Rita Widyasari

Kesandung Pajak, Koran Pengkritik Pemerintah Kamboja Gulung Tikar

Dunia  SELASA, 05 SEPTEMBER 2017 , 10:15:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Kesandung Pajak, Koran Pengkritik Pemerintah Kamboja Gulung Tikar

Foto/Net

RMOL. Harian independen The Cam­bodia Daily, kemarin, mengakh­iri penerbitannya setelah 24 tahun memberi informasi kepada masyarakat. Surat kabar yang dikenal tidak takut menyindir dan mengkritik pemerintahan berkuasa itu, terpaksa gulung tikar setelah pemerintah menag­ih pajak besar kepada pemilik koran tersebut.
Harian berbahasa Inggris ini menjadi andalan para ekspatriat untuk mengetahui kabar pemer­intahan Perdana Menteri (PM) Kamboja Hun Sen dari sisi lain.

"Kami mendapat tagihan pa­jak tak terduga. Sebesar 3,6 juta dolar AS (Rp 83,4 milar)," demikian pernyataan dewan redaksi Cambodia Daily.

Berembus kabar, surat kabar ini sengaja dibuat bangkrut karena pemerintah tidak suka dengan pemberitaan di koran tersebut.

Pemerintah Kamboja telah mengeluarkan ancaman akan menutup media, yang mereka anggap membahayakan stabili­tas di negara tersebut.

Pada Agustus lalu, Hun Sen, dikabarkan menghubungi penerbit Cambodia Daily dan mengatakan, jika pajak koran tersebut tidak dibayar dalam waktu 30 hari, maka mereka harus melakukan penutupan.

"Mungkin ada perselisihan antara Departemen Pajak dan pemilik Cambodia Daily terkait pajak. Umumnya masalah atau­pun perselisihan akan terjadi dan diselesaikan setelah audit dan negosiasi pribadi," tulis kolom editorial Cambodia Daily yang terakhir.

"Pihak Cambodia Daily di­minta melakukan pembayaran pajak astronomi, dituduh mem­bocorkan data dan menuliskan pernyataan yang salah."

Selain Cambodia Daily, me­dia independen lainnya, ter­masuk Radio Free Asia dan Voice of America, juga dilapork­an telah dituduh tidak mematuhi kewajiban perpajakan. Media tersebut dianggap sering me­laporkan topik yang memper­malukan pemerintah, seperti korupsi dan pelanggaran hak asasi manusia.

Departemen Luar Negeri AS mengatakan, pihaknya sangat prihatin dengan memburuknya iklim demokratis Kamboja da­lam beberapa pekan terakhir.

Namun, pemerintah setem­pat menyangkal kasus tersebut bersifat politis. Pemerintah ber­dalih, wartawan kritis memiliki kebebasan yang cukup besar di Kamboja. ***

Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Rizieq Pulang, Polisi Tunggu Di Bandara

Rizieq Pulang, Polisi Tunggu Di Bandara

, 21 SEPTEMBER 2017 , 21:00:00

Konten Mahal, Operator TV Kabel Menjerit

Konten Mahal, Operator TV Kabel Menjerit

, 21 SEPTEMBER 2017 , 17:00:00

Unpad-RMOL dalam Kerangka Pentahelix

Unpad-RMOL dalam Kerangka Pentahelix

, 20 SEPTEMBER 2017 , 14:10:00

Apresiasi Keterbukaan Informasi Bank DKI

Apresiasi Keterbukaan Informasi Bank DKI

, 20 SEPTEMBER 2017 , 05:05:00

Bijak Menggunakan Internet

Bijak Menggunakan Internet

, 20 SEPTEMBER 2017 , 15:23:00

Misbakhun Aktor Di Balik Penggembosan KPK dan Setya Novanto
Jokowi Harus Panggil Gatot Soal Penayangan Film G30S/PKI
TV Mana Yang Nekat Siarin Film <i>G30S/PKI </i>

TV Mana Yang Nekat Siarin Film G30S/PKI

Politik20 September 2017 09:37

Indonesia Siap Saingi Finlandia

Indonesia Siap Saingi Finlandia

Olahraga20 September 2017 08:45

Kopassus Gelar Nobar G30S/PKI, Masyarakat Cijantung Antusias