Hanura

Kampus Afrika Barat Berebut Kerja Sama Dengan Universitas Brawijaya

 SENIN, 22 JANUARI 2018 , 07:18:00 WIB | LAPORAN: WIDYA VICTORIA

Kampus Afrika Barat Berebut Kerja Sama Dengan Universitas Brawijaya

Prof. Ifar Subagiyo, Prof. Marjono, dan Dr. Daniel Bitty/KBRI Untuk Senegal

RMOL. Universitas Brawijaya (UB) kini menjadi rebutan kampus-kampus di Afrika Barat. Dua kampus setidaknya telah teken MoU kerja sama dengan UB yang sedang dalam tahap pelaksanaan.
Kepala Kantor Internasional UB, Prof. Ifar Subagiyo dan Liaison Officer Kantor Internasional UB, Prof. Marjono pada 15-19 Januari 2018 telah melakukan kunjungan ke Gambia dan Senegal dalam rangka memperkuat kerja sama dan menindaklanjuti MoU kerja sama yang telah ditandatangani pada tahun 2017.

Di Senegal, delegasi UB bertemu dengan salah satu kampus swasta terbesar di Senegal, Institut supĂ©rieur de management (ISM)-Dakar (18/01). Dalam pertemuan dibahas sejumlah area kerja sama yang ke depannya akan dijajaki yaitu program sandwich atau exchange  dalam program studi bisnis, manajemen, ekonomi dan hubungan internasional.

Selain itu, kedua kampus juga membahas mengenai kolaborasi dalam program PhD. Melalui kemitraan ini, UB diminta untuk membantu menghidupkan kembali program Ph.D yang dulu sempat ada di ISM.

"Demand untuk program Ph.D sangat tinggi di ISM, banyak profesor dari mancanegara yang datang, biayanya juga cukup tinggi, namun Pemerintah belum berikan otorisasi kepada ISM untuk buka program Ph.D," tutur Dr. Daniel Bitty yang pernah menerima tiga beasiswa dari Indonesia dalam rilis KBRI untuk Dakar yang diterima redaksi di Jakarta.

Dr. Daniel Bitty yang kini menjabat sebagai direktur Kerja Sama Internasional ISM dan Institut Afrika-Asia berharap kerja sama di program Ph.D akan menjadi projek jangka panjang kedua belah pihak. Saat ini ISM sedang fokus mendatangkan pengajar dari Indonesia untuk mengajar kelas Bahasa Indonesia di ISM yang pesertanya tiap tahun semakin banyak.

Dubes RI Dakar, Mansyur Pangeran, yang turut hadir dalam pertemuan, mengatakan akan terus membantu suksesnya kerja sama university-to-university dengan menjembatani komunikasi antara kedua kampus. Dubes juga menyambut baik MoU yang telah ditandatangani kedua rektor dan berharap akan lebih banyak lagi mahasiswa dari Senegal khususnya ISM yang belajar ke Indonesia baik melalui skema UB-ISM maupun beasiswa Darmasiswa dan KNB.

Dubes Mansyur juga menyampaikan, kendala bahasa yang seringkali dialami oleh mahasiswa Senegal dalam mengisi aplikasi online Beasiswa Darmasiswa dan KNB. Diharapkan dengan adanya skema UB-ISM akan memudahkan KBRI dalam menjaring mahasiswa-mahasiswa unggulan dari Senegal dengan komunikasi Bahasa Inggris yang memadai.

Sementara itu, Prof. Ifar Subagiyo mengatakan bahwa UB telah menyiapkan seorang pengajar Bahasa untuk ISM. "Kedatangan kami ke ISM, salah satunya adalah untuk mendapatkan konfirmasi dari ISM mengenai waktu pengajaran dan perihal administrasi. Untuk langkah selanjutnya, kami perlu cocokkan sistem kredit antara kedua kampus untuk realisasi exchange program," jelasnya.

Ada tiga slot beasiswa untuk ISM yang AKAN ditawarkan UB dalam program Master dan Ph.D. "UB akan bebaskan biaya kuliah dan berikan tunjangan bulanan dan rumah," beber Prof Ifar.

Selain berkunjung ke Senegal, delegasi UB juga melawat ke Gambia untuk bertemu Rektor University of The Gambia (UTG), Prof. Faqir Muhammed Anjum sekaligus menghadiri undangan the 10th Convocation Ceremony of University of The Gambia. Hadir pula dalam acara ini Presiden Gambia, Adama Barrow.

Rektor UTG sangat optimistis kedua pihak dapat mengeksplor lebih jauh bidang kerja sama lainnya, terutama di bidang pertanian.

"Kerja sama antara kedua kampus terbilang cukup cepat, meski baru bertemu April tahun lalu, UB sudah menerima lima mahasiswa dari UTG, tiga melalui skema kerja sama UB-UTG dan dua lainnya melalui beasiswa Islamic Development Bank (IDB). Tidak hanya itu, ada dua mahasiswa lainnya yang mendaftar ke UB dengan biaya sendiri. Dampak kerja sama ini sangat terasa di Gambia," ujar Dubes Mansyur.

Pada bulan April mendatang rektor UTG berencana berkunjung ke UB untuk mempersiapkan rencana pelatihan untuk staf UTG pada bulan Juni-Juli di Malang.[wid]


Komentar Pembaca
Stop Permanen Piala Presiden!

Stop Permanen Piala Presiden!

, 19 FEBRUARI 2018 , 15:00:00

Anies VS Jokowi Dalam Piala Presiden

Anies VS Jokowi Dalam Piala Presiden

, 19 FEBRUARI 2018 , 13:00:00

Tumpeng Golkar Untuk OSO

Tumpeng Golkar Untuk OSO

, 13 FEBRUARI 2018 , 17:33:00

SBY Lantik AHY

SBY Lantik AHY

, 18 FEBRUARI 2018 , 00:31:00

Yang Lolos Dan Tak Lolos

Yang Lolos Dan Tak Lolos

, 18 FEBRUARI 2018 , 01:23:00