantor berita Reuters mengatakan, kemenangan tidak akan dinyatakan secara resmi sampai sejumlah personel kelompok ISIS yang tersisa disingkirkan dari Mosul.

Kemenangan tentara Irak itu diapresiasi oleh Iran. Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengucapkan selamat. "Selamat kepada orang-orang pemberani dan Pemerintah Irak atas pembebasan Mosul," tuturnya. "Ketika orang Irak bergandengan tangan, tidak ada batasan untuk apa yang bisa mereka capai."

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Shamkhani juga memuji Irak. Menurutnya, ini pencapaian hebat dalam arah menghentikan keberadaan dan tindakan-tindakan keji kelompok kriminal ISIS terhadap bangsa Irak.

"Pemerintah, angkatan bersenjata dan bangsa berani Iran Islam siap untuk menawarkan bantuan bagi yang terluka dan kehilangan tempat tinggal dalam perang dan membantu membangun kembali kota-kota dan infrastruktur vital di negara Irak," ujar Shamkhani.

Menteri Pertahanan Hossein Dehghan dan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Mayor Jenderal Mohammad Bagheri juga mengucapkan selamat kepada PM Abadi. Mereka mengatakan siap meningkatkan hubungan pertahanan dan keamanan dengan Baghdad.

Hubungan kedua negara yang kerap dipenuhi hawa kecurigaan dan peperangan itu menjadi mesra. Sejarah masa lalu kedua negara itu sesungguhnya tidak lepas dari dua aliran besar Islam, yakni Sunni dan Syiah.

Namun, permusuhan Iran dan Irak sebenarnya sudah terjadi lebih dari berabad-abad silam, sejak zaman Kerajaan Mesopotamia yang terletak di lembah Sungai Tigris-Eufrat, yang kini menjadi negara Irak modern, yang berseteru dengan kerajaan Persia atau kini menjadi negara Iran modern.

Antara tahun 1555 dan 1918 telah 18 kali menandatangani perjanjian batas wilayah yang terus dipersengketakan. Persengketaan batas negara itu terus berlanjut hingga kemudian, pada tahun 1975 atas desakan AS, Iran dan Irak menandatangani Perjanjian Algiers Accord soal perbatasan Shatt al-Arab. Namun, pada 22 September 1980, pasukan Irak menerobos perbatasan Iran. Sejak itu, situasi semakin memanas. Kapal dari Iran dan Irak terbakar. Diduga kedua pihak saling menyulut api.

Puncaknya, Iran dan Irak memulai perang pada 22 September 1989. Perang yang berlangsung dari tahun 1980-1988 itu menjadi yang terpanjang pada Abad 20. Dibanding Perang Dunia I (1914-1918) dan Perang Dunia II (1939-1945). Menurut laporan resmi yang diwartakan BBC, jumlah korban jiwa akibat Perang Iran vs Irak mencapai 400 ribu orang, dan 750 lainnya terluka.

Sekalipun perang telah selesai, selama Saddam Husein memimpin Irak, kedua negara ini tetap tak berhubungan baik. Dua dasawarsa hubungan kedua negara "beku". Paska agresi militer Amerika Serikat ke Irak pada tahun 2003, hubungan kedua negara baru memasuki babak baru. ***

Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Jokowi Nonblok

Jokowi Nonblok

, 20 JULI 2017 , 19:00:00

Sri Mulyani Khawatir

Sri Mulyani Khawatir

, 20 JULI 2017 , 15:00:00

Golkar Plenokan Status Novanto

Golkar Plenokan Status Novanto

, 18 JULI 2017 , 00:42:00

Bicara di KPK

Bicara di KPK

, 18 JULI 2017 , 02:36:00

Minta DPD Sosialisasi Berkain

Minta DPD Sosialisasi Berkain

, 18 JULI 2017 , 23:38:00