Hanura

Inggris Di Jurang Krisis

Dua Menteri Mundur Terkait Brexit

 RABU, 11 JULI 2018 , 08:39:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Inggris Di Jurang Krisis

Theresa May/Net

RMOL. Pemerintahan Perdana Menteri (PM) Inggris Theresa May berada di jurang krisis setelah Menteri Luar Negeri Boris Johnson dan Menteri Urusan Brexit David Davis memilih mundur.
 Keduanya mundur karena beda pendapat terkait detail rincian perundingan keluarnya Inggris dari Uni Eropa. Istilah­nya Brexit (British Exit). John­son dan Davis meninggalkan pemerintahan setelah kabinet menyepakati dokumen yang memerinci Brexit.

Dokumen ini menyinggung posisi Inggris tetap menjalin hubungan dagang dengan Uni Eropa. Johnson dan Davis politisi penting kubu Leave, kelompok yang menginginkan Inggris keluar dari Uni Eropa. Itulah hasil referendum pada 2016.

Johnson diyakini tidak setuju dengan poin-poin Brexit yang disepakati kabinet. Namun, dia tidak mengeluarkan kritikan secara terbuka. Davis lebih ekspresif. Posisinya jelas tidak setuju. Menurut dia, Inggris terlalu cepat mengalah. Kalah oleh bujukan Uni Eropa.

Editor politik BBC, Laura Kuenssberg, mengatakan, mun­durnya Johnson mempermalu­kan PM May. Tak hanya itu, May juga dalam posisi terjepit.

"Ini jelas-jelas kacau ... negara terbelah, pemerintah kacau balau," kata Wakil Ketua Partai Buruh yang beroposisi, Tom Watson.

Pengunduran Johnson dan Da­vis, menambah jumlah menteri May yang mundur dalam seta­hun terakhir. Totalnya delapan orang.

Dalam dua tahun terakhir, May sudah menghadapi serang­kaian tantangan serius. Namun, ia tetap bertahan. Kecil kemung­kinan dia mengundurkan diri. Di luar kekacauan dan perpecahan politik, May dan Partai Konser­vatif berupaya mempertahankan stabilitas pemerintahan. Demi mencegah oposisi, Partai Bu­ruh, memanfaatkan kesempatan merebut kekuasaan.

Meski May terpaksa mundur, penerusnya kemungkinan tidak akan menggelar pemilihan umum sela seperti yang per­nah dilakukan pada Juli 2017. Kemungkinan besar Partai Konservatif akan kalah. Jika hal itu terjadi, Partai Buruh dipastikan akan mengajukan mosi tidak percaya demi meng­gulingkan pemerintah.  ***

Komentar Pembaca
Perang Tagar Hanya Mainkan Emosi Rakyat

Perang Tagar Hanya Mainkan Emosi Rakyat

, 18 SEPTEMBER 2018 , 17:00:00

Represif, Jokowi Jadi Raja Saja!

Represif, Jokowi Jadi Raja Saja!

, 18 SEPTEMBER 2018 , 15:00:00

Ratusan Mahasiswa Bergerak Ke Istana Tuntut Presiden Jokowi Turun Tahta
Peluncuran Tagar #2019TetapPancasila

Peluncuran Tagar #2019TetapPancasila

, 13 SEPTEMBER 2018 , 16:15:00

HMI Demo Jokowi

HMI Demo Jokowi

, 14 SEPTEMBER 2018 , 03:12:00

Djoko Santoso: Kami Hormati Pilihan Pak Gatot Nurmantyo
<i>Asia Sentinel</i>: Pemerintahan Era SBY Cuci Uang Rp 177 Triliun
Aksi Mahasiswa UIR Pekanbaru Tempeleng Jutaan Mahasiswa Indonesia
KPK Akan Didemo Tangkap Menteri Enggar

KPK Akan Didemo Tangkap Menteri Enggar

Politik17 September 2018 07:25

Kabareskrim Mau Tangkap Hendropriyono, Arief: Itu Kabar Bohong
Pileg Jangan Dikotori Aksi Saling Hujat

Pileg Jangan Dikotori Aksi Saling Hujat

Politik19 September 2018 05:33

Tuding Moeldoko Ibarat Buruk Muka Cermin Dibelah
Houston

Houston

Dahlan Iskan19 September 2018 05:00

Kiai Ma'ruf Minta Didoakan Berhasil Jadi Wapres
Uni Eropa Selidiki 28 Kelompok Produk Baja Dunia