Rita Widyasari

Da Silva Divonis 9,5 Tahun, Rakyat Brazil Pesta Pora

Presiden Paling Populer Yang Tumbang Gara-gara Korupsi

Dunia  JUM'AT, 14 JULI 2017 , 11:11:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Da Silva Divonis 9,5 Tahun, Rakyat Brazil Pesta Pora

Luiz Inacio Lula da Silva/Net

RMOL. Ribuan warga Brazil turun ke jalan ibu kota untuk merayakan vonis 9,5 tahun penjara yang dijatuhkan kepada bekas Presiden Brazil Luiz Inacio Lula da Silva.
Perayaan yang diramaikan oleh warga yang membunyikan klakson dan meniup terompet ini berlang­sung pada Rabu malam (12/7). Mereka senang pengadilan berhasil membuktikan kasus korupsi yang membawa nama da Silva itu.

Meski pengadilan sudah men­jatuhi vonis, Da Silva masih belum mendekam di balik jeruji. Pria yang pernah memimpin Brazil selama delapan tahun ini, membantah semua tuduhan kepadanya. Tim pengacaranya pun mengajukan banding.

Da Silva membantah telah men­erima sebuah apartemen sebagai gratifikasi dalam kasus dugaan ko­rupsi yang melibatkan perusahaan minyak negara, Petrobas.

Dia menuding, pengadilan atas kasusnya dilakukan atas motif politik belaka. Kasus dugaan grati­fikasi apartemen adalah satu dari lima dakwaan yang dikenakan ke­padanya. Da Silva menyebut kasus ini diadakan untuk mencegatnya yang ingin kembali mencalonkan diri dalam pilpres tahun depan.

Dalam pernyataan menanggapi putusan pengadilan, para pengac­ara da Silva bersikukuh, kliennya tidak bersalah dan pihaknya akan mengajukan banding. "Selama lebih dari tiga tahun, Lula telah menjadi subjek investigasi yang didorong motif politik. Tak ada bukti kredibel diungkap di per­sidangan. Sebaliknya hal-hal yang mendukung ia tak bersalah justru diabaikan," jelas pernyataan tim pengacara Da Silva.

Kepala Partai Pekerja, Senator Gleisi Hoffmann juga mengecam pengadilan. Dia mengatakan, kasus tersebut dirancang untuk menghentikan langkah da Silva kembali ke dunia politik.

Dia menambahkan, partainya akan memprotes keputusan tersebut. Tuduhan yang dihadapi da Silva terkait dengan skandal Car Wash, julukan untuk investi­gasi korupsi terbesar di Brasil.

Penyelidikan fokus pada se­jumlah firma atau perusahaan yang diduga menerima kontrak dari Petrobas dengan imbal balik suap, yang masuk ke kantong-kantong para politisi dan dana kotor ke partai-partai politik.

Pada masa kepemimpinannya, Da Silva adalah presiden paling populer di Brasil. Presiden ke-44 Amerika Serikat Barack Obama bahkan menjulukinya sebagai, "politisi pal­ing populer di muka Bumi".

Da Silva tak berhasil mere­but kursi presiden untuk kali ketiga, dia dikalahkan Dilma Rousseff, yang kemudian juga dimakzulkan atas sangkaan korupsi. Presiden Brasil saat ini, Michel Temer juga menghadapi tuduhan korupsi dan dituntut mundur. ***

Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Kesehatan Setnov Belum Stabil

Kesehatan Setnov Belum Stabil

, 22 SEPTEMBER 2017 , 13:00:00

Rizieq Pulang, Polisi Tunggu Di Bandara

Rizieq Pulang, Polisi Tunggu Di Bandara

, 21 SEPTEMBER 2017 , 21:00:00

HUT TNI 72

HUT TNI 72

, 22 SEPTEMBER 2017 , 05:10:00

Dukung Kemajuan Ekonomi Digital

Dukung Kemajuan Ekonomi Digital

, 22 SEPTEMBER 2017 , 00:35:00

Kunjungi Booth BCA Di Banking Expo

Kunjungi Booth BCA Di Banking Expo

, 22 SEPTEMBER 2017 , 01:23:00