Verified

Hanya Di Amerika, Menteri Katain Presidennya Bodoh

Dunia  KAMIS, 12 OKTOBER 2017 , 09:05:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Hanya Di Amerika, Menteri Katain Presidennya Bodoh

Rex Tillerson/Net

RMOL. Gedung Putih sedang panas. Hal ini terjadi lantaran Menlu Amerika Serikat Rex Tillerson dikabarkan menyebut Presiden Donald Trump bodoh. Trump pun menantang Tillerson duel tes IQ.
Menegangnya hubungan Trump dengan Tillerson dimulai pekan lalu. Stasiun televisi NBC NEWS mengabarkan Wakil Presiden Mike Pence pernah berbicara dengan Tillerson yang berencana mundur dari menlu. Tillerson menyebut Trump seorang 'moron'. Moron adalah bahasa sleng Amerika yang berarti bodoh.

Namun, Tillerson mengatakan tidak pernah ingin mengundurkan diri dan tidak menanggapi langsung soal tuduhan dia pernah menghina Trump. Melalui juru bicaranya, Tillerson tidak pernah memakai bahasa kasar itu.

Tapi dalam sesi wawancara dengan majalah Forbes, Trump menantang Tillerson melakukan tes IQ. "Saya rasa itu berita palsu. Namun jika benar dia mengatakan itu, saya rasa kita perlu duel psikotes dan saya yakin benar saya akan menang," ujar Trump seperti dilansir dari The Independent, kemarin.

Trump juga membantah adanya ketegangan dengan Tillerson. Dia dan Tillerson memiliki hubungan yang sangat baik. "Kami tidak setuju dengan beberapa hal, terkadang saya ingin dia menjadi sedikit lebih tangguh. Tapi selain itu kami memiliki hubungan yang sangat baik," ujarnya.

Trump kerap "mempermalukan" Tillerson melalui kicauan Twitter-nya dengan terus membantah apa yang telah disampaikan Menlu berusia 65 tahun itu. Dengan kicauan Trump tersebut, misi atau pekerjaan Tillerson terkesan berseberangan atau tidak sejalan dengannya. Perbedaan posisi kedua orang itu terlihat jelas mulai dari isu nuklir Korea Utara, kesepakatan nuklir Iran hingga masalah pemanasan global. Terakhir Trump mengkritik Tillerson yang menurutnya membuang waktu dengan rencana negosiasi damai dengan rezim Kim Jong-un.

Namun, Juru Bicara Gedung Putih Sarah Huckabee Sanders mengatakan Trump hanya bercanda. "Tentu saja Presiden tidak bermaksud mengatakan Menlu Tillerson tidak cerdas. Presiden berguyon" ucap Sanders.

Sementara, eks rival Trump di Pilpres, Hillary Clinton mengatakan, seluruh dunia harus khawatir terhadap kepemimpinan Trump. Dia juga sepakat Trump merupakan 'orang nomor satu' paling berbahaya sepanjang sejarah Negeri Paman Sam.

Pernyataan itu disampaikan Hillary dalam cuplikan wawancara program media Australia ABC, Four Corners yang akan tayang Senin pekan depan. Pernyataan itu terlontar saat jurnalis ABC Sarah Ferguson bertanya, "Apakah Trump presiden paling berbahaya dalam sepanjang AS?". Hillary menjawab, "Saya pikir iya. Karena ia impulsif, kurang kontrol diri, dan sangat dikuasai oleh ego serta cara bagaimana orang lain memandangnya. Ia juga pendendam," jawabnya.

Ferguson kemudian kembali bertanya, "Apakah Australia perlu khawatir dengan Presiden Trump?". Eks Menlu AS itu pun menjawab, "Saya pikir, seluruh dunia seharusnya khawatir." Wawancara Four Corners yang lengkap akan disiarkan Senin depan oleh ABC dan kutipan Clinton yang lebih "berapi-api" mungkin akan terus berlanjut. ***
Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
50%
Kocak
Kocak
50%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Panglima TNI Dipermalukan!

Panglima TNI Dipermalukan!

, 23 OKTOBER 2017 , 17:00:00

Melihat Lebih Luas Konflik Semenanjung Korea
Salat Maghrib Berjamaah

Salat Maghrib Berjamaah

, 21 OKTOBER 2017 , 00:50:00

Kritisi Jokowi-JK

Kritisi Jokowi-JK

, 21 OKTOBER 2017 , 05:01:00

Tumpeng Ulang Tahun

Tumpeng Ulang Tahun

, 21 OKTOBER 2017 , 02:25:00