Verified

Bangladesh Merasa Diprovokasi Perang

Terima Pengungsi Rohingya

Dunia  RABU, 11 OKTOBER 2017 , 09:26:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Bangladesh Merasa Diprovokasi Perang

Foto/Net

RMOL. Pemerintah Bangladesh merasa diprovokasi perang oleh Myanmar sejak menerima pengungsi Rohingya. Terhitung beberapa kali, pesawat dan drone Myanmar melanggar batas wilayah Bangladesh.
Karena itu Perdana Menteri (PM) Bangladesh Sheikh Hasina sangat terusik. Sheikh Hasina menuduh negara tetangganya itu memprovokasi perang di tengah krisis pengungsi Rohingya. Bulan lalu, pemerintah Bangladesh menyatakan beberapa kali drone dan helikopter Myanmar telah melanggar batas wilayah udara dan Myanmar menanam ranjau di perbatasan untuk mencegah kembalinya warga etnis Rohingya.

Hasina mengatakan bahwa pihaknya sangat berhati-hati untuk mencegah terjadinya perang dengan Myanmar meski ada provokasi berulang.

"Tetangga dekat menunjukkan sikap seperti mereka akan terlibat dalam peperangan dengan Bangladesh. Namun, saya memberi tahu tentara, penjaga perbatasan dan polisi kita, sehingga mereka tidak boleh bingung dalam menghadapi provokasi apa pun selama saya beri perintah," kata Hasina di Bandara Dhaka setelah kembali dari New York untuk menghadiri sidang Majelis Umum PBB seperti dikutip dari India Today, akhir pekan lalu.

Ia pun mengucapkan terima kasih kepada angkatan bersenjata, paramiliter Garda Perbatasan Bangladesh (BGB), polisi dan masyarakat atas kesabaran mereka terhadap masalah ini. "Berbagai pihak ingin menciptakan situasi untuk mengalihkan sesuatu ke arah yang berbeda perang), tapi kami sangat berhati-hati dalam hal itu," tandas Hasina.

Hasina menambahkan, pemerintahnya akan tetap membantu hampir satu juta muslim Rohingya yang melarikan diri dari Myanmar untuk menghindari kekerasan. Bangladesh, kata Hasina, menawarkan tempat berlindung bagi etnis Rohingya yang menghadapi "kekejaman brutal" dengan wanita, anak-anak, dan orang tua sebagai korban terburuk sebagai kewajaran dan karena alasan kemanusiaan.

"Jika perlu, kami akan makan satu kali sehari dan berbagi sisanya dengan orang-orang yan menderita ini," ujar Hasina.

Untuk diketahui, lebih dari 500.000 warga Rohingya mengungsi ke Bangladesh dalam lima pekan terakhir setelah penyerangan kelompok militan menyerang pos polisi Myanmar. Militer Myanmar membalas serangan dengan meluncurkan operasi militer di negara bagian Rakhine, tempat etnis Rohingya bermukim. Pejabat PBB menyebut tindakan pemerintah Myanmar ini sebagai operasi pembersihan etnis.

Ditambahkan Hasina, pemerintahnya merencanakan membangun tempat penampungan sementara bagi Rohingya di sebuah pulau. Rencana ini didukung oleh lembaga bantuan internasional.

Meski demikian, Bangladesh berterima kasih kepada Myanmar karena telah memulai diskusi. Setidaknya pemerintah Myanmar masih tunduk pada tekanan internasional. Dia juga berterima kasih kepada masyarakat Bangladesh karena mendukung habis-habisan kebijakan pemerintah soal isu Rohingya. "Saya pikir ini adalah aspek khusus. Saya pikir ada tekanan internasional (pada mereka) kita akan bisa menyelesaikan masalah secara bertahap melalui diskusi," tuturnya.

Untuk diketahui, Bangladesh dan Myanmar memang sudah menyetujui sebuah proposal untuk mengatur pemulangan kembali pengungsi Rohingya. Menteri Luar Negeri Bangladesh A.H. Mahmood telah bertemu Menteri Sekretaris Negara Myanmar Kyaw Tint Swe.

Keduanya sepakat membentuk kelompok kerja gabungan untuk proses repatriasi pengungsi Rohingya di Bangladesh. Bangladesh telah mengusulkan sebuah kesepakatan bilateral untuk menyelesaikan proses repratiasi. Selain masalah Rohingya, kedua pejabat negara tersebut juga membahas soal kerja sama keamanan.

Menteri Dalam Negeri Bangladesh akan mengunjungi Myanmar dalam waktu dekat karena Bangladesh ingin menyelesaikan masalah ini secara damai. ***
Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Panglima TNI Dipermalukan!

Panglima TNI Dipermalukan!

, 23 OKTOBER 2017 , 17:00:00

Melihat Lebih Luas Konflik Semenanjung Korea
Salat Maghrib Berjamaah

Salat Maghrib Berjamaah

, 21 OKTOBER 2017 , 00:50:00

Kritisi Jokowi-JK

Kritisi Jokowi-JK

, 21 OKTOBER 2017 , 05:01:00

Tumpeng Ulang Tahun

Tumpeng Ulang Tahun

, 21 OKTOBER 2017 , 02:25:00