Hanura

Saudi Harap RI Masuk Aliansi Perang Melawan Terorisme

 SELASA, 15 MEI 2018 , 08:35:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Saudi Harap RI Masuk Aliansi Perang Melawan Terorisme

Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi/Net

RMOL. Pemerintah Kerajaan Arab Saudi siap untuk menjalin kerja sama dengan Indonesia dalam bidang pemberantasan terorisme. Indonesia diharapkan bergabung dengan aliansi perang melawan terorisme.
Demikian tawaran Saudi me­nyusul tragedi bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya. Menurut Duta Besar Arab Saudi untuk In­donesia Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi, di Jakarta, kemarin, Saudi membentuk koalisi negara-negara Islam un­tuk memerangi terorisme.

Koalisi itu terdiri atas 34 negara termasuk Arab Saudi di dalamnya. Indonesia diharapkan juga bergabung dengan aliansi ini. "Arab Saudi memiliki cukup pengalaman dalam menghalau dan memberantas aksi teror mau­pun tindakan-tindakan yang ber­potensi mengganggu keamanan serta stabilitas di dalam negeri," ujar Dubes Osama.

Terkait dengan teror bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, Dubes Osama mengungkapkan, aksi tersebut berkaitan dengan cara-cara yang dilakukan ISIS.

"ISIS bukan bagian dari Islam. Anggota ISIS berasal dari berbagai macam negara. Arab Saudi ber­pengalaman dalam menghadapi tindakan teror ISIS maupun tin­dakan-tindakan yang bisa meng­ganggu keamanan dan stabilitas di dalam negeri," terangnya.

Begitu juga Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) menyatakan solidaritas terhadap Indonesia. Sekretaris Jenderal OKI Yousef Al-Othaimeen menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban atas tindakan keji yang terjadi terhadap para korban. Dia berharap para korban luka-luka dapat cepat pulih.

"OKI menegaskan kembali posisi prinsipnya bahwa kekerasan dan terorisme tidak boleh dikaitkan dengan agama, kebangsaan, peradaban, atau kelompok etnis apa pun."

"Ekstremisme keras dan terorisme dalam segala bentuk dan manifestasinya, termasuk kek­