Hanura

Rakyat Meksiko Pilih Presiden & 3.400 Caleg

Pesta Demokrasi Terbesar Di Amerika Latin

 SENIN, 02 JULI 2018 , 08:00:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Rakyat Meksiko Pilih Presiden & 3.400 Caleg

Foto/Net

RMOL. Jutaan pemilih di Meksiko memberikan hak suara untuk menentukan presiden baru Meksiko dan 3.400 wakil rakyat di tingkat lokal negara bagian dan federal.
Pemilu Meksiko merupa­kan pemilu terbesar di Amerika Latin. Sebanyak 3.400 kursi wakil rakyat di tingkat lokal negara bagian dan federal di­perebutkan.

Ada empat calon presiden yang bersaing. Yaitu, Andres Manuel Lopez Obrador (AMLO) dari partai National Regeneration Movement (Morena), Ricardo Anaya dari National Action Party (PAN), Jose Antonio Meade dari Institutional Revolutionary Party (PRI) dan Jaime Rodriguez Calderon yang maju secara inde­penden.

Dilansir Guardian, kemarin, jajak pendapat menyebut Lopez Obrador bakal memenangkan pemilihan presiden. Lopez Ob­rador maju dari partai baru yang dia bentuk (Morena) yang berha­luan kiri, populis dan nasionalis. Selama kampanye, dia berjanji akan melaksanakan reformasi pemerintahan, menindak tegas korupsi di internal birokrasi, serta menekan angka kejahatan yang marak di Meksiko selama masa kepemimpinan presiden saat ini, Enrique Pena Nieto.

Pakar pun menilai, Lopez Obra­dor di atas angin, karena banyak calon pemilih menginginkan capres yang bisa memenuhi janji perubahan saat kampanye, teru­tama terkait isu pemberantasan korupsi yang selama ini luput dari perhatian Presiden Nieto.

Dari tiga kandidat yang ketat menyaingi Lopez Obrador, capres Ricardo Anaya dari PAN adalah pe­saing utama. Sebagai politisi muda kawakan, Anaya naik ke kasta tera­tas dunia politik Meksiko dan PAN atas reputasinya sebagai perencana kebijakan yang teliti serta karak­ternya yang blak-blakan.

Selama kampanye, Anaya ber­janji akan memerangi kemiskinan dengan memberikan insentif bu­lanan kepada semua orang Mek­siko. Dia juga akan menindak tegas korupsi.

Institutional Revolutionary Party saat ini merupakan partai pemerintah, pengusung Presiden Nieto, serta telah menjadi mesin poli­tik dominan di Meksiko selama hampir 80 tahun sejak negara itu merdeka.

Warga Meksiko kian memandang partai itu sebagai organisasi yang memberikan struktur kemapanan bagi aktivitas korupsi dan kolusi di pemerintahan. Karenanya, banyak orang Meksiko tidak menginginkan PRI kembali berkuasa selama enam ke depan. Demikian seperti dikutip dari Al Jazeera.

Di posisi terakhir dalam jajak pendapat adalah Jaime Rodri­guez Calderon, seorang kandidat independen. Calderon selama kampanye, banyak ditertawakan. Dalam acara debat capres dia mengusulkan potong tangan para pegawai negeri yang mencuri uang rakyat. ***

Komentar Pembaca
Jokowi Berupaya Mengunci Mitra Koalisi
Menteri Yang Nyaleg Harus Mundur!

Menteri Yang Nyaleg Harus Mundur!

, 20 JULI 2018 , 13:00:00

RR Terima Kiai Muda Jabodetabek

RR Terima Kiai Muda Jabodetabek

, 17 JULI 2018 , 20:39:00

Massa PDIP Vs Hummer Hary Tanoe

Massa PDIP Vs Hummer Hary Tanoe

, 17 JULI 2018 , 21:28:00

Dukung Potensi Gresik Berkembang

Dukung Potensi Gresik Berkembang

, 15 JULI 2018 , 05:16:00