Rita Widyasari

Resepsi Diplomatik, Lidah Warga Korut Digoyang Cita Rasa Indonesia

Dunia  RABU, 30 AGUSTUS 2017 , 08:57:00 WIB | LAPORAN: WIDYA VICTORIA

Resepsi Diplomatik, Lidah Warga Korut Digoyang Cita Rasa Indonesia

Foto: KBRI Pyongyang

RMOL. Kedutaan Besar Republik Indonesia di Pyongyang, Korea Utara menggelar resepsi diplomatik di Taedonggang Diplomatic Club, Rabu (23/8). Acara yang merupakan bagian dari perayaan Hari Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia itu dihadiri sejumlah pejabat Korea Utara.
Pada acara resepsi diplomatik itu, Wakil Menteri Luar Negeri Korea Utara, Choe Hui Chol menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-72 Kemerdekaan RI kepada rakyat dan pemerintah Republik Indonesia.

Ia juga menyampakan harapan yang tulus bagi kemajuan bangsa Indonesia dan bagi pengembangan kerja sama kedua negara.

"Merupakan posisi konsisten dari pemerintah Korea Utara untuk menghargai dan mengembangkan hubungan dengan Indonesia terlepas dari situasi yang terjadi," kata Wamenlu Choe Hui Chol yang pernah bertugas pada Kedutaan Besar Korea Utara di Jakarta. Demikian dilansir dari keterangan pers KBRI Pyongyang.

Sekretaris Kedua pada KBRI Pyongyang, Sukamto mengatakan, tepat pada 17 Agustus 2017 Presiden Presidium Supreme People’s Assembly Kim Yong-nam, menyampaikan ucapan selamat HUT ke-72 Kemerdekaan RI kepada Presiden Joko Widodo.

Ucapan juga disertai harapan agar hubungan persahabatan dan kerja sama antara kedua negara dapat terus berkembang, serta Presiden dan rakyat Indonesia akan lebih berhasil dalam pembangunan sosial-ekonomi dan kemakmuran negara.

Selain itu, ucapan selamat juga disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Korea Utara, Ri Yong Ho, kepada Menteri Luar Negeri, Retno L Marsudi.

Sementara itu, Duta Besar RI untuk Korea Utara Bambang Hiendrasto dalam kata sambutan pada acara resepsi menyatakan bahwa fondasi hubungan diplomatik dan persahabatan Indonesia dan Korea Utara dibangun oleh pemimpin besar kedua negara, Presiden Soekarno dan Presiden Kim Il Sung.

Dubes Bambang juga menginformasikan mengenai kegiatan yang telah dilakukan oleh KBRI Pyongyang dalam 2017 ini, antara lain berpartisipasi pada Festival Bunga Kimilsungia ke-19.

Menurut Dubes Bambang, festival tersebut tidak saja sangat spesial bagi rakyat Korea Utara tetapi juga bagi Dubes RI dan seluruh staf KBRI serta rakyat Indonesia mengingat bunga Kimilsungia merupakan warisan dari Presiden Soekarno dan Presiden Kim Il Sung bagi kedua bangsa.

Kegiatan lain yang telah dilakukan oleh KBRI Pyongyang tahun ini adalah mengadakan kegiatan bersama Kementerian Luar Negeri Korea Utara dalam rangka peringatan 15 tahun kunjungan Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, ke Korea Utara.

Dubes Bambang menuturkan bahwa Indonesia dengan jumlah penduduk lebih dari 250 juta jiwa dan lebih dari 700 suku bangsa dengan latar belakang budaya yang berbeda telah membentuk Indonesia yang multikultur. Sebagai bangsa yang majemuk, Indonesia telah menetapkan Pancasila sebagai ideologi negara dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
 
Acara resepsi diplomatik yang dihadiri oleh 130 tamu undangan, antara lain para pejabat sipil/militer Korea Utara, para duta besar, atase pertahanan, pejabat badan-badan PBB dan organisasi internasional lain tersebut diawali dengan pengumandangan lagu kebangsaan Korea Utara dan Indonesia, Aegukka dan Indonesia Raya.

Setelah Dubes RI dan Wakil Menlu Korea Utara menyampaikan kata sambutan, tamu undangan dipersilakan untuk menikmati hidangan makan malam, antara lain rendang, sate ayam, martabak telor, dan es cendol yang menjadi kuliner istimewa bagi para tamu undangan, selain makanan khas Korea.

Beberapa tamu undangan, baik warga asing maupun warga Korea Utara, sempat menanyakan bahan dan resep makanan/minuman khas Indonesia tersebut kepada para staf KBRI. Bahkan, ada di antaranya yang ingin ketemu dengan yang memasak makanan tersebut.

Khusus rendang, ada yang menanyakan secara rinci, termasuk berapa jam memasaknya hingga siap disajikan.

Untuk menambah suasana Indonesia, alunan intrumentalia lagu-lagu nusantara dan degung Sunda secara “medley” mengiringi acara makan malam.

Tamu undangan yang pernah berkunjung ke Indonesia seolah diingatkan dengan aneka ragam budaya Indonesia.[wid]

 

 

Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Rizieq Pulang, Polisi Tunggu Di Bandara

Rizieq Pulang, Polisi Tunggu Di Bandara

, 21 SEPTEMBER 2017 , 21:00:00

Konten Mahal, Operator TV Kabel Menjerit

Konten Mahal, Operator TV Kabel Menjerit

, 21 SEPTEMBER 2017 , 17:00:00

Unpad-RMOL dalam Kerangka Pentahelix

Unpad-RMOL dalam Kerangka Pentahelix

, 20 SEPTEMBER 2017 , 14:10:00

Apresiasi Keterbukaan Informasi Bank DKI

Apresiasi Keterbukaan Informasi Bank DKI

, 20 SEPTEMBER 2017 , 05:05:00

Bijak Menggunakan Internet

Bijak Menggunakan Internet

, 20 SEPTEMBER 2017 , 15:23:00

Misbakhun Aktor Di Balik Penggembosan KPK dan Setya Novanto
Jokowi Harus Panggil Gatot Soal Penayangan Film G30S/PKI
TV Mana Yang Nekat Siarin Film <i>G30S/PKI </i>

TV Mana Yang Nekat Siarin Film G30S/PKI

Politik20 September 2017 09:37

Indonesia Siap Saingi Finlandia

Indonesia Siap Saingi Finlandia

Olahraga20 September 2017 08:45

Kopassus Gelar Nobar G30S/PKI, Masyarakat Cijantung Antusias