Rita Widyasari

Sepekan Berkeliling Negeri Sakura (3)

Politisi Senior Jepang Terkesan Dengan Jokowi

Dunia  KAMIS, 31 AGUSTUS 2017 , 08:21:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Politisi Senior Jepang Terkesan Dengan Jokowi

Kartika Sari dan Toshihiro Nikai/RM

RMOL. Tak sekadar indah, kaya dan modern, Jepang adalah negara yang terkenal dengan budaya kerja keras dan disiplin. Wartawan Rakyat Merdeka Kartika Sari yang diundang Kementerian Luar Negeri (Ministry of Foreign Affairs/MOFA) Jepang, berkeliling Negeri Sakura selama satu pekan. Selain mewawancarai politisi senior dari partai berkuasa, Liberal Democratic Party (LDP), Rakyat Merdeka juga bertemu masyarakat lokal serta singgah ke beberapa tempat pariwisata di Tokyo dan Hakodate. Berikut ini laporannya.
Hari yang ditunggu-tunggu itu akhirnya datang juga. Selasa (22/8) petang, saya dijadwalkan mewawancarai Toshihiro Nikai. Nikai adalah politisi senior yang sangat disegani dan dihormati. Jabatannya adalah Sekretaris Jenderal (Sekjen) Liberal Democratic Party (LDP), partai yang kini berkuasa di Jepang.

Saya sangat beruntung mendapat kesempatan mewawancari Nikai secara eksklusif. Di tengah kesibukannya yang luar biasa, Nikei menerima saya di kantornya, Gedung LDP di Tokyo. Meski partai berkuasa dan sering memenangi pemilu, namun gedung markas LDP terbilang sederhana.

Sore itu, banyak tamu yang antre ingin bertemu Nikei. Saya dijadwalkan diterima politisi kelahiran 17 Februari 1939 itu pukul 17:00. Namun karena banyaknya tamu, saya harus menunggu sekitar 30 menit di sebuah ruang rapat yang lumayan luas. Di sekeliling dinding ruangan, terpampang foto para tokoh yang pernah menjabat Ketua Umum LDP.

LDP adalah partai tua yang sudah sering memenangi pemilu, sehingga mayoritas ketua umumnya pernah menduduki kursi Perdana Menteri (PM). Beberapa dari mereka yang saya kenal dan wajahnya familiar adalah mantan PM Taro Aso, Junichiro Koizumi, Yasuo Fukuda dan PM yang kini sedang menjabat, Shinzo Abe.

Sekitar pukul 17:30, akhirnya Nikai menemui saya. Dia didampingi anggota DPR dari Partai LDP, Fukui Teru. Sambil tersenyum, Nikai menyapa dan menyalami saya. “Nice to meet you. Welcome to Tokyo,” sapanya dalam bahasa Inggris. Sore itu, Nikai mengenakan stelan jas hitam. Dengan ramah dia mempersilakan saya duduk. Sorot matanya tajam. Wajahnya tampak teduh. Dari penampilan dan cara berbicaranya, Nikai tergambar sebagai sosok politisi senior yang sangat berwibawa dan disegani. Kam duduk berhadap-hadapan.

Aiko Sugita mendampingi saya sebagai penerjemah. Sebab, wawancara dilakukan dalam bahasa Jepang. Berikut ini petikannya.

Hubungan Indonesia-Jepang tahun depan berusia 60 tahun. Sebagai partai besar yang berkuasa, bagaimana LDP melihat hubungan diplomatik kedua negara? Apakah sudah baik atau ada yang harus ditingkatkan lagi?

Menurut saya, Indonesia dan Jepang menjadi sahabat yang sangat dekat. Hubungan ini sangat signifikan bagi kami dan kedua negara. Tentu saja, di bidang politik, ekonomi, perdagangan dan investasi, kedua negara saling membutuhkan. Tidak hanya di sektor yang tadi saya sebutkan saja, tapi jiga ada interaksi secara kultural dan pertukaran Sumber Daya Manusia (SDM). Juga di bidang pariwisata. Intinya, hubungan antara Jepang dan Indonesia sudah meliputi semua sektor. Ini semua sangat penting bagi kedua negara.

Apalagi keduanya sama-sama negara yang rawan bencana (gempa bumi dan tsunami-red). Kami berharap, kedua negara memiliki kerja sama mengenai sektor mitigasi bencana.

Tadi saya ikut menghadiri jumpa pers mengenai Summit Hari Tsunami Dunia yang akan melibatkan para pelajar. Apakah ini ide Anda?


