Hanura

Blusukan Ala Dubes RI Seoul Dengar Curhat PMI

 SENIN, 02 APRIL 2018 , 09:18:00 WIB | LAPORAN: WIDYA VICTORIA

Blusukan Ala Dubes RI Seoul Dengar Curhat PMI

Dubes Umar Hadi di Warung Indonesia Si Jempol/KBRI Seoul

RMOL. Hari telah menjelang malam, lampu-lampu jalan sudah mulai dinyalakan.
Akhir pekan pun (1/4) sudah hampir berlalu.  

Dubes RI Seoul Umar Hadi melangkah menuju salah satu wilayah tempat Pekerja Migran Indonesia (PMI) sektor perikanan bekerja-di Incheon, sekitar satu jam dari Seoul, ibukota Korea Selatan.

Di Incheon, Dubes Umar menemui PMI yang kebetulan libur beberapa jam sebelum melaut untuk mendengarkan curhatan mereka.

"Bekerja di sektor perikanan memang penuh resiko, apalagi kalau lagi musim dingin. Diperlukan kehati-hatian dan selalu waspada agar bisa bekerja maksimal dan selamat," ujar Suyatno, PMI asal Ciamis.

Lain lagi kata Pitoyo, PMI asal Pati. "Saya senang bisa bekerja di Korea karena penghasilannya cukup besar dan bahkan jauh dari pendapatan saya waktu dulu bekerja di Indonesia," ungkapnya.

Kedua WNI juga menyampaikan permasalahan yang dialami oleh rekan-rekannya yang dikirim dalam kerangka kerja sama antar pemerintah, yaitu terkait uang pensiun dan pesangon, yang seringkali tidak sesuai dengan gaji bulanan mereka.

Menanggapi hal tersebut, Dubes Umar Hadi meminta kedua PMI menghubungi langsung KBRI sekiranya menemukan permasalahan di tempat kerja.  

"KBRI bukan menara gading. Kami hadir untuk melayani dan melindungi WNI termasuk PMI sektor perikanan. Kalau ada masalah apapun termasuk masalah gaji dan hak-hak lain silakan sampaikan ke KBRI dan akan segera ditindaklanjuti," ujar Dubes.

Dalam kesempatan itu Dubes juga berpesan agar seluruh PMI, terutama yang bekerja di sektor perikanan agar selalu menjaga kesehatan dan keselamatan kerja. Dubes juga mengingatkan agar mereka mulai mempersiapkan untuk membuka usaha ketika kembali ke tanah air.

Di akhir pertemuan Suyatno dan Pitoya secara khusus menyampaikan terima kasih atas kesediaan Dubes Umar Hadi untuk mendatangi wilayah kerja mereka.
"Terima kasih Bapak Umar Hadi dan KBRI Seoul yang sudah sangat perhatian terhadap kami," ucapnya.

Saat ini terdapat dua kategori PMI sektor perikanan di Korsel, yaitu PMI program Government  to Government (G to G)  yang dikirim oleh BNP2TKI (PMI Perikanan dengan visa E-9-4) dan Anak Buah Kapal (ABK) yang dikirim oleh Jasa Pengerah PMI Swasta (P to P) dengan visa E-10-2.

PMI G to G sektor perikanan dipekerjakan di budidaya perikanan/industri pengolahan ikan/tambak atau pada kapal penangkap ikan dengan berat dibawah 20 ton yang beroperasi di perairan Korsel. Sedangkan ABK perikanan umumnya dipekerjakan di kapal dengan berat di atas 20 ton dengan wilayah operasi hingga di luar perairan Korea.

Menurut data KBRI Seoul, jumlah PMI Perikanan yang dikirim dengan skema G to G adalah 4.454 orang sedangkan jumlah Anak Buah Kapal/ABK perikanan yang dikirim secara P to P berjumlah 4.566 orang. Sedangkan total PMI G to G  adalah 29.411 orang.

Sebelum mengakhiri belusukan, Dubes Umar menyempatkan mampir ke Warung Si Jempol milik WNI. Warung ini terkenal dengan masakan khasnya nasi goreng, kikil dan tempe goreng. Di sini, Dubes menutup blusukan malam itu sambil kembali berbincang-bincang dengan PMI dan mendengarkan curhatan mereka.[wid]

Komentar Pembaca
Jadi Presiden, Ini Program Rizal Ramli

Jadi Presiden, Ini Program Rizal Ramli

, 21 APRIL 2018 , 11:00:00

Wujudkan Pemikiran Bung Karno dan Kim Il Sung
Spanduk #2019GantiPresiden Terbesar

Spanduk #2019GantiPresiden Terbesar

, 19 APRIL 2018 , 01:12:00

Solidaritas Untuk Rocky Gerung

Solidaritas Untuk Rocky Gerung

, 17 APRIL 2018 , 21:28:00

Di Tengah Cakra Buana

Di Tengah Cakra Buana

, 15 APRIL 2018 , 10:57:00