Hanura

Snack Attack, Keripik Indonesia Siap Invasi Korea Selatan

 MINGGU, 06 MEI 2018 , 04:22:00 WIB | LAPORAN: DAR EDI YOGA

Snack Attack, Keripik Indonesia Siap Invasi Korea Selatan

Foto: ist

RMOL. Aneka keripik Indonesia berbahan Ubi ternyata sangat digandrungi oleh masyarakat Korea Selatan.
Berbagai keripik tersebut diolah dengan bahan organik seperti minyak kelapa. Hal ini jugalah yang membuat masyarakat Korea tidak menyia-nyiakan berbagai keripik Indonesia tersebut. Mereka memang memiliki kesadaran tinggi dalam gaya hidup sehat.

Kesempatan tersebut dibidik pelaku pasar makanan ringan Indonesia yang mengikuti ajang Seoul Food 2018 di KINTEX, Seoul, Korea Selatan.

Selama empat hari pameran pada 1 hingga 4 Mei 2018, Paviliun Indonesia berhasil meraih total transaksi langsung dan transaksi prospektif sebesar USD8,19 Juta atau senilai Rp113 milyar.

Nilai ini disumbang dari penjualan berbagai jenis kripik, biskuit, wafer, dan makanan olahan lainnya.

"Korsel merupakan pasar yang berpotensi besar untuk makanan ringan Indonesia. Karenanya kita terus menggarap serius (potensi) ini," tutur Dubes RI untuk Korsel Umar Hadi.

Lebih lanjut mantan Konjen RI di Los Angeles ini menyampaikan makanan ringan di Korsel tidak hanya mementingkan rasa yang bervariasi, tetapi juga bahan baku alami dan proses pembuatannya.

Tren yang berkembang di Korsel saat ini kata Umar dikenal dengan nama back to basic food.

"Jadi ditambah packaging yang menarik. Semua itu tentunya akan meningkatkan nilai tambah dari produk yang dijual," ujar Umar.

Paviliun Indonesia kali ini melibatkan pengusaha yang membawa produk pilihan agar sesuai dengan permintaan pasar Korea. Selain itu pengusaha Indonesia yang telah berhasil masuk pasar Amerika Serikat dalam skala besar, juga ikut dilibatkan. Mulai dari berbagi pengalaman hingga inovasi produk dan desain kemasan agar bisa bersaing dengan produk luar.

Paviliun Indonesia dalam ajang Seoul Food 2018 ini menempati area seluas 90 meter persegi. Produk yang dipasarkan dikurasi secara khusus disesuaikan prospek pasar Korsel. Hasilnya, beragam jenis makanan olahan dari kripik, biskuit, kacang, wafer, krimer hingga nata de coco mendapatkan sambutan luar biasa.

Korsel menempati peringkat ke-14 sebagai negara pengimpor makanan olahan dunia, dan peringkat ke-3 di Asia setelah Jepang dan Tiongkok. Impor makanan olahan Korsel senilai USD 9,33 miliar dengan kecenderungan peningkatan sebesar 7,98 persen setiap tahunnya.

Indonesia masih berada di peringkat ke-16 eksportir makanan olahan di pasar Korsel, masih kalah oleh Filipina, Thailand dan Vietnam.

Namun hal yang menggembirakan adalah makanan olahan Indonesia mulai diterima masyarakat Korsel. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan pertumbuhan ekspor sebesar 45,31 persen dari USD 92,38 Juta pada tahun 2016 menjadi USD 134,24 juta pada tahun 2017. [nes]

Komentar Pembaca
Rachmawati: Vivere Pericoloso

Rachmawati: Vivere Pericoloso

, 17 AGUSTUS 2018 , 17:00:00

#VLOGNEWS: Upacara di UBK, Prabowo Dapat Star of Soekarno
Tegang Saat Prabowo Masuk

Tegang Saat Prabowo Masuk

, 10 AGUSTUS 2018 , 16:40:00

Cakra 19 Untuk Jomin

Cakra 19 Untuk Jomin

, 12 AGUSTUS 2018 , 19:48:00

Sambut Kemeriahan Asian Games

Sambut Kemeriahan Asian Games

, 15 AGUSTUS 2018 , 04:34:00