Nonton Konten Video Terorisme Online Terancam Dibui Hingga 15 Tahun

 SELASA, 03 OKTOBER 2017 , 19:42:00 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Nonton Konten Video Terorisme Online Terancam Dibui Hingga 15 Tahun

Ilustrasi/Net

RMOL. Orang yang menonton propaganda teroris secara online bisa menghadapi ancaman kurungan penjara hingga 15 tahun.
Aturan hukum tersebut kabarnya diusulkan oleh Menteri Dalam Negeri Inggris Amber Rudd sebagai langkah untuk memperketat upaya melawan terorisme.

Rudd diperkirakan akan mengatakan di hadapan konferensi Partai Konservatif Inggris bahwa mereka yang diketahui bersalah karena melihat materi ekstrimis seperti instruksi pembuatan bom, atau propaganda lainnya bisa terancam dibui.

Aturan itu akan memperpanjang aturan hukum yang sudah ada saat ini seperti melarang untuk mengunduh dan menyimpan konten di PC untuk berulang kali menontonnya di situs seperti YouTube.

"Perubahan akan memungkinkan polisi dan petugas keamanan untuk mengikuti pola penggunaan internet modern dan melakukan intervensi lebih awal dalam penyelidikan mengingat kecepatan radikalisasi online sedang berlangsung," sambung Rudd seperti dimuat Russia Today.

Pembelaan "alasan yang masuk akal" masih tersedia bagi akademisi, jurnalis, atau orang lain yang mungkin memiliki alasan yang sah untuk melihat materi semacam itu.

Langkah tersebut dilakukan saat Rudd meningkatkan panggilannya untuk raksasa internet seperti Google dan Facebook untuk berbuat lebih banyak untuk mengatasi momok ekstremisme online. Pada hari Senin dia mengkritik perusahaan seperti WhatsApp untuk mengembangkan perangkat lunak terenkripsi yang telah menahan pihak berwenang untuk menyelidiki aktivitas yang mencurigakan. [mel]

Komentar Pembaca
Penembakan Kader Prabowo, Bukan Soal Politik!
Supir Angkot: Hak Kami Direbut Anies!

Supir Angkot: Hak Kami Direbut Anies!

, 22 JANUARI 2018 , 17:00:00

Pesawat Hercules TNI Angkut Bantuan Kemanusiaan Untuk Warga Asmat
Kang Emil Angkat Koper

Kang Emil Angkat Koper

, 20 JANUARI 2018 , 20:57:00

Pengerukan Kali Ciliwung

Pengerukan Kali Ciliwung

, 20 JANUARI 2018 , 17:31:00