Iya betul, itu ide saya. Sekitar dua jam sebelumnya, saya memang bertemu Nikai di acara jumpa pers Peringatan Hari Tsunami Dunia yang digelar di Gedung Parlemen di Tokyo, bersama para jurnalis lokal. Saya diundang Nikai menghadiri jumpa pers tersebut dan hanya satu-satunya jurnalis asing di sana. Nikai saat itu tampil sebagai salah satu narasumber. Namun, kami tidak sempat bertegur sapa.

Nikai juga dikenal sebagai politisi yang sangat peduli akan bahaya tsunami. Pasca bencana tsunami menimpa Prefektur Miyagi pada 11 Maret 2011 yang menewaskan ribuan orang, dia rajin berkampanye agar masyarakat menyadari betapa dahsyatnya bahaya bencana alam tersebut sehingga mereka harus tahu bagaimana cara melindungi dan menyelamatkan diri.

Indonesia dan Jepang merupakan negara yang rentan mengalami bencana
alam, terutama gempa bumi dan tsunami. Apakah anda pernah melakukan kerja sama dengan pemerintah Indonesia untuk mencari upaya melindungi rakyat kedua negara dari bencana alam?

Seingat saya belum ada kerja sama yang signifikan antar kedua negara mengenai mitigasi bencana. Memang ada pejabat dari Kementerian Perhubungan di Jepang yang menangani mitigasi bencana.

Tapi sepengetahuan saya, di tingkat antar masyarakat internasional, belum ada kerja sama mengenai mitigasi bencana. Masing-masing negara tentunya punya langkah sendiri dalam menangani bencana. Namun, belum ada kerja sama mengenai hal ini. Lalu kami menciptakan ide untuk mengadakan summit (Peringatan Hari Tsunami Dunia yang akan digelar di Prefektur Okinawa, Jepang, pada 5 November 2017-red) dan berbagai pertemuan supaya saling bertemu dan berdiskusi.

Dalam jumpa pers tadi, anda juga mengajak pelajar SMA. Apakah ini cara Anda untuk menyebarkan kesadaran kepada masyarakat, betapa pentingnya menghindari jatuhnya korban lebih banyak serta cara bertahan hidup pasca bencana tsunami?

Iya, itu betul sekali.

Selain menjadi Sekjen LDP, Anda juga menjabat sebagai Ketua Liga Parlemen Jepang-Indonesia. Kerja sama apa saja yang sudah dilakukan antar partai di kedua negara, terutama di bidang politik?

Sejujurnya selama ini Liga Parlemen Jepang-Indonesia belum melakukan kegiatan atau kerja sama yang signifikan. Kami berharap, ke depannya akan ada kerja sama yang aktif di antara kedua negara.

Memang saat ini sudah terjalin baik hubungan diplomatik di antara kedua negara, namun ini masih di tingkat nasional. Tapi belum begitu memadai di tingkat masyarakat. Kami punya beberapa rencana untuk meningkatkan hubungan antara masyarakat kedua negara.

Anda juga menjadi penasihat kehormatan Komite peringatan 60 tahun hubungan Indonesia-Jepang. Rangkaian kegiatan apa saja yang akan dilakukan untuk memperingati hari besar tersebut?


Sebetulnya acara peringatan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Jepang ini diketuai Bapak Fukuda (mantan PM Jepang Yasuo Fukuda-red). Kami selaku partai penguasa, LDP, akan mem-back up semua project yang dilaksanakan panitia supaya lancar. Kami siap membantu Bapak Fukuda.

Kapan Anda terakhir berkunjung ke Indonesia untuk bertemu pejabat atau politisi di Jakarta?

Terakhir saya ke Indonesia tahun 2015 dan bertemu dengan Bapak Presiden Jokowi tahun 2015. Saat itu, saya menerima penghargaan kehormatan langsung dari Pak Jokowi.

Bagaimana perasaan Anda mendapat penghargaan dari pemerintah Indonesia yang diberikan langsung oleh Presiden Jokowi?


Ya, tentu saja saya sangat senang. Saya merasa peranan dan tanggung jawab saya sangat penting dalam mengaktifkan kerja sama serta hubungan Indonesia dengan Jepang. Penghargaan ini merupakan kehormatan bagi saya.

Sebagai informasi, Bintang Jasa Utama dianugerahkan Presiden RI Joko Widodo kepada Toshihiro Nikai dengan Keputusan Presiden Nomor 84/TK/Tahun 2015 Tanggal 7 Agustus 2015, karena jasanya meningkatkan hubungan bilateral Indonesia-Jepang. Bintang Jasa Utama adalah medali sipil yang diberikan oleh Pemerintah Republik Indonesia kepada mereka yang berjasa luar biasa pada bidang atau peristiwa tertentu di luar bidang militer. Pemberian Bintang Jasa Kehormatan itu dilakukan langsung oleh Jokowi di Istana Negara pada 23 September 2015.

