Rita Widyasari

ARSA Ajak Militer Myanmar Gencatan Senjata Sebulan

Dukung Bantuan Kemanusiaan Untuk Rohingya

Dunia  SELASA, 12 SEPTEMBER 2017 , 10:14:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

ARSA Ajak Militer Myanmar Gencatan Senjata Sebulan

Foto/Net

RMOL. Gerilyawan Arakan Rohingya Salvation Army (Tentara Penyelamatan Rohingya Arakan/ARSA) memutuskan melakukan gencatan senjata selama sebulan agar bantuan kemanusiaan bisa disalurkan kepada etnis Rohingya.
Gencatan senjata resmi dimulai kemarin, 10 September. Pengumuman luncurkan di Twit­ter ARSA, Minggu (10/9) ke­marin. Sekitar 300 ribu etnis Ro­hingya telah tiba di Bangladesh sejak pecah pertempuran antara ARSA dengan pasukan militer Myanmar sejak 25 Agustus lalu. Warga melarikan diri dari tempat tinggal mereka di Negara Bagian Rakhine dan menyeberang ke Bangladesh.

ARSA mendesak Pemerintah Myanmar untuk membantu korban tanpa memperhitungkan latar belakang mereka. Hingga saat ini, belum ada respons dari pihak militer Myanmar atas imbauan gencatan senjata. Namun kelompok ARSA yakin ajakan ini akan diterima militer Myanmar. Sebab banyak kelompok relawan kemanusiaan di Rakhine menyatakan apa yang dilakukan tentara Myanmar lebih mengarah kepada aksi pembersihan etnis, ketimbang operasi militer.

Menurut ARSA, kelompoknya sudah melakukan jalan terbaik untuk membantu para korban khususnya pengungsi Rohingya yang mengungsi tanpa difasili­tasi pemerintah, berbeda dengan warga Rakhine lainnya.

"ARSA sepenuhnya mendu­kung semua aktor kemanusiaan yang peduli untuk melanjutkan bantuan kemanusiaan mereka ke seluruh korban krisis kemanu­siaan, tak peduli latar belakang etnis atau agama selama periode gencatan senjata," ujar ARSA dalam pernyataannya.

ARSA juga mengajak mili­ter Myanmar juga melakukan hal yang sama. ARSA juga meminta agar militer Myanmar (Tatmadaw) memberi jalan agar bantuan kemanusiaan bisa sampai ke etnis Rohingya.

Perwakilan Federasi Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Dunia (IFRC) Joy Singhal mengatakan, gencatan senjata akan membantu pekerjaan mereka mengirim bantuan ke Rakhine jika dilakukan kedua belah pihak.

Dia mengatakan IFRC mengambil alih pekerjaan pengiriman bantuan ke Rakhine setelah Program Pangan Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa terpaksa menghentikan sementara kegia­tan mereka, sebab pemerintah Myanmar menuding kalau PBB membantu pemberontak.

Singhal mengatakan, pemerintah mengundang mereka mengirim bantuan. Namun, hal itu harus dilakukan di bawah pengawasan pemerintah, sehingga banyak orang Rohingya khawatir mereka tidak bakal menerima bantuan.

"Kami meminta keamanan di jalur pengiriman bantuan. Sebab kami bakal mengirim makanan, air minum, dan transportasi bagi orang-orang ke wilayah lebih aman," kata Joy.

Dalam dua pekan terakhir, ribuan rumah telah dibakar, puluhan desa luluhlantak dan ribuan orang berusaha berjalan menuju perbatasan Bangladesh untuk menyelamatkan diri.

Sejumlah badan bantuan kema­nusiaan dan komunitas setempat selama ini memberikan bantuan kepada ratusan ribu pengungsi Rohingya yang sebelumnya lari akibat gelombang kekerasan di Myanmar. ***
Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
100%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Rizieq Pulang, Polisi Tunggu Di Bandara

Rizieq Pulang, Polisi Tunggu Di Bandara

, 21 SEPTEMBER 2017 , 21:00:00

Konten Mahal, Operator TV Kabel Menjerit

Konten Mahal, Operator TV Kabel Menjerit

, 21 SEPTEMBER 2017 , 17:00:00

Unpad-RMOL dalam Kerangka Pentahelix

Unpad-RMOL dalam Kerangka Pentahelix

, 20 SEPTEMBER 2017 , 14:10:00

Apresiasi Keterbukaan Informasi Bank DKI

Apresiasi Keterbukaan Informasi Bank DKI

, 20 SEPTEMBER 2017 , 05:05:00

Bijak Menggunakan Internet

Bijak Menggunakan Internet

, 20 SEPTEMBER 2017 , 15:23:00

Misbakhun Aktor Di Balik Penggembosan KPK dan Setya Novanto
Jokowi Harus Panggil Gatot Soal Penayangan Film G30S/PKI
TV Mana Yang Nekat Siarin Film <i>G30S/PKI </i>

TV Mana Yang Nekat Siarin Film G30S/PKI

Politik20 September 2017 09:37

Indonesia Siap Saingi Finlandia

Indonesia Siap Saingi Finlandia

Olahraga20 September 2017 08:45

Kopassus Gelar Nobar G30S/PKI, Masyarakat Cijantung Antusias