Rita Widyasari

SEPEKAN BERKELILING NEGERI SAKURA (5)

Tur Ke Imperial Palace Yang Keren, Gratis Lho...

Dunia  MINGGU, 03 SEPTEMBER 2017 , 12:49:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Tur Ke Imperial Palace Yang Keren, Gratis Lho...

Foto: RM

RMOL. Tak sekadar indah, kaya dan modern, Jepang adalah negara yang terkenal dengan budaya kerja keras dan disiplin. Wartawan Rakyat Merdeka Kartika Sari yang diundang Kementerian Luar Negeri (Ministry of Foreign Affairs/MOFA) Jepang, berkeliling Negeri Sakura selama satu pekan. Selain mewawancarai politisi senior dari partai berkuasa, Liberal Democratic Party (LDP), Rakyat Merdeka juga bertemu masyarakat lokal serta singgah ke beberapa tempat pariwisata di Tokyo dan Hakodate. Berikut ini laporannya.
Belum lengkap dan seru rasanya kalau jalan-jalan ke Tokyo tanpa mampir ke Imperial Palace, Istana Kekaisaran Jepang. Imperial Palace yang berlokasi di jantung kota Tokyo, menjadi salah satu objek yang dicari wisatawan saat traveling ke Negeri Sakura.

Saya beruntung mendapat kesempatan untuk berkeliling kompleks Imperial Palace. Selasa (22/8) pagi. Di pagi yang cerah itu, didampingi staf Kementerian Luar Negeri Jepang Kazuho Yoshida dan penerjemah Aiko Sugita, saya tour around kompleks
kediaman Kaisar Akihito dan keluarganya itu. Kami disambut Mouri Seiji, staf Bagian Pers dan Tata Usaha Imperial Palace.

Pagi itu pukul 10:00, sinar matahari mulai membakar kulit. Udara terasa panas dengan suhu sekitar 32 derajat celcius. Keringat bercucuran membasahi wajah dan sekujur tubuh. Namun, semua itu terobati indahnya pemandangan di sekeliling Imperial Palace. Pohon-pohon rindang dan taman bunga yang indah, menghiasai kompleks bangunan bersejarah itu. Dengan sabar dan penuh semangat, Seiji yang berperawakan tinggi, menjelaskan satu per satu bangunan yang ada di sekitar kompleks Imperial Palace.

Imperial Palace adalah sebuah area yang sangat luas dan dan dikelilingi oleh aliran sungai. Di dalam kawasan Imperial Palace, terdapat sebuah bangunan bernama Edo Castle, yang pernah dijadikan istana pemerintahan Shogun Tokugawa yang berkuasa pada tahun 1603 sampai 1867. Menurut situs resmi Imperial Castle, Edo Castle yang dulunya Istana Shogun berubah nama menjadi The Palace Castle (Kyujo) pada tahun 1868. Lalu sejak tahun 1888-1948 resmi berganti nama menjadi The Imperial Palace atau Istana Kekaisaran.

Seiji, PNS yang sudah mengabdi kepada keluarga Kaisar selama 13 tahun itu
menerangkan, Imperial Palace terbuka untuk umum setiap hari Selasa, Rabu, Kamis, Sabtu dan Minggu. Sementara setiap hari Senin dan Jumat tutup. “Nah pada saat Imperial Palace ditutup. untuk umum, biasanya Kaisar dan Permaisuri keluar istana untuk jalan-jalan di sekitar taman,” ujar Seiji.

Berapa jumlah turis yang berkunjung ke Imperial Palace? Menurut Seiji, rata-rata Istana Kekaisaran Jepang dikunjungi sekitar 1.500.000 turis per tahun. Dari jumlah tersebut, sebanyak 40 persen adalah turis asing, di mana 17 persennya berasal dari negara-negara di Asia Tenggara. Turis yang berkunjung ke Imperial Palace tidak dikenakan biaya alias gratis.

“Pada musim semi dan musim gugur, biasanya jumlah turis yang datang lebih banyak. Mungkin karena cuacanya lebih bagus dan udaranya sejuk. Tidak terlalu panas,” katanya.

Seiji menjelaskan, jumlah staf yang bekerja Imperial Palace sebanyak 1.000 orang. Sekitar 500-600 orang di antaranya adalah penjaga Kaisar dan petugas di bagian taman. Adapun jumlah total anggaran untuk biaya operasional Istana Kekaisaran serta gaji para staf adalah 17 miliar yen per tahun. “Anggarannya berasal dari APBN,” kata Seiji.

Di area Imperial Palace, terdapat beberapa objek yang menarik untuk dilihat. Antara lain Imperial Residence, The Fukiage Omiya, Gedung Imperial Household Agency, The Imperial Palace East Gardens, Jembatan Nijubashi yaitu dua jembatan yang menghubungkan ke pintu masuk dan dan sebuah benteng pertanahanan yang
bernama Menara Edo.

