Hanura

Najib Tertunduk Malu

Di Sidang Perdana

 KAMIS, 05 JULI 2018 , 10:10:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Najib Tertunduk Malu

Najib Razak/Net

RMOL. Najib Razak menjalani sidang perdana kasus dugaan korupsi 1MDB, kemarin. Menghadapi empat dakwaan, eks Perdana Menteri Malaysia itu bersikukuh tak bersalah.
Tiba pukul 08.20 pagi waktu setempat, Najib yang mengenakan setelan jas biru gelap dan dasi merah dikawal ketat petugas kepolisian dan petugas dari KPK Malaysia (MACC). Tangan Najib tampak terborgol. Dia disambut para pendukungnya yang sudah berkumpul di depan Kompleks Pengadilan Kuala Lumpur sejak pukul 05.00 waktu setempat. "Allah selamatkan Najib Razak. Allah selamatkan kamu," demikian nyanyian berkumandang dari mulut ratusan pendukung Najib yang kemudian berteriak, "Bebas, bebas! Bebaskan Najib!".

Sidang dibuka pukul 9 pagi oleh Hakim Sofian Abdul Razak. Pengamanan ketat diberlakukan di pengadilan. Di dalam ruang persidangan, terlihat anak-anak Najib seperti putra tirinya, Riza Aziz, yang pada Selasa lalu diinterogasi oleh MACC.

Jaksa Agung Malaysia Tommy Thomas memimpin tim beranggotakan 11 jaksa penyidik untuk melawan Najib. Sementara, Najib didampingi lima pengacara yang dipimpin Muhammad Shafee Abdullah. Najib dijerat empat dakwaan. Pria berusia 64 tahun itu dituduh menyalahgunakan posisinya sebagai pejabat pemerintah dengan menerima suap 42 juta ringgit (Rp 149 miliar) atas nama Pemerintah Malaysia untuk pinjaman empat miliar ringgit (Rp 14,2 triliun) dari dana pensiun pemerintah kepada SRC International Sdn Bhd.

Dia juga didakwa dengan tiga tuduhan pelanggaran kepercayaan kriminal (CBT) dalam kapasitasnya sebagai perdana menteri, menteri keuangan dan penasihat emeritus dari SRC International.

"Sebagai pejabat publik, yaitu perdana menteri dan menteri keuangan, menggunakan posisi Anda untuk kepuasan diri sendiri dengan total 42 juta ringgit," kata Jaksa Agung Tommy. Masing-masing dari empat dakwaan dikenakan hukuman penjara hingga 20 tahun. Dia juga diharuskan denda sebesar lima kali lipat dari jumlah uang yang diselewengkan.

Selain penjara, terdapat hukuman cambuk menggunakan rotan jika yang bersangkutan terbukti menyalahgunakan jabatannya. Namun, besar kemungkinannya Najib bakal dibebaskan karena saat ini dia berusia lebih dari 50 tahun, tepatnya 64 tahun.

Najib juga dipaksa menyerahkan paspor diplomatik dan sipil, serta diwajibkan membayar uang jaminan pembebasan sementara sebesar 1 juta Ringgit atau setara dengan 3,5 miliar rupiah. Uang tersebut harus dibayarkan Najib separuhnya atau RM 500 ribu kemarin. Sementara sisanya harus dibayarkan Najib paling lambat Senin sore pekan depan (9/7) sebelum pukul 15.00 waktu setempat.

Najib tampak sering menunduk saat mendengarkan dakwaan. Dia mengangguk selepas setiap dakwaan dibacakan. Tetapi, melalui surat, dia menolak semua dakwaan.

"Terdakwa menolak dakwaan dan menyatakan tidak bersalah, serta meminta diadakan praperadilan," demikian surat yang dibacakan di persidangan.

Sidang ini tertutup. Sebelumnya, Najib mengajukan permohonan itu kepada Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur. Larangan yang biasa disebut gag order ini merupakan perintah hakim agar polemik sebuah kasus tidak dipublikasi media.

Tommy Thomas dalam kasus ini menolak keras permohonan itu. Dia menyinggung soal kebebasan berekspresi dan berbicara yang berlaku dalam masyarakat. "Apa gunanya merilis gag order ketika seluruh dunia akan membahasnya?" tegasnya.

Tommy kemudian memberikan contoh Sarawak Report, situs berita lokal Malaysia yang disebutnya dibaca secara global. "Penasihat hukum harus mengajukan permohonan resmi untuk gag order, yang akan kami lawan dengan sekuat tenaga,"  tegasnya lagi.

Tetapi, Hakim Sofian Abdul Razak dalam putusannya mengabulkan gag order interim atau sementara. Pemohonan resmi untuk gag order akan dibahas dalam persidangan selanjutnya, 8 Agustus mendatang. Pengadilan Tinggi menetapkan tanggal persidangan pada 18-28 Februari, 4-8 Maret dan 11-15 Maret 2019. Secara total, persidangan akan dilangsungkan selama 19 hari.

Pada pukul 10.16 waktu setempat, Najib keluar dari ruang persidangan. Dia mengatakan kasus pengadilannya akan menjadi kesempatan terbaik untuk membersihkan namanya. Dia berharap pengadilan akan mengikuti aturan hukum. "Saya percaya pada ketidakbersalahan saya. Ini adalah kesempatan terbaik bagi saya untuk membersihkan nama saya," katanya kepada wartawan di Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur, kemarin, dilansir di The Star Online.

"Jika ini adalah harga yang harus saya bayar setelah mengabdi kepada rakyat dan negara selama 42 tahun, maka saya siap. Saya yakin saya tidak bersalah," tegasnya.

Najib menyampaikan terima kasih atas kehadiran para pendukungnya. "Saya tersentuh dengan kehadiran para pendukung saya yang datang untuk memberikan dukungan moral meski saya tidak menyerukan pergerakan, mereka datang sukarela," ujarnya.

Sementara Istri Najib, Rosmah Mansor, yang hadir beberapa saat sebelum sidang berakhir tampak menenangkan para pendukung yang hadir di pengadilan. ***

Komentar Pembaca
Jokowi Berupaya Mengunci Mitra Koalisi
Menteri Yang Nyaleg Harus Mundur!

Menteri Yang Nyaleg Harus Mundur!

, 20 JULI 2018 , 13:00:00

RR Terima Kiai Muda Jabodetabek

RR Terima Kiai Muda Jabodetabek

, 17 JULI 2018 , 20:39:00

Massa PDIP Vs Hummer Hary Tanoe

Massa PDIP Vs Hummer Hary Tanoe

, 17 JULI 2018 , 21:28:00

Dukung Potensi Gresik Berkembang

Dukung Potensi Gresik Berkembang

, 15 JULI 2018 , 05:16:00