Rita Widyasari

SEPEKAN BERKELILING NEGERI SAKURA (7)

Wartawan Jepang Terkesan Ikut Jokowi Blusukan & Liput Banjir

Dunia  SELASA, 05 SEPTEMBER 2017 , 06:57:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

RMOL. Tak sekadar indah, kaya dan modern, Jepang adalah negara yang terkenal dengan budaya kerja keras dan disiplin. Wartawan Rakyat Merdeka Kartika Sari yang diundang Kementerian Luar Negeri (Ministry of Foreign Affairs/MOFA) Jepang, berkeliling Negeri Sakura selama satu pekan. Selain mewawancarai politisi senior dari partai berkuasa, Liberal Democratic Party (LDP), Rakyat Merdeka juga bertemu masyarakat lokal serta singgah ke beberapa tempat pariwisata di Tokyo dan Hakodate. Berikut ini laporannya.
Bertugas sebagai koresponden di Indonesia selama hampir tiga tahun, menjadi kenangan yang tak akan terlupakan bagi Makiko Yanada, wartawan senior surat kabar Jepang, The Yomiuri Shimbun. Yanada masih mengingat beberapa peristiwa penting dan tempat-tempat yang pernah didatanginya saat liputan beberapa
tahun lalu.

Saat ditemui di kantornya yang megah\ di jantung kota Tokyo, Jumat (25/8) siang, Yanada tampak bersemangat menceritakan saat-saat indah dan kesibukannya
ngepos di Jakarta.

“Perjalanan hampir selama tiga tahun yang sangat menyenangkan di Indonesia. Saya mulai bertugas sebagai koresponden The Yomiuri Shimbun di Indonesia bulan Mei 2011 hingga awal tahun 2014,” kisahnya.

Sebagai informasi, The Yomiuri Shimbun adalah surat kabar terbesar di Negeri Matahari Terbit dengan oplah sebanyak 9 juta eksemplar per hari. Jumlah oplah tersebut adalah yang terbesar di dunia. Koran terkemuka itu terbit dua kali dalam sehari, yaitu di pagi hari dan sore hari.

Sebagai koresponden, kisah Yanada, jenis liputannya selama bertugas di Indonesia sangat beragam. Mulai dari peristiwa politik seperti kampanye, kongres partai politik, bencana alam banjir dan gempa bumi, pertemuan bisnis, liputan diplomatik di Kementerian Luar Negeri, kantor pusat ASEAN hingga Istana Kepresidenan.

“Selain di Indonesia, saya juga merangkap menjadi koresponden di Australia dan negara-negara Pasifik seperti Kepulauan Solomon dan Nauru. Saya juga sudah pernah berkunjung ke negara-negara anggota ASEAN, kecuali Laos,” jelasnya seraya menambahkan bahwa selama berkarier sebagai jurnalis, dia sudah pernah travelling ke lebih dari 20 negara.

Liputan apa yang paling mengesankan sebagai koresponden di Indonesia? Yanada mencoba mengingat-ingat. Dia berpikir sejenak. “Hmmm.... salah satu liputan dan peristiwa menarik yang sangat mengesankan saya adalah saat ikut blusukan dengan Pak Jokowi untuk berkampanye. Saat itu Pak Jokowi masih sebagai Walikota Solo dan dicalonkan menjadi Gubernur berpasangan dengan Pak Ahok,” kenangnya.

Menurut Yanada, saat itu pasangan Jokowi-Ahok sangat populer dengan kemeja kotak-kotak. “Seingat saya, waktu itu Pak Jokowi blusukan ke wilayah Cilandak, Jakarta Selatan. Saat itu Pak Jokowi menemui warga dan membahas penyelesaian kasus pembebasan tanah buat proyek jalan tol. Saya sangat terkesan bisa ikut Pak Jokowi berkampanye dan blusukan menemui warga,” ungkapnya.

Peristiwa lainnya yang masih diingat Yanada adalah saat Jakarta kebanjiran. Dia masih ingat betul saat dirinya baru tiba di Jakarta, kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, terendam banjir.

“Bencana banjir itu kejadiannya persis sehari sebelum Perdana Menteri Jepang Pak Shinzo Abe datang ke Jakarta,” kisah Yanada.

