Rita Widyasari

PM Hun Sen Ancam Bubarkan Partai Oposisi

Dunia  SELASA, 12 SEPTEMBER 2017 , 10:10:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

PM Hun Sen Ancam Bubarkan Partai Oposisi

PM Hun Sen/Net

RMOL. Perdana Menteri Kamboja Hun Sen, kemarin, mengan­cam akan membubarkan partai oposisi jika mereka berkeras tetap membela dan mendu­kung politisi Kem Sokha.
Kem Sokha merupakan pamimpin partai oposisi. Kem Sokha ditahan pada 3 Septem­ber lalu dengan alasan ber­sekongkol untuk menjatuhkan pemerintah berkuasa dengan mengumpulkan dukungan dari Amerika Serikat. Kem Sokha juga dikenal sebagai rival kuat Hun Sen dalam dunia perpolitikan.

Penangkapan Kem Sokha sudah memicu kritikan dan kecaman dari sejumlah komu­nitas internasional. Penangka­pan tokoh politik opisisi anyar ini disebut sebagai upaya Hun Sen membungkan gerakan partai oposisi sekaligus me­mastikan posisinya di puncak kekuasaan untuk satu dekade lagi. Hun Sen sudah menjadi pemimpin Kamboja selama lebih dari 30 tahun. Partai opo­sisi Kamboja, CNRP, bertekad untuk tetap mendukung Kem Sokha. Mereka juga mengan­cam akan memboikot pemilu jika pemimpin mereka itu tidak segera dibebaskan.

Mendapat ancaman seperti itu, Hun Sen tidak berdiam diri.

"Jika CNRP melawan kepu­tusan pemerintah, mereka bisa saja dibubarkan. Mereka di­anggap sudah mendukung dan membela pengkhianat negara," ujar Hun Sen, kemarin, saat menghadiri upacara kelulusan di Phnom Penh.

"Tidak mungkin di negara demokrasi dibiarkan ada par­tai yang membela pengkhianat dan dibiarkan beroperasi begi­tu saja," sambung Hun Sen.

Anggota partai opisisi di parlemen pun memboikot voting untuk memastikan Kem Sokha sebagai pengkhianat negara.

"Ini bukan negara demokra­si jika pemimpinnya mencam­puri kegiatan perpolitikan," ujar Mu Sochua.

Meski parlemen tidak bisa memutuskan hukuman untuk Kem Sokha, Hun Sen bisa memutuskan sendiri hukuman kepada lawan politiknya. Bah­kan, sebelum penangkapan Kem Sokha, Hun Sen sudah terlebih dahulu mencabut imu­nitas Kem Sokha, sehingga dia bisa ditahan.

Sejauh ini, barang buk­ti yang menunjukkan Kem Sokha bersekongkol dengan AS hanya sebuah video yang direkam pada 2013. Dalam video tersebut tampak Kem Sokha dengan sejumlah warga AS membahas strategi untuk mendapat kemenangan.

Tim pengacara Kem Sokha membantah video ini diang­gap sebagai bukti pengkhi­anatan. Kem Sokha hanya melakukan diskusi politik dengan sejumlah pengamat politik asing. ***
Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Rizieq Pulang, Polisi Tunggu Di Bandara

Rizieq Pulang, Polisi Tunggu Di Bandara

, 21 SEPTEMBER 2017 , 21:00:00

Konten Mahal, Operator TV Kabel Menjerit

Konten Mahal, Operator TV Kabel Menjerit

, 21 SEPTEMBER 2017 , 17:00:00

Unpad-RMOL dalam Kerangka Pentahelix

Unpad-RMOL dalam Kerangka Pentahelix

, 20 SEPTEMBER 2017 , 14:10:00

Apresiasi Keterbukaan Informasi Bank DKI

Apresiasi Keterbukaan Informasi Bank DKI

, 20 SEPTEMBER 2017 , 05:05:00

Bijak Menggunakan Internet

Bijak Menggunakan Internet

, 20 SEPTEMBER 2017 , 15:23:00

Misbakhun Aktor Di Balik Penggembosan KPK dan Setya Novanto
Jokowi Harus Panggil Gatot Soal Penayangan Film G30S/PKI
TV Mana Yang Nekat Siarin Film <i>G30S/PKI </i>

TV Mana Yang Nekat Siarin Film G30S/PKI

Politik20 September 2017 09:37

Indonesia Siap Saingi Finlandia

Indonesia Siap Saingi Finlandia

Olahraga20 September 2017 08:45

Kopassus Gelar Nobar G30S/PKI, Masyarakat Cijantung Antusias