Hanura

Harta Sitaan Najib Razak Tembus Rp 3,9 Triliun

 KAMIS, 28 JUNI 2018 , 09:11:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Harta Sitaan Najib Razak Tembus Rp 3,9 Triliun

Foto/Net

RMOL. Nilai barang-barang yang disita dari kediaman terkait bekas Perdana Menteri Malaysia Najib Razak menembus 910 juta sampai 1,1 miliar ringgit atau Rp 3,9 triliun.
 Demikian dikutip dari Reu­ters, pengumuman polisi ke­marin, mengenai total aset Na­jib yang disita, diduga terkait skandal perusahaan pelat merah, 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Menurut Kepala bidang ke­jahatan komersial Kepolisian Malaysia, Amar Singh, angka itu didapat dari 12.000 perhiasan dan uang tunai yang disita dari enam lokasi. Detailnya, per­hiasan emas dan batu permata senilai 400 juta ringgit. Menu­rut Singh, harga eceran dari perhiasan itu mencapai 660 juta sampai 880 juta ringgit. Item yang paling mahal adalah kalung berlian dengan emas kuning, senilai 6,4 juta ringgit.

Selain itu, uang tunai yang disita mencapai 116 juta ringgit. Itu sudah termasuk mata uang negara lain yang dikonversi ke ringgit. Menurutnya, butuh tiga hari, enam mesin penghitung uang tunai dan 22 pejabat dari bank sentral Malaysia untuk menghi­tung uang tunai yang jumlahnya mencapai 116,7 juta ringgit.

Polisi juga menyita total 567 tas dalam 37 merek berbeda, salah satunya bermerek Hermes dengan nilai 51,3 juta ringgit. Polisi juga menemukan 423 jam tangan senilai 78 juta ringgit dan 234 pasang kacamata hitam.

"Aparat belum menetapkan siapa pemilik barang-barang yang disita itu," kata Singh se­raya menambahkan, Najib dan istrinya, Rosmah Mansor akan dipanggil untuk ditanyai.

Najib dua kali diperiksa komi­si antikorupsi Malaysia (MCAA) terkait skandal 1MDB, tepatnya aliran dana 10,6 juta dolar ASdari anak usaha 1MDB, SRC In­ternational, ke rekeningnya, yak­ni pada 22 dan 24 Mei 2018.

Najib mengatakan, pernyataan yang disampaikan kepada para penyelidik MCAA merupakan kelanjutan dari pemeriksaan se­rupa pada 2015. Saat itu, kasus dugaan aliran dana dari SRC In­ternational pertama kali diusut.

Terpisah, Perdana menteri Malaysia, Mahathir Mohamad mengatakan, Najib sepenuhnya bertanggung jawab atas skandal 1MDB.

Mahathir menyebut kasus yang dialami Anwar Ibrahim berbeda dengan kasus Najib Razak. Dalam sebuah wawan­cara eksklusif, seperti yang dikutip dari Channel News Asia, kemarin, Mahathir (92) memba­has bekas anak didiknya itu.

Kisah Najib mirip dengan An­war Ibrahim yang juga dijatuh­kan Mahathir. Anwar Ibrahim dipenjara setelah dia menuduh Mahathir atas fitnah yang menye­but dirinya melakukan sodomi.

Namun Mahathir mengatakan kasus Najib dan Anwar Ibrahim berbeda.

Menurut Mahathir, dugaan kesalahan Najib Razak didoku­mentasikan dengan baik oleh media dan bahwa semua orang telah membicarakannya selama bertahun-tahun.

Namun, dalam kasus Anwar, Mahathir mengatakan, dia telah menerima informasi dari kepoli­sian dan, jadi, kedua situasi itu benar-benar berbeda.

"Dalam kasus Anwar, saya diberitahu oleh polisi tetapi da­lam kasus Najib, saya tahu dari sumber-sumber publik. Media dan semua orang mengatakan yang tidak baik itu dan dia (Najib Razak) tidak menuntut mer­eka, yang berarti dia benar-benar melakukan semua hal ini. Jadi, dalam kasus Najib Razak, saya tahu itu berbeda," kata Mahathir.

Mahathir menjadi pengkritik paling keras terhadap Najib Razak pada 2015 setelah berita dugaan keterlibatannya dalam penyalahgunaan dana 1MDB.

Mahathir mengatakan, empat lembaga negara sedang menye­lidiki dugaan kejahatan Najib dan kemudian terserah kepada jaksa agung baru untuk mem­bawa kasus ini ke pengadilan. ***

Komentar Pembaca
Jokowi Berupaya Mengunci Mitra Koalisi
Menteri Yang Nyaleg Harus Mundur!

Menteri Yang Nyaleg Harus Mundur!

, 20 JULI 2018 , 13:00:00

RR Terima Kiai Muda Jabodetabek

RR Terima Kiai Muda Jabodetabek

, 17 JULI 2018 , 20:39:00

Massa PDIP Vs Hummer Hary Tanoe

Massa PDIP Vs Hummer Hary Tanoe

, 17 JULI 2018 , 21:28:00

Dukung Potensi Gresik Berkembang

Dukung Potensi Gresik Berkembang

, 15 JULI 2018 , 05:16:00