Sayangnya, kata Yanada, dia harus kembali ke Tokyo pada awal tahun 2014,
beberapa bulan sebelum Pemilu Presiden (Pilpres) di Indonesia berlangsung sehingga tidak sempat ikut meliput atau menyaksikan semaraknya kampanye.

“Saya sangat menyesal tidak bisa ikut meliput kampanye Pilpres di negara anda. Tapi saya sempat ikut meliput saat Ketua Umum PDIP Ibu Megawati mencalonkan Pak Jokowi sebagai capres. Saya juga meliput saat Partai Gerindra mencalon Bapak Prabowo Subianto sebagai capres untuk melawan Pak Jokowi. Jadi saya hanya sempat ikut meliput hiruk pikuk pra kampanye Pilpres saja,” ungkapnya.

Menurutnya, dia kembali bertemu Jokowi di Tokyo, awal tahun 2015 untuk kunjungan kenegaraan dan bertemu dengan PM Shinzo Abe. Saat itu, Jokowi
sudah naik pangkat menjadi presiden.

“Ada yang berbeda dari penampilan Pak Jokowi setelah menjadi presiden. Waktu beliau berkunjung ke Tokyo, wow... saya bangga dan terkesan karena Pak Jokowi saat itu tampil lebih rapi dan formal. Tidak lagi memakai kemeja kotak-kotak atau tampil casual seperti saat kampanye menjadi calon Gubernur DKI Jakarta,” ungkap Yanada.

Yanada mengaku sangat beruntung karena selama hampir 2,5 tahun di Indonesia,
dia sudah mengunjungi banyak tempat di berbagai daerah. “Saya sudah pernah berkunjung dari Sabang sampai Merauke. Kebanyakan trip saya untuk liputan. Misalnya ke Aceh untuk meliput kondisi di sana pasca bencana tsunami. Lalu saya ke Merauke di Papua untuk meliput proyek pelabuhan yang dibangun China,” katanya.

Apakah isu perpolitikan di Indonesia membuat dia pusing? ”Iya, terus terang saja terkadang bikin saya pusing. Menurut saya, pola pikir politisi dan masyarakat di Indonesia, agak mirip dengan di Jepang di masa lalu.

Di Indonesia, para politisinya lebih mementingkan popularitas daripada kualitas partai. Sedangkan di Jepang tidak begitu. "Mungkin yang masih mirip kondisi di Indonesia saat ini hanya di Provinsi Gunma saja, di mana masyarakatnya lebih memilih calon pemimpin yang populer,” beber Yanada yang saat ini tinggal di Prefektur Gunma.

Dari Prefektur Gunma ke Tokyo, ditempuh selama dua jam dengan naik kereta Shinkasen.(Bersambung)
Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Rizieq Pulang, Polisi Tunggu Di Bandara

Rizieq Pulang, Polisi Tunggu Di Bandara

, 21 SEPTEMBER 2017 , 21:00:00

Konten Mahal, Operator TV Kabel Menjerit

Konten Mahal, Operator TV Kabel Menjerit

, 21 SEPTEMBER 2017 , 17:00:00

Unpad-RMOL dalam Kerangka Pentahelix

Unpad-RMOL dalam Kerangka Pentahelix

, 20 SEPTEMBER 2017 , 14:10:00

Apresiasi Keterbukaan Informasi Bank DKI

Apresiasi Keterbukaan Informasi Bank DKI

, 20 SEPTEMBER 2017 , 05:05:00

Bijak Menggunakan Internet

Bijak Menggunakan Internet

, 20 SEPTEMBER 2017 , 15:23:00

Misbakhun Aktor Di Balik Penggembosan KPK dan Setya Novanto
Jokowi Harus Panggil Gatot Soal Penayangan Film G30S/PKI
TV Mana Yang Nekat Siarin Film <i>G30S/PKI </i>

TV Mana Yang Nekat Siarin Film G30S/PKI

Politik20 September 2017 09:37

Indonesia Siap Saingi Finlandia

Indonesia Siap Saingi Finlandia

Olahraga20 September 2017 08:45

Kopassus Gelar Nobar G30S/PKI, Masyarakat Cijantung Antusias