Rita Widyasari

Balongub Jateng: Dana Lumpsum PNS Di Jateng Terlalu Rendah

Dunia  KAMIS, 31 AGUSTUS 2017 , 08:40:00 WIB | LAPORAN: WIDYA VICTORIA

Balongub Jateng: Dana Lumpsum PNS Di Jateng Terlalu Rendah

Dede Sudiro/Dok

RMOL. Dana lumpsum PNS Jawa Tengah (Jateng) sebesar Rp 370 ribu untuk seluruh golongan dinilai masih tidak mencukupi kebutuhan perjalanan dinas, bahkan sering kali akhirnya mereka nombok biaya.
"Kesejahteraan PNS di Jawa Tengah terlalu jomplang dibandingkan DKI Jakarta. Biaya lumpsum sebesar itu kerapkali tidak mencukupi kebutuhan perjalanan dinas. Hal ini menjadikan kinerja PNS menjadi tidak maksimal," ujar anggota DPRD Jateng Fraksi PDI Perjuangan, Dede Indra Permana Sudiro di Jakarta.

Oleh sebab itu, ia mengusulkan sebuah perubahan dalam penetapan biaya lumpsum bagi PNS. Perubahan tersebut dikatakan Dede akan diupayakan bila dirinya diamanahi untuk memimpin Jawa Tengah dalam periode 2018-2023 mendatang.

Sebagai perangkat negara, Dede ingin PNS fokus dalam melaksanakan tugas dan fungsinya melayani masyarakat tanpa terbeban oleh masalah biaya lumpsum atau tunjangan lainnya.

"Ya, tentunya kita ingin agar kinerja PNS di Jateng ini meningkat. Oleh sebab itu, perhitungan standar biaya lumpsum dihitung secara detil menggunakan prinsip kewajaran sehingga setiap pegawai yang melakukan perjalanan dinas tidak sampai harus nombok, namun juga jangan sampai," jelas bakal calon wakil gubernur Jateng ini.

Dibandingkan dengan PNS di DKI Jakarta, Dede menilai kinerja PNS di Jateng belum memuaskan. Dirinya menerima laporan masih banyak yang mengeluhkan soal pendapatan, rendahnya kualitas pelayanan terhadap masyarakat, bahkan ada pula yang bekerja tidak transparan.

Tanpa adanya pembenahan, Dede kuatir tingkat kepercayaan dan kepuasan masyarakat terhadap kinerja PNS terus menurun hingga lebih memilih menggunakan jasa pihak ketiga (calo) dalam mengurus keperluan mereka.

"Di Jakarta, dana lumpsumnya mencapai Rp 530 ribu. Dana tersebut dirasa sudah cukup untuk mendanai kebutuhan operasional mereka dalam menjalankan tugas sehingga kinerja mereka optimal dan keluhan masyarkat kian menurun. Berbeda hal dengan yang terjadi di Jawa Tengah," paparnya.

Oleh sebab itu, pengusaha muda ini meyakini akan mampu meningkatkan kinerja PNS di Jateng melalui perbaikan birokrasi dan memperhatikan tunjangan- tunjangan PNS secara adil.[wid]
Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Rizieq Pulang, Polisi Tunggu Di Bandara

Rizieq Pulang, Polisi Tunggu Di Bandara

, 21 SEPTEMBER 2017 , 21:00:00

Konten Mahal, Operator TV Kabel Menjerit

Konten Mahal, Operator TV Kabel Menjerit

, 21 SEPTEMBER 2017 , 17:00:00

Unpad-RMOL dalam Kerangka Pentahelix

Unpad-RMOL dalam Kerangka Pentahelix

, 20 SEPTEMBER 2017 , 14:10:00

Apresiasi Keterbukaan Informasi Bank DKI

Apresiasi Keterbukaan Informasi Bank DKI

, 20 SEPTEMBER 2017 , 05:05:00

Bijak Menggunakan Internet

Bijak Menggunakan Internet

, 20 SEPTEMBER 2017 , 15:23:00

Misbakhun Aktor Di Balik Penggembosan KPK dan Setya Novanto
Jokowi Harus Panggil Gatot Soal Penayangan Film G30S/PKI
TV Mana Yang Nekat Siarin Film <i>G30S/PKI </i>

TV Mana Yang Nekat Siarin Film G30S/PKI

Politik20 September 2017 09:37

Indonesia Siap Saingi Finlandia

Indonesia Siap Saingi Finlandia

Olahraga20 September 2017 08:45

Kopassus Gelar Nobar G30S/PKI, Masyarakat Cijantung Antusias