Hanura

California Selatan Diterjang Longsor, Tuhan Murka Lagi

Luluh Lantak Bak Medan Perang Dunia I

 KAMIS, 11 JANUARI 2018 , 08:16:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

California Selatan Diterjang Longsor, Tuhan Murka Lagi

Foto/Net

RMOL. Dua bencana berturut-turut meluluhlantakkan wilayah California Selatan, Amerika Serikat (AS) dalam dua bulan terakhir. Kawasan ini diterjang longsor hingga menewaskan 13 orang. Areal yang sama, bulan lalu, dilanda rentetan kebakaran hutan dahsyat.
 Kejadian ini kembali meng­ingatkan atas ketusnya uca­pan Gubernur California Jerry Brown kepada Presiden Donald Trump saat wilayahnya dilanda kebakaran hebat bulan lalu. Dia menilai bencana itu bentuk hukuman Tuhan karena sikap Trump.

Brown, menyalahkan Presi­den Donald Trump atas keba­karan hutan terburuk di Amerika Serikat. Menurutnya, kebakaran hebat yang melanda wilayah negara bagian yang dipimpin­nya karena Trump menunjuk­kan sikap seakan tidak takut dengan Tuhan.

Brown menuding murka Tuhan terjadi setelah Trump menarik diri dari upaya kam­panye perubahan iklim. Brown mengatakan langkah Trump menarik diri dari Paris Climate Agreement 'berkontribusi' ter­hadap bencana di Southern California.

Paris Climate Treaty dianggap banyak orang sebagai upaya un­tuk memperlambat pemanasan global.

Brown termasuk di antara segelintir politisi Negeri Paman Sam yang berjanji untuk tetap melakukan perang melawan perubahan iklim bahkan setelah Trump menarik AS dari kes­epakatan iklim Paris, dengan mengatakan bahwa hal itu tidak baik untuk negara.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (10/1), longsoran lumpur ini menerjang setelah hujan deras mengguyur kawasan California Selatan sejak Selasa (9/1) dini hari. Longsor ini juga membawa bebatuan besar dan puing-puing. Diperkirakan, kebakaran hutan yang melanda kawasan terse­but bulan lalu, membuat tanah sekitar rapuh dan longsor. Api banyak menghanguskan rerum­putan dan semak yang menahan tanah tetap solid.

Sesaat sebelumnya, ribuan warga Santa Barbara County -- yang ada di sepanjang pantai utara Los Angeles -- diperintah­kan untuk mengungsi. Namun hanya 10-15 persen warga yang mematuhi perintah evakuasi itu. Akibatnya banyak orang terjebak longsor.

Para petugas darurat menger­ahkan anjing pelacak dan he­likopter untuk mengevakuasi puluhan orang yang terjebak di antara puing-puing yang dis­elimuti lumpur. Wilayah yang terdampak longsor paling parah adalah kawasan kelas atas Mon­tecito dan Carpenteria, yang ada di luar wilayah Santa Barbara County.

Longsor ini menumbangkan pepohonan, menghancurkan dan menghanyutkan mobil serta menggenangi sejumlah kawasan permukiman warga dengan timbunan lumpur tebal. Jalan raya Highway 101 yang menjadi penghubung utama rute utara dan selatan California terblokir akibat longsor.

"Cara terbaik untuk meng­gambarkannya, situasi terlihat seperti medan pertempuran Perang Dunia I,"  ujar Sheriff Santa Barbara County, Bill Brown, dalam konferensi pers.

Jumlah korban tewas sejauh ini mencapai 13 orang. Brown memperkirakan jumlah itu masih bisa bertambah, karena petugas penyelamat masih menyisir lokasi longsor. Pada Selasa (9/1), Brown menyebut puluhan orang hilang. Namun dia mengaku tak tahu jumlah pastinya.

Sekitar 300 orang terjebak di ngarai setempat. Otoritas setem­pat yang meminjam helikopter dari Patroli Pantai AS, berhasil mengevakuasi mereka dengan metode airlift. Laporan warga setempat menyebut timbunan lumpur mencapai ketinggian paha orang dewasa di beberapa lokasi. ***


Komentar Pembaca
Wujudkan Pemikiran Bung Karno dan Kim Il Sung
Rizal Ramli, Mengkritik Dengan Solusi

Rizal Ramli, Mengkritik Dengan Solusi

, 20 APRIL 2018 , 13:00:00

Spanduk #2019GantiPresiden Terbesar

Spanduk #2019GantiPresiden Terbesar

, 19 APRIL 2018 , 01:12:00

Solidaritas Untuk Rocky Gerung

Solidaritas Untuk Rocky Gerung

, 17 APRIL 2018 , 21:28:00

Di Tengah Cakra Buana

Di Tengah Cakra Buana

, 15 APRIL 2018 , 10:57:00