Rita Widyasari

Putra Duterte Disidang Soal Selundupan Sabu Rp 1,6 T

Dunia  SABTU, 09 SEPTEMBER 2017 , 08:10:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Putra Duterte Disidang Soal Selundupan Sabu Rp 1,6 T

Putra Presiden Filipina Rodrigo Duterte, Paolo Duterte/Net

RMOL. Putra Presiden Filipina Rodrigo Duterte, Paolo Duterte, dituding terlibat penyelundupan narkoba jenis sabu senilai Rp 1,7 triliun. Jika kabar ini benar, bakal jadi tamparan bagi perang melawan narkoba yang tengah dilancarkan sang presiden.
 Kemarin, Paolo Duterte, menghadiri panggilan Senat un­tuk mengklarifikasi dugaan dia terlibat dalam penyelundupan narkoba dari China senilai 125 juta dolar AS atau sekitar Rp 1,7 triliun.

Paolo mengatakan, tuduhan yang dialamatkan kepada di­rinya tidak berdasar. Kelompok oposisi sebelumnya meyakini, Paolo memberi kemudahan bagi masuknya kapal narkoba dari China ke pelabuhan Manila, seperti dilansir kantor berita Reuters.

Duterte sudah menyampaikan kepada anaknya untuk meng­hadiri panggilan Senat jika dia merasa tidak ada yang perlu disembunyikan.

"Saya tidak bisa menjawab tuduhan yang cuma 'katanya'," ujar Paolo yang menjabat Wakil Walikota Davao kepada Senat.

"Kehadiran saya di sini untuk rakyat Filipina dan sejawat di Davao tempat saya bertugas," kata dia.

Ayahnya sebelumnya adalah Walikota Davao selama lebih dari dua dekade sebelum terpilih jadi presiden tahun lalu.

Dalam sidang di Senat itu, senator Antonio Trillanes yang dikenal vokal mengkritik Du­terte, memperlihatkan sejumlah foto Paolo sedang bersama seorang pengusaha yang mem­bawa barang kiriman diduga berisi narkoba.

Mantu Duterte, Manases Car­pio yang juga dituding terlibat dengan penyelundupan narkoba dari China, mengatakan, dalam sidang, dia sama sekali tidak terlibat.

Duterte tentu saja membantah dengan tegas kabar tersebut. Dia balik menantang orang-orang yang melontarkan tuduhan untuk membuktikan omongan mereka. Duterte bahkan menyatakan siap mundur jika tuduhan tersebut ternyata terbukti benar.

"Saya tidak membela putra saya. Buktikan dan jika memang itu benar, saya akan mundur," ujarnya di hadapan publik saat menghadiri acara pembukaan pabrik panel surya Solar Philip­pines di Santo Tomas, Batangas.

"Jika ada keluarga saya yang terlibat korupsi, saya akan mun­dur dari jabatan saya sebagai presiden. Tidak ada alasan, tidak ada maaf," tegas presiden yang akrab disapa Digong itu.

Paolo adalah anak tertua Du­terte. Dia saat ini menjabat seba­gai Wakil Walikota Davao men­dampingi sang adik, Sara Duterte. Tudingan terhadap Paolo mencuat setelah makelar Bea Cukai, Mark Taguba, memberikan kesaksian di Senat, Selasa (22/8).

Dia mengaku memberikan uang 5 juta peso atau setara Rp 1,3 miliar kepada Dewan Penasi­hat Kota Davao Nilo Abellera Jr. Uang tersebut adalah pelicin agar pengiriman yang dilakukan kolega Taguba tak diperiksa di Bea Cukai. Taquba diberi tahu bahwa Abellera mewakili Paolo.

Taguba juga membayar kelompok di Davao yang dipimpin Paolo. Untuk satu kontainer, Taguba membayar 10 ribu peso (sekitar Rp 2,6 juta).

Bukti yang dimiliki Taguba hanyalah percakapan via pesan yang mencatut nama Paolo. Taguba mengakui, ada kemung­kinan bahwa nama Paolo sekadar digunakan untuk mempercepat masuknya barang selundupan.

Barang yang diselundupkan Taguba adalah sabu dari China senilai 6,4 miliar peso (Rp 1,7 triliun). Sabu-sabu seberat 604 ki­logram itu berhasil lolos dari Bea Cukai 17 Mei lalu dan tersimpan di gudang di kota Valenzuela.

Kasus tersebut terbongkar dan sabu-sabu kembali diamankan setelah petugas Bea dan Cukai (BOC) mendapat informasi dari pemerintah China.

Duterte menyerahkan sepenuhnya kasus itu kepada otoritas terkait. "Presiden yakin bahwa komisioner Bea Cukai yang baru ditunjuk akan mampu menyelesaikan masalah tersebut," pungkas Ernesto Abella, juru bicara kepresidenan. ***

Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Rizieq Pulang, Polisi Tunggu Di Bandara

Rizieq Pulang, Polisi Tunggu Di Bandara

, 21 SEPTEMBER 2017 , 21:00:00

Konten Mahal, Operator TV Kabel Menjerit

Konten Mahal, Operator TV Kabel Menjerit

, 21 SEPTEMBER 2017 , 17:00:00

Unpad-RMOL dalam Kerangka Pentahelix

Unpad-RMOL dalam Kerangka Pentahelix

, 20 SEPTEMBER 2017 , 14:10:00

Apresiasi Keterbukaan Informasi Bank DKI

Apresiasi Keterbukaan Informasi Bank DKI

, 20 SEPTEMBER 2017 , 05:05:00

Bijak Menggunakan Internet

Bijak Menggunakan Internet

, 20 SEPTEMBER 2017 , 15:23:00

Misbakhun Aktor Di Balik Penggembosan KPK dan Setya Novanto
Jokowi Harus Panggil Gatot Soal Penayangan Film G30S/PKI
TV Mana Yang Nekat Siarin Film <i>G30S/PKI </i>

TV Mana Yang Nekat Siarin Film G30S/PKI

Politik20 September 2017 09:37

Indonesia Siap Saingi Finlandia

Indonesia Siap Saingi Finlandia

Olahraga20 September 2017 08:45

Kopassus Gelar Nobar G30S/PKI, Masyarakat Cijantung Antusias