Hanura

Masyarakat Turki Ingin Perubahan

Pesta Demokrasi Penentuan Nasib Erdogan

 SENIN, 25 JUNI 2018 , 09:52:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Masyarakat Turki Ingin Perubahan

Foto/Net

RMOL. Turki kemarin memulai pesta demokrasi untuk menentukan nasib masa depan negara mereka.
 Diberitakan Anadolu Agen­cy, kemarin, Muharrem Ince, capres Partai Rakyat Repub­lik (CHP), memberi suara di Provinsi Yalova. Dia memakai jas cokelat dan dasi saat datang ke TPS.

Sementara itu, Meral Aksener yang merupakan capres Partai Iyi mencoblos di Istanbul. Me­makai jas merah, perempuan yang dijuluki 'serigala betina' itu tampak tersenyum ketika memasukkan kertas suara.

Tempat pemungutan suara dibuka dari pukul 08.00 pagi waktu Turki atau pukul 13.00 WIB dan akan ditutup pada 05.00 sore waktu Turki atau pukul 22.00 WIB. Ada sekitar 56 juta lebih pemilih yang teregistrasi yang akan memberikan suaranya di 180 ribu lebih bilik suara.

Pilpres kali ini ada enam kan­didat, termasuk petahana Recep Tayyip Erdogan yang sudah berkuasa di Turki selama 15 tahun. Sedangkan, 5 nama lain yaitu Muharrem Ince (54), Meral Aksener (61), Selahattin Demir­tas (45), Temel Karamollaoglu (77) dan Dogu Perincek (76).

Total ada 59,39 juta pemilih yang terdaftar dalam pemilu tahun ini. Jumlah itu termasuk 3,047 juta pemilih di luar negeri. Sebanyak 180.065 kotak suara telah disebar ke 81 provinsi di Turki. Sedangkan total 3.160 kotak suara disediakan di sekitar 123 misi diplomatik Turki di sebanyak 51 negara.

Harapkan Perubahan

Di pilpres ini, banyak warga Turki yang mengharapkan pe­rubahan. Salah satunya Eril Onderoglu. Dia ditahan karena ikut aksi kudeta pada pertenga­han Juli 2016.

"Selama lebih dari satu deka­de, kami berharap Turki bisa menjadi anggota keluarga Eropa. Tapi kemudian saya mendapati diri saya mendekam di balik je­ruji," ujar Onderoglu.

Kalimat itu meluncur dari mulut Onderoglu, usai menjalani tahanan selama 10 hari pasca kudeta yang gagal pada perten­gahan Juli 2016.

"Ketika istri dan anak laki-laki saya datang mengunjungiku, aku harus berbicara dengan mereka melalui kaca. Saat itulah saya menyadari betapa ketidakadilan telah dilakukan terhadap saya,"  imbuhnya.

Onderoglu adalah satu dari 150 wartawan yang dipenjarakan rezim Recep Tayyip Erdogan. Mereka umumnya dikenai tudu­han dengan "propaganda teror­isme" atau "menghina presiden".

Tak cuma memenjarakan para wartawannya, 155 media pun ditutup rezim Erdogan. Akibatnya, sekitar 2.500 wartawan mengang­gur. Selain media massa, rezim Erdogan juga mengontrol media sosial. Lebih dari 100 ribu laman media sosial diblokir pemerintah.

Bintang sepak bola Turki, Hakan Sukur menjadi salah satu korbannya. Sukur mendapat sanksi dari pengadilan, karena me-retweet informasi seputar berita korupsi, bisnis minyak dan senjata Turki dengan ISIS.

Sikap keras rezim Erdogan terhadap kebebaran pers itu menuai kritik tajam dari se­jumlah koleganya di Eropa, termasuk Amerika Serikat. Toh, Erdogan bergeming.

"Tidak ada perbedaan antara seorang teroris yang memegang senjata atau bom dan mereka yang menggunakan pena dan posisi mereka untuk memenuhi tujuan mereka," katanya membela diri.

Terhadap para tokoh oposisi, Erdogan juga bersikap keras. Tak cuma di dalam negeri, mer­eka yang tinggal di sejumlah negara ikut terkena imbas kebi­jakan represifnya. Pada Desem­ber 2017 Associated Press me­laporkan bahwa perwakilan Interpol telah memeriksa 40.000 permintaan ekstradisi. Beberapa di antaranya dari Turki, yang ke­mungkinan besar adalah korban pertikaian politik.

Di luar isu kebebasan pers dan kebebasan berpendapat, sejum­lah tokoh oposisi juga meny­erang dan mengkritisi sejumlah kebijakan Erdogan.

Temel Karamollaoglu, pemimpin partai kecil, Partai Fe­licity, menyebut Erdogan telah mengkhianati agamanya den­gan membiarkan korupsi dan ketidakadilan menyerang pemer­intahannya. ***

Komentar Pembaca
Jokowi Berupaya Mengunci Mitra Koalisi
Menteri Yang Nyaleg Harus Mundur!

Menteri Yang Nyaleg Harus Mundur!

, 20 JULI 2018 , 13:00:00

RR Terima Kiai Muda Jabodetabek

RR Terima Kiai Muda Jabodetabek

, 17 JULI 2018 , 20:39:00

Massa PDIP Vs Hummer Hary Tanoe

Massa PDIP Vs Hummer Hary Tanoe

, 17 JULI 2018 , 21:28:00

Dukung Potensi Gresik Berkembang

Dukung Potensi Gresik Berkembang

, 15 JULI 2018 , 05:16:00