10 Ribu Ton Beras Segera Dilayarkan ke Palestina

 JUM'AT, 12 JANUARI 2018 , 08:23:00 WIB | LAPORAN: WIDYA VICTORIA

10 Ribu Ton Beras Segera Dilayarkan ke Palestina

Foto: ACT

RMOL. Keputusan sepihak AS terkait pemindahan ibukota Israel ke Yerusalem atau Al-Quds memantik kembali krisis Israel-Palestina, yang telah berlangsung selama lima dekade.
Reaksi protes maupun kecaman secara keras dilayangkan oleh warga Palestina dan dunia, termasuk Indonesia. Peristiwa tersebut juga memicu konsolidasi filantropi yang kuat dari rakyat Indonesia.

Empati dan kepedulian bangsa Indonesia untuk Palestina kembali disalurkan. Bantuan kemanusiaan yang lebih masif berupa 10 ribu ton beras untuk warga Palestina segera dilayarkan melalui Program Kapal Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT). Tidak hanya beras, bantuan pangan lain seperti gula dan tepung juga turut diangkut oleh Kapal Kemanusiaan Palestina (KKP).

Populasi Gaza yang saat ini berkisar kurang dari 2 juta jiwa, lebih dari 80 persen warganya hidup dalam kesulitan ekonomi, sosial termasuk pangan. Sejauh ini mereka hidup serba terbatas dan mengandalkan bantuan dari dunia luar. Hingga kini, ada lebih 200 ribu keluarga di Gaza yang memerlukan bantuan kemanusiaan. Diperkirakan volume 10 ribu ton bantuan pangan tersebut mampu memberi dukungan logistik bagi warga Palestina yang membutuhkan.

Presiden ACT, Ahyudin menyampaikan, KKP ini sekuel kolaboratif masyarakat, pelaku usaha, dan relawan seperti dua kapal kemanusiaan yang telah mengirimkan bantuan pangan untuk korban kelaparan di Afrika dan pengungsi Rohingya di Bangladesh.

"Yang membuatnya berbeda dari proyek sebelumnya, KKP kali ini telah membangkitkan kepedulian global. Sejauh ini, beberapa negara di Eropa dan Asia Tenggara telah menyatakan komitmennya untuk ikut mendukung proyek KKP," terang Ahyudin.

Dijadwalkan KKP akan diberangkatkan pada 21 Februari (21/2) mendatang.

Insan Nurrohman selaku Vice President ACT memaparkan, KKP akan membawa 10 ribu ton bantuan pangan tersebut secara bertahap dalam rentang enam bulan ke depan. Bantuan ini diperkirakan akan masuk melalui Gaza, termasuk opsi tambahan melalui wilayah Tepi Barat atau Yerusalem.

"KKP akan kembali menggandeng Samudera Indonesia sebagai mitra pelayaran proyek kemanusiaan besar ini. Opsi-opsi jalur pelayaran dan jalur distribusi tengah dimatangkan, bersaman dengan beberapa inisiasi audiensi dengan Kedutaan Besar Mesir dan Palestina di Indonesia," jelas Insan.[wid]

Komentar Pembaca
JK, Peng-Peng Di Balik Impor Beras

JK, Peng-Peng Di Balik Impor Beras

, 19 JANUARI 2018 , 21:00:00

Sri Mulyani Bikin Indonesia Rugi Ratusan Triliun
Pertemuan Sahabat Lama Setelah 10 Tahun

Pertemuan Sahabat Lama Setelah 10 Tahun

, 18 JANUARI 2018 , 16:05:00

Desak Bamsoet Mundur

Desak Bamsoet Mundur

, 18 JANUARI 2018 , 21:29:00

Pelantikan KSAU Baru

Pelantikan KSAU Baru

, 18 JANUARI 2018 , 01:04:00