Hanura

Ke Indonesia, Ratu Maxima Dorong Keuangan Inklusif

 RABU, 14 FEBRUARI 2018 , 10:45:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Ke Indonesia, Ratu Maxima Dorong Keuangan Inklusif

Ratu Maxima/Net

RMOL. Ratu Belanda, Maxima, ke­marin bertamu ke Istana Merde­ka Jakarta dan bertemu Presiden Joko Widodo. Kedatangan Ratu Maxima dalam kapasitasnya se­bagai Penasihat Khusus PBB un­tuk Perkembangan euangan.
Presiden Jokowi yang men­genakan batik cokelat tua men­erima Ratu Maxima dan men­gajaknya ke beranda. Keduanya berbincang akrab di sana.

Dalam kunjungan ini, Ratu Maxima didampingi UNSGSA (United Nation Secretary Gen­eral's Special Advocate) Di­rector Eric Duflos, UNSGSA Programme Specialist Nancy Widjaja, dan Dubes Belanda untuk Indonesia Rob Swartbol.

Sejumlah menteri kabinet tu­rut mendampingi Jokowi dalam pertemuan ini. Yakni Menlu Retno LP Marsudi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Men­sesneg Pratikno, Menko Pereko­nomian Darmin Nasution, dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro.

Selain bertemu Jokowi, Ratu Maxima juga bertemu bos Go- Jek Nadim Makarim di Bakwan Malang, Menteng. Pada petang harinya, Maxima mengunjungi Sekretariat Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI) di Gedung Cowell Tower.

Ratu Maxima melakukan kun­jungan ke Indonesia dari tanggal 11 sampai 13 Februari untuk me­lihat kemajuan strategi nasional keuangan inklusif di Indonesia yang telah diluncurkan pada 2016. Penerapan SNKIyang terpadu diperlukan untuk menca­pai target peningkatan keuangan inklusif dari 36 persen (2014) menjadi 75 persen pada 2019.

Ratu Maxima sudah bertemu Jokowi pada September 2016 di Istana Merdeka. Dalam pertemuan tersebut, Jokowi meminta Ratu Maxima untuk mendorong sistem keuangan inklusif Indonesia.

Istilah financial inclusion atau keuangan inklusif menjadi tren pascakrisis 2008 terutama di­dasari dampak krisis kepada kelompok in the bottom of the pyramid (pendapatan rendah dan tidak teratur, tinggal di daerah terpencil, orang cacat, buruh yang tidak mempunyai dokumen identitas legal, dan masyarakat pinggiran) yang umumnya un­banked (tidak tercatat di per­bankan) yang sangat tinggi.

Pada dasarnya, kebijakan keuan­gan inklusif adalah suatu bentuk pendalaman layanan keuangan ke­pada masyarakat in the bottom of the pyramid untuk memanfaatkan produk dan jasa keuangan formal seperti sarana menyimpan uang yang aman (keeping), transfer, menabung maupun pinjaman dan asuransi. Hal ini dilakukan tidak saja menyediakan produk dengan cara yang sesuai tapi dikombinasi­kan dengan berbagai aspek. ***


Komentar Pembaca
Stop Permanen Piala Presiden!

Stop Permanen Piala Presiden!

, 19 FEBRUARI 2018 , 15:00:00

Anies VS Jokowi Dalam Piala Presiden

Anies VS Jokowi Dalam Piala Presiden

, 19 FEBRUARI 2018 , 13:00:00

Tumpeng Golkar Untuk OSO

Tumpeng Golkar Untuk OSO

, 13 FEBRUARI 2018 , 17:33:00

SBY Lantik AHY

SBY Lantik AHY

, 18 FEBRUARI 2018 , 00:31:00

Yang Lolos Dan Tak Lolos

Yang Lolos Dan Tak Lolos

, 18 FEBRUARI 2018 , 01:23:00