Berita Politik

Telkom Indonesia
Ramadhan

Indonesia Jadi Tamu Kehormatan Festival Ketimun Di Suzdal

Dunia  SENIN, 17 JULI 2017 , 09:44:00 WIB | LAPORAN: DAR EDI YOGA

Indonesia Jadi Tamu Kehormatan Festival Ketimun Di Suzdal

Wahid Supriyadi (tengah batik)/Kedubes RI Di Moscow

RMOL. Indonesia menjadi tamu kehormatan (Guest of Honour) pada acara “17th Suzdal Cucumber Day Festival” di kota Suzdal, nnegara bagian Vladimir (Vladimir Oblast), sekitar 210 km dari Moskow, yang digelar Sabtu (15/7) lalu.
Acara Festival Ketimun ini merupakan pesta rakyat tahunan paling populer dan terbesar di kota Suzdal untuk merayakan hasil panen ketimun dan sekaligus menyambut masuknya musim panas.

Walaupun hanya berpenduduk sekitar 10 ribu orang, kota bersejarah ini setiap tahunnya dikunjungi sekitar 200 ribu wisatawan baik domestik maupun manca negara. Sementara untuk Ibu Kota Vladimir, lebih dari 1 juta orang berkunjung ke kota yang pernah menjadi Ibu Kota Rusia kuno ini.

Festival berlangsung sangat meriah di seluruh sudut kota dengan puncak kemeriahan di ruang terbukayang merupakan bagian dari SuzdalWooden Architecture Museum.

Dubes RI untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus, Wahid Supriyadi, disambut hangat oleh Wakil Gubernur Vladimir Oblast, Alexander Lobakov dan Dirjen Vladimir and Suzdal State Historical, Architecture and Art Museum, Konyshev Igor Valeryevich.

Dalam pertemuan ini, keduanya membahas potensi kerjasama RI dengan negara bagian Vladimir, khususnya di bidang perdagangan, pariwisata dan investasi.Wakil Gubernur meyampaikan potensi Suzdal serta Vladimir Oblast sebagai daerah pertanian penghasil gandum, kentang, produk kimia, kaca dan kayu serta sebagai destinasi wisata bersejarah.

Sementara dari Indonesia, Vladimir Oblast memerlukan impor buah tropis, produk kelapa sawit dan peralatan listrik.

"Hubungan antara Indonesia dan Rusia bersifat komplementer, saling membutuhkan dan di tengah stagnasi ekonomi dunia saat ini, nilai perdagangan bilateral justru meningkat sekitar 33,5 persen. Yang menggembirakan, wisatawan Rusia ke Indonesia pada kuartal pertama naik sekitar 77p persen menjadi sekitar 37 ribu orang, merupakan peningkatan tertinggi di dunia," papar Dubes Wahid saat memberikan sambutan di depan sekitar seribuan orang pengunjung, sebagaimana rilis dari Kedubes RI di Moskow.

Demikian sebaliknya, sambung Dubes Wahid, terdapat kecenderungan meningkatnya wisatawan Indonesia ke Rusia, yang tahun depan diperkirakan mencapai 40 ribu seiring dengan diselenggarakannya World Cup.

Selama festival ini berlangsung jumlah total pengunjung sehari mencapai sekitar 10 ribu orang. Wahid yakin arus wisatawan kedua negara akan meningkat tajam dengan rencana pembukaan penerbangan langsung Garuda dalam waktu dekat.

Festival Ketimun disemarakkan dengan panggung budaya, konser, parade kostum jalanan, pameran produk, konser, workshop, dan lainnya.

Seluruh jalan-jalan kota ditutup dari lalu-lalang kendaraan dan hanya diperbolehkan untuk para pengunjung yang berjalan kaki.Sebagai tamu kehormatan, bendera merah putih berkibar di samping panggung utama.

Dubes Wahid juga diminta untuk melepas balon tiga warna melambangkan bendera Rusia yang di bawahnya tergantung boneka maskot kota Suzdal.

Dalam acara kesenian di panggung utama, Indonesia menampilkan dua tari tradisional yaitu Tari Jaipong dari Jawa Barat oleh Ekatarina Makanina, seorang warga negara Rusia yang pernah mengikuti beasiswa Darmasiswa selama setahun di Bandung dan Tari Sekar Pudyastutidari Jawa Tengah yang dimainkan oleh Elizabeth Nilasari, guru Sekolah Indonesia Moskow (SIM).

Pengunjung yang hadir pada hari itu pun terkesan dan memberikan tepuk tangan meriahkarena baru kali inilah kesenian Indonesia tampil di acara tahunan terbesar kota ini.

Kota Suzdal yang merupakan bagian dari negara bagian Vladimiryang didirikan tahun 1024 merupakan salah satu kota tertua di Rusia, bahkan lebih tua dari Moskow yang didirikan tahun 1147.

Kota ini terletak di Golden Ring, terletak melingkar seperti cincin di sebelah timur laut Moskow dan ditempuh sekitar 5-6 jam dengan mobil. Jalur ini merupakan jalur paling padat di Rusia, mirip Pantura di Jawa, karena menghubungkan beberapa kota utama seperti Nizhny Novgorod, Kazan, Ufa, Novosibirsk dan lain-lain, membelah kawasan Siberia.

Di Suzdal terdapat 305 monumen dan bangunan-bangunan klasik, termasuk 30 gereja, 14 bell tower, lima biara yang masih aktif, dan terdapat 246 item yang dilindungi oleh pemerintah Federasi Rusia.

Pada tahun 1991, enam monumen dan dua bangunan di Suzdal, yaitu Saviour Monastery of St. Euthymius dan Kremlin with Navity of the Vigin, terdaftar dalam world heritage Unesco.[wid]
Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Ada Niat Buruk Di Pansus KPK

Ada Niat Buruk Di Pansus KPK

, 26 JULI 2017 , 23:00:00

UU Pemilu Cacat Fundamental

UU Pemilu Cacat Fundamental

, 26 JULI 2017 , 21:00:00

Konpres Sesudah Bertemu Habibie

Konpres Sesudah Bertemu Habibie

, 25 JULI 2017 , 00:52:00

Mengajar Anak Papua

Mengajar Anak Papua

, 26 JULI 2017 , 02:11:00

Tukaran Topi

Tukaran Topi

, 26 JULI 2017 , 00:18:00