Berita Politik

Telkom Indonesia
Ramadhan

ISIS Mau Ledakkan Pesawat

Suhardi Alius Terima Bocoran Intel AS

Dunia  KAMIS, 13 JULI 2017 , 08:43:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

ISIS Mau Ledakkan Pesawat

Foto/Net

RMOL. Dari Amerika Serikat, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Suhardi Alius mengungkapkan berita soal ISIS. Menurut laporan intelijen Negeri Paman Sam, kelompok ekstrimis pimpinan Abu Bakar Al Baghdadi itu hendak menyasar pesawat.
Hal itu disampaikan Suhardi usai melakukan pertemuan bilateral dengan Secretary for Homeland Security atau Menteri Keamanan Nasional AS, John F. Kelly. Pertemuan dilakukan di Departemen Keamanan Nasional, AS.

Menurut Suhardi, Kelly menyampaikan masalah terorisme ditambah dengan adanya FTF (Foreign Terrorist Fighter) menjadi paradigma baru bagi negara-negara di dunia dalam penanggulangan radikalisme dan violent extremism. Banyak negara seperti Uni Eropa yang saat ini mengalami panic mode akibat radikalisme dan violent extremism itu. "Berdasarkan informasi intelijen, ISIS berkeinginan melakukan serangan utamanya melalui maskapai penerbangan serta sebagai mode transportasi dari FTF," ungkap Suhardi lewat keterangan pers, kemarin.

Karena itu, pertukaran informasi mengenai data penumpang udara (passengers information) menjadi salah satu perhatian utama Departemen Keamanan Nasional AS.

Di Indonesia, Suhardi menyebut, BNPT perlu payung hukum berupa revisi Undang Undang Anti-Terorisme. Payung hukum itu akan memberikan kepastian hukum bagi aparat penegak hukum menjalankan tugas dan fungsinya. Mereka yang belum melakukan tindak terorisme, atau baru pada tahap persiapan, bisa ditindak. "Selain itu, forum seperti APEC juga dapat dimanfaatkan oleh kedua negara terkait dengan passenger list melalui Working Group on Travel, selain forum Counter-Terrorism Working Group dari APEC," bebernya.

Dalam pertemuan itu, Suhardi menyatakan, dalam penanganan terorisme juga diperlukan pendekatan lunak alias soft approach. Salah satunya, program deradikalisasi yang dinilai cukup berhasil untuk menurunkan angka tindakan kekerasan oleh bekas teroris. Berkat program itu, teroris yang telah menjalani masa hukuman dari sebanyak 560 orang hanya 3 orang yang kembali melakukan tindakan terorisme.

Pola soft approach ini bisa berbeda antara negara yang satu dengan negara lain. "Sebab, akar permasalahan masalah terorisme antar satu negara dengan negara lain itu berbeda," tuturnya. Program deradikalisasi itu, kata Suhardi, menarik perhatian Asisten Khusus Presiden AS untuk Keamanan Nasional dan Penanggulangan Terorisme Thomas P Bossert.

Suhardi bertemu dengan Bossert di Gedung Putih, Washington DC. Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya antara Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. "Bossert ingin tahu bagaimana pengalaman Indonesia selama ini dalam menanggulangi terorisme, baik terhadap Indonesia maupun kawasan lain, serta upaya meningkatkan kerjasama penanggulangan terorisme antar kedua negara," ujarnya.

Dia pun membeberkan program radikalisasi Indonesia kepada Bossert. Eks Kapolda Jawa Barat ini menyatakan, program kontra-radikalisasi yang dilakukan BNPT yakni menggandeng unsur masyarakat termasuk pemuda, 'netizen' dan bekas aktivis teroris untuk melakukan counter narative telah menjadi program unggulan nasional. "Ini juga berjalan efektif," tegasnya.

Terpisah, Panglima TNI Gatot Nurmantyo menyatakan, korps baju loreng fokus menjaga perbatasan agar tak dimasuki militan ISIS dari Marawi, Filipina. Wilayah-wilayah itu di antaranya Kalimantan Utara, Manado, Bitung dan Ternate. Serta pulau-pulau kecil seperti Morotai, Miangas dan Talaud.

"Ini semuanya sudah ditempati pasukan. Angkatan Laut melakukan patroli, kemudian Angkatan Udara melakukan pengintaian dengan pesawat Boeing, kita bekerjasama dengan Filipina," ujarnya dalam Rapat Koordinasi Pengendalian dan Pengelolaan Perbatasan Negara Tahun 2017, kemarin.

Gatot meyakini, Marawi sengaja diduduki sebagai "pintu masuk" ISIS untuk menuju ke Indonesia. Sebab, di provinsi itu tak ada apa-apa. Sementara selama ini, kelompok ekstrimis itu berusaha menguasai wilayah yang kaya sumber daya. Apalagi, pimpinan ISIS dari Indonesia Bahrun Naim sudah menginstruksikan kepada para anggotanya untuk berjihad selain di Timur Tengah.

"Ada 16 titik di Indonesia yang bisa jadi seperti Marawi, maka kita harus isolasi," tegasnya.

Menurut dia, satu wilayah bisa dijaga 10 personel hingga satu pleton, tergantung kebutuhannya. Dengan jumlah personel yang cukup di perbatasan, Gatot memastikan hingga saat ini tidak ada kelompok Daulah Islamiyah Filipina Selatan yang menerobos masuk ke daerah perbatasan Indonesia. "Saya jamin sampat saat ini tidak akan lolos," kata Gatot. ***

Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Jokowi Nonblok

Jokowi Nonblok

, 20 JULI 2017 , 19:00:00

Sri Mulyani Khawatir

Sri Mulyani Khawatir

, 20 JULI 2017 , 15:00:00

Golkar Plenokan Status Novanto

Golkar Plenokan Status Novanto

, 18 JULI 2017 , 00:42:00

Bicara di KPK

Bicara di KPK

, 18 JULI 2017 , 02:36:00

Minta DPD Sosialisasi Berkain

Minta DPD Sosialisasi Berkain

, 18 JULI 2017 , 23:38:00