Rita Widyasari

Rusia Tuding Gerilyawan Rusak Perbaikan Rohingya

Bersama RI Kecam Kekerasan Rakhine

Dunia  RABU, 30 AGUSTUS 2017 , 09:16:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Rusia Tuding Gerilyawan Rusak Perbaikan Rohingya

Foto/Net

RMOL. Pemerintah Rusia dan Indonesia mengecam keras aksi kekerasan di negara bagian Rakhine, Myanmar, yang dilakukan pasukan pemberontak pada 25 Agustus lalu.
 Kementerian Luar Negeri Rusia menuding kekerasan itu telah merusak upaya pemerin­tahan Myanmar dan komunitas internasional yang tengah mengupayakan perbaikan di wilayah Rakhine.

Rusia yakin masalah, di ka­wasan yang berbatasan langsung dengan Bangladesh ini, harus dilakukan dengan dialog antara semua perwakilan etnis dan agama demi terciptanya stabili­tas sosial ekonomi.

"Kami mendukung upaya pemerintah Myanmar menor­malisasi situasi dengan berbagai upaya. Salah satunya menunjuk Komisi Penasihat khusus Rakhine yang diketuai bekas Sekjen PBB Kofi Annan," demikian pernyataan Kemlu Rusia.

Indonesia menyampaikan hal senada. "Indonesia mengecam kekerasan yang terjadi di Rakhine. Kami berharap Pemerin­tah Myanmar segera mengambil langkah-langkah untuk memuli­hkan keamanan di wilayah itu," pernyataan Kemenlu.

Pemulihan itu termasuk agar dapat memberikan perlindungan kemanusiaan secara inklusif.

Indonesia juga mendorong semua pihak yang terlibat agar menghentikan aksi kekerasan di Rakhine. Dengan demikian, hal ini berdampak untuk men­dukung terjaganya stabilitas Asia Tenggara (ASEAN) dan pembangunan yang berlanjut di kawasan.

Kekerasan terjadi di wilayah utara Rakhine pada 25 Agustus lalu dan berlanjut di hari berikut­nya. Dua puluh pos keamanan polisi Myanmar di area perbatasan dengan Bangladesh diserang. Da­lam baku tembak itu, 98 tewas. Mereka adalah 80 dari gerilyawan dan 12 pasukan keamanan menu­rut data Pemerintah Myanmar.

Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA), sebuah kelompok yang dikenal sebagai Harakah Al-Yaqin atau "Faith Movement" mengaku bertanggung jawab atas serangan yang terjadi. Kelompok itu juga memperingatkan akan lebih banyak lagi serangan yang dilancarkan.

Mereka melancarkan serangan karena buruknya perlakuan pemerintah terhadap sekitar 1,1 juta muslim Rohingya. Muslim di Myanmar menjadi objek kekerasan dari kebijakan militer selama beberapa dekade. Dari perlakuan tersebut, telah muncul gerakan pemberontakan yang menjadikan gesekan di kota-kota Myanmar.

Selama ini, warga Rohingya menjadi salah satu etnis mi­noritas Myanmar yang kerap menjadi korban kekerasan dari pemerintah negara itu. Lebih dari 140 ribu di antaranya tewas sejak terjadi konflik di Rakhine, wilayah negara bagian tempat mereka menetap.

Kekerasan terhadap Rohingya pertama kali terjadi pada 2012. Kemudian, kasus ini kembali mencuat pada Oktober 2016, di mana menyebabkan sekitar 70 ribu warga etnis itu melari­kan diri ke Bangladesh untuk menghindari operasi militer Myanmar di Rakhine.

Komisi Hak Asasi Manusia (HAM) PBB membenarkan adanya pelanggaran yang di­lakukan militer Myanmar terhadap warga Rohingya. Bahkan, PBB telah mendokumentasi­kan pembunuhan massal serta pemerkosaan yang dilakukan pasukan keamanan Myanmar selama operasi. Tindakan itu juga disebut dapat dikategorikan sebagai salah satu kejahatan ke­manusiaan, yaitu pembersihan etnis. Tudingan itu telah dibantah pemerintah Myanmar. ***
Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Rizieq Pulang, Polisi Tunggu Di Bandara

Rizieq Pulang, Polisi Tunggu Di Bandara

, 21 SEPTEMBER 2017 , 21:00:00

Konten Mahal, Operator TV Kabel Menjerit

Konten Mahal, Operator TV Kabel Menjerit

, 21 SEPTEMBER 2017 , 17:00:00

Unpad-RMOL dalam Kerangka Pentahelix

Unpad-RMOL dalam Kerangka Pentahelix

, 20 SEPTEMBER 2017 , 14:10:00

Apresiasi Keterbukaan Informasi Bank DKI

Apresiasi Keterbukaan Informasi Bank DKI

, 20 SEPTEMBER 2017 , 05:05:00

Bijak Menggunakan Internet

Bijak Menggunakan Internet

, 20 SEPTEMBER 2017 , 15:23:00

Misbakhun Aktor Di Balik Penggembosan KPK dan Setya Novanto
Jokowi Harus Panggil Gatot Soal Penayangan Film G30S/PKI
TV Mana Yang Nekat Siarin Film <i>G30S/PKI </i>

TV Mana Yang Nekat Siarin Film G30S/PKI

Politik20 September 2017 09:37

Indonesia Siap Saingi Finlandia

Indonesia Siap Saingi Finlandia

Olahraga20 September 2017 08:45

Kopassus Gelar Nobar G30S/PKI, Masyarakat Cijantung Antusias