Hanura

Kelompok Pemberontak Segara Evakuasi Militan Dari Ghouta Timur

 SABTU, 10 MARET 2018 , 14:43:00 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kelompok Pemberontak Segara Evakuasi Militan Dari Ghouta Timur

Suriah/Net

RMOL. Kelompok pemberontak Suriah Jaish al-Islam sepakat untuk mengevakuasi pejuang jihad yang ditahan di penjara di Ghouta Timur yang dikepung akhir pekan ini.

Kelompok tersebut mengatakan keputusan tersebut dibuat dengan berkonsultasi dengan delegasi yang masuk dengan konvoi bantuan PBB.

Dimuat BBC, Jaish al-Islam mengatakan bahwa mereka telah mencapai kesepakatan dengan berbagai pihak, termasuk PBB, untuk mengevakuasi pejuang dari Hayat Tahrir al-Sham (HTS), yakni sebuah aliansi faksi yang dipimpin oleh Front Nusra, yang bermunculan dari al- Qaeda.

Pemerintah Suriah telah meningkatkan upaya untuk merebut kembali daerah kantong pemberontak tersebut dalam beberapa pekan terakhir, yang menyebabkan lebih dari 900 orang melaporkan kematian warga sipil.

Pasukan pro pemerintah sekarang dilaporkan menguasai separuh wilayah tersebut.

Sekitar 400.000 orang terjebak dan upaya untuk mencapai kesepakatan untuk menghentikan pertumpahan darah telah berlangsung selama berminggu-minggu.

Namun gerilyawan jihad ekstrim dikecualikan dari gencatan senjata PBB yang belum diimplementasikan dan kehadiran mereka memberikan pembenaran untuk pemboman pemerintah terhadap wilayah tersebut.

Mereka diperkirakan akan melakukan perjalanan ke Idlib, yang telah menjadi tujuan para pejuang di bawah kesepakatan sebelumnya, terutama ketika pemerintah Suriah merebut kembali Aleppo Timur. [mel]

Komentar Pembaca
BENANG MERAH (EPS.162): Pilpres Atau Adu Jangkrik?
Grace Natalie Dilaporkan Ke Bareskrim Polri

Grace Natalie Dilaporkan Ke Bareskrim Polri

, 16 NOVEMBER 2018 , 15:00:00

Kompetisi Peradilan Semu Anti Korupsi

Kompetisi Peradilan Semu Anti Korupsi

, 16 NOVEMBER 2018 , 14:17:00

Cawapres Penghina Tunanetra

Cawapres Penghina Tunanetra

, 14 NOVEMBER 2018 , 11:49:00

Prabowo Subianto Kunjungi Anwar Ibrahim

Prabowo Subianto Kunjungi Anwar Ibrahim

, 15 NOVEMBER 2018 , 10:58:00