Bagaimana kesan Anda bertemu Presiden Jokowi ketika menerima penghargaan Bintang Jasa Utama?

Saya sangat terkesan dengan Pak Jokowi. Menurut saya, beliau adalah pemimpin yang hebat. Beliau saya lihat sangat handal dan layak memimpin negara sehebat Indonesia. Dan saya berkeinginan untuk melanjutkan hubungan yang erat antara kedua negara ini.

Apakah Anda juga pernah bertemu politisi atau pimpinan partai politik misalnya dari Golkar, PDI-P atau yang lain?


Pernah ada, saat para pejabat Indonesia tersebut berkunjung ke Jepang.

Pernah bertemu Ibu Megawati atau Bapak Prabowo?

Iya, saya pernah bertemu dengan Ibu Megawati. Tapi dengan Bapak
Prabowo, seingat saya belum pernah bertemu.

Topik lain mengenai kondisi politik di Jepang pasca reshuffle kabinet yang belum lama ini dilakukan PM Shinzo Abe. Apakah reshuffle kabinet tersebut akan membuat popularitas PM Shinzo Abe kembali naik?

Menurut saya, setiap pemerintah mengadakan reshuffle kabinet, dukungan dari rakyat selalu meningkat.

Anda yakin di bawah kepemimpinan PM Abe, hubungan Jepang-Indonesia akan semakin baik?

Iya, saya memiliki ekspektasi tinggi bahwa hubungan kedua negara akan terus membaik. Namun, hubungan ini membutuhkan pendekatan dari kedua negara untuk mencapai ke tingkat yang lebih baik.

Soal kerja sama ekonomi dan bisnis, banyak investor Jepang yang menanamkan modalnya di Indonesia. Anda optimistis kerja sama ini akan terus meningkat?

Iya, tentu saja.

Pertanyaan terakhir, mengenai dominasi China di bidang ekonomi dan politik di banyak negara. Bagaimana Jepang menyikapi masalah ini? Menurut Anda, apakah dominasi China tersebut mengancam Jepang? Termasuk dalam isu konflik Laut China Selatan...


Saya pikir, kami tidak mau mengakui adanya ancaman China di bidang politik karena terlalu dekat secara geografis. Kami merasa sekarang ini adalah era damai. Tapi jika mereka merasa ini sebaliknya, itu urusan mereka. Bahwa mereka banyak melakukan ancaman, itu memang betul. Namun, kami ingin melakukan (diplomasi) dengan damai dan sesuai hukum internasional.

Anggota DPR dari Partai LDP, Fukui Teru, melengkapi keterangan Nikai.

Ada sebuah konsep, yaitu diplomatik ala Bapak Nikai. Maksud dari konsep itu, beliau selaku salah satu pemimpin partai yang punya pengaruh besar dalam politik di Jepang, memiliki kesempatan bertemu para tokoh politik dan pejabat China, Korea Selatan dan negara lain seperti Amerika Serikat.

Bapak Nikai berusaha memahami dan menilai sifat para pejabat dan politisi tersebut untuk membangun kepercayaan terhadap dua negara, melalui metodenya sendiri. Menurut kami, cara ini sangat penting dan kami sangat mengapresiasi harian Rakyat Merdeka berkesempatan mewawancarai Bapak Nikai yang memiliki konsep istimewa ini. ***
Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
100%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Rizieq Pulang, Polisi Tunggu Di Bandara

Rizieq Pulang, Polisi Tunggu Di Bandara

, 21 SEPTEMBER 2017 , 21:00:00

Konten Mahal, Operator TV Kabel Menjerit

Konten Mahal, Operator TV Kabel Menjerit

, 21 SEPTEMBER 2017 , 17:00:00

Unpad-RMOL dalam Kerangka Pentahelix

Unpad-RMOL dalam Kerangka Pentahelix

, 20 SEPTEMBER 2017 , 14:10:00

Apresiasi Keterbukaan Informasi Bank DKI

Apresiasi Keterbukaan Informasi Bank DKI

, 20 SEPTEMBER 2017 , 05:05:00

Bijak Menggunakan Internet

Bijak Menggunakan Internet

, 20 SEPTEMBER 2017 , 15:23:00

Misbakhun Aktor Di Balik Penggembosan KPK dan Setya Novanto
Jokowi Harus Panggil Gatot Soal Penayangan Film G30S/PKI
TV Mana Yang Nekat Siarin Film <i>G30S/PKI </i>

TV Mana Yang Nekat Siarin Film G30S/PKI

Politik20 September 2017 09:37

Indonesia Siap Saingi Finlandia

Indonesia Siap Saingi Finlandia

Olahraga20 September 2017 08:45

Kopassus Gelar Nobar G30S/PKI, Masyarakat Cijantung Antusias