Sayangya, bangunan istana ini tidak terbuka untuk umum, Namun pada
tanggal-tanggal tertentu, pengunjung bisa masuk ke dalamnya. Seperti pada
tanggal 2 Januari saat digelar acara New Years Gathering dan pada 23 Desember
yang bertepatan dengan ulang tahun Kaisar yang juga ditetapkan sebagai
hari libur nasional. Nah, pada saat itulah para pengunjung bisa masuk dan melihat
Kaisar Akihito dan keluarga.

“Pada perayaan Tahun Baru dan Ulang Tahun Kaisar, biasanya Kaisar Akihito beserta Permaisuri muncul ke hadapan publik. Pada saat itulah rakyat Jepang atau pengunjung Istana melambaikan tangan kepada Kaisar. Kaisar dan keluarga lalu membalas lambaian tangan dari rakyat atau turis yang datang,” terang Seiji.

Saya bertanya apakah ada pejabat tinggi dari Indonesia yang bertemu Kaisar di Imperial Palace? Menurut Seiji, ada beberapa pejabat dari Indonesia yang diterima Kaisar Akihoto, baru-baru ini. Antara lain Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana yang berkunjung pada Maret 2015.

“Ini foto Presiden Jokowi dan Ibu Negara saat diterima Kaisar,” ujarnya sambil menunjukkan foto Presiden Indonesia dan Ibu Negara bersama Kaisar Akihito dan Permaisuri dari handphone-nya.

Senang Musik Klasik

Di sela-sela tur, saya melihat beberapa polisi berpatroli keliling kompleks Imperial Palace dengan sepeda. Mereka wara-wiri berkeliling di sekitar taman dan tempat yang didatangi para turis. Suasana pagi itu lumayan ramai. Sejumlah turis asing dari berbagai negara, datang secara grup. Beberapa di antaranya membawa payung atau memakai topi untuk menghindari sengatan sinar matahari.

Kami berhenti sejenak di depan sebuah bangunan. Menurut Seiji, bangunan itu adalah gedung konser bergaya tradisional berkapasitas 200 tempat duduk.

“Biasanya Kaisar dan keluarga datang ke sini untuk menonton konser musik orkestra,” katanya.

Menurut Seiji, Kaisar Akihoto yang kini berusia 83 tahun dan Permaisuri yang berusia 82 tahun, sangat senang mendengarkan musik tradisional Jepang dan bermain piano.

Mau tahu apa hobi lainnya Kaisar Akihito dan Permaisuri? Mereka ternyata gemar makan curry dan bermain tenis meja. “Dulu Kaisar dan Permaisuri saat masih muda sering bermain tenis meja bersama,” kisah Seiji.

Kaisar Akihito mulai naik tahta pada Januari 1989 setelah ayahnya, Kaisar Shōwa (Hirohito), meninggal dunia.

Kaisar Akihito memiliki tiga anak, yaitu dua anak laki-laki dan satu anak perempuan. Putra mahkotanya adalah Pangeran Naruhito. Status Kaisar Jepang saat ini hanya sebatas simbol negara sejak Konstitusi tahun 1947, tanpa memiliki kewenangan politik.(Bersambung)
Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Rizieq Pulang, Polisi Tunggu Di Bandara

Rizieq Pulang, Polisi Tunggu Di Bandara

, 21 SEPTEMBER 2017 , 21:00:00

Konten Mahal, Operator TV Kabel Menjerit

Konten Mahal, Operator TV Kabel Menjerit

, 21 SEPTEMBER 2017 , 17:00:00

Unpad-RMOL dalam Kerangka Pentahelix

Unpad-RMOL dalam Kerangka Pentahelix

, 20 SEPTEMBER 2017 , 14:10:00

Apresiasi Keterbukaan Informasi Bank DKI

Apresiasi Keterbukaan Informasi Bank DKI

, 20 SEPTEMBER 2017 , 05:05:00

Bijak Menggunakan Internet

Bijak Menggunakan Internet

, 20 SEPTEMBER 2017 , 15:23:00

Misbakhun Aktor Di Balik Penggembosan KPK dan Setya Novanto
Jokowi Harus Panggil Gatot Soal Penayangan Film G30S/PKI
TV Mana Yang Nekat Siarin Film <i>G30S/PKI </i>

TV Mana Yang Nekat Siarin Film G30S/PKI

Politik20 September 2017 09:37

Indonesia Siap Saingi Finlandia

Indonesia Siap Saingi Finlandia

Olahraga20 September 2017 08:45

Kopassus Gelar Nobar G30S/PKI, Masyarakat Cijantung Antusias