Hanura

Dubes Deddy Pimpin Delegasi Usaha Ke Qatar

 SELASA, 06 MARET 2018 , 07:57:00 WIB | LAPORAN: WIDYA VICTORIA

Dubes Deddy Pimpin Delegasi Usaha Ke Qatar

Deddy Saiful Hadi bersama delegasi usaha/B. Dharmawan

RMOL. Mantan Duta Besar untuk Qatar periode 2012-2016, Deddy Saiful Hadi memimpin kunjungan usaha ke Qatar.
Kunjungan ini menindaklanjuti kerja sama setelah Indonesia-Qatar menandatangani lima nota kesepahaman saat Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani berkunjung ke Indonesia pada 18-19 Oktober 2017 lalu.

Upaya tersebut merupakan komitmennya untuk berkontribusi dalam memperkuat hubungan bilateral kedua negara.

Hal ini disampaikan Deddy Saiful Hadi ketika berbicara di hadapan komunitas masyarakat Indonesia di Wisma Duta, Doha.

Dalam kunjungan yang berlangsung pada 3-6 Maret 2018, delegasi usaha antara lain Chairman Al Faisal Holding, Qatar Business Association (QBA), Sidra hospital, Hamad Hospital, Qatar Charity, Kamar Dagang dan Industri Qatar, Qatar Foundation.

Pertemuan membahas kerja sama yang mencakup kesehatan, riset, investasi, infrastruktur pada perkeretaapian, jalan tol, revitalisasi kota dan perumahan nasional dan peralatan asesoris militer.  

Deddy membawa tujuh delegasi usaha yang  terdiri dari Dr. Heru Priyanto Samadi, Presiden Direktur Permata Harapan Cancer Centre (PHCC); Dr. Desi Mayasari Djamaluddin, CEO PHCC; Dr. Leny Maryouri Anna Watie, Direktur Megapolitan Smart Service Jakarta (MCCJ) Dr. Widya Destiny Setiawan, Manajer Research and Development PHCC; Agus Setyadi, Direktur MSSJ; Rizky G. Partakusuma, Notaris.

Dalam sambutannya, Duta Besar RI untuk Qatar Marsekal Madya (Purn) Muhammad Basri Sidehabi menyambut baik kunjungan delegasi usaha yang dipimpin Deddy dalam rangka meningkatkan hubungan bilateral kedua negara.

Dubes Basri juga menghargai peran PHCC dan MSSJ atas kontribusinya dalam meningkatkan hubungan bilateral kedua negara, khususnya di bidang kesehatan.

Menurut pejabat KBRI Doha,  Boy Dharmawan, delegasi usaha tersebut dalam kunjungan usaha merfeka juga memberikan kesadaran mengenai kesehatan, khususnya kanker yang dihadiri Asosiasi Komunitas Masyarakat Indonesia di Qatar (Permiqa) pimpinan Edwin Kurniawan.

Dalam presentasinya, Dr. Heru Priyanto menjelaskan bahwa jumlah penderita kanker terus meningkat karena perubahan gaya hidup, makanan tidak sehat, dan tekanan psikologis semakin kompleks.

Heru yang juga seorang konsultan onkologi menambahkan, hampir 70 persen penderita kanker datang terlambat berobat sehingga sulit ditangani. Mereka umumnya ke dokter setelah penyakit memasuki stadium tiga sehingga menghabiskan banyak biaya dan sulit ditangani.

Pemilik PHCC Surakarta ini juga menyebutkan bahwa kanker serviks dan kanker payudara menempati urutan pertama dalam hal jumlah penderita kanker di Indonesia. Menurutnya, penyebaran kanker di tubuh bisa dicegah selama terdeteksi dini.[wid]





 

Komentar Pembaca
Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati

Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati

, 22 JUNI 2018 , 11:00:00

Rachmawati: Ada Deal Politik Di SP3 Kasus Sukma
Laporkan Penganiayaan Oleh Dewan PDIP

Laporkan Penganiayaan Oleh Dewan PDIP

, 21 JUNI 2018 , 14:53:00

Jenguk Abuya Saifuddin Amsir

Jenguk Abuya Saifuddin Amsir

, 20 JUNI 2018 , 18:51:00

Antre Di Tol Fungsional

Antre Di Tol Fungsional

, 19 JUNI 2018 , 06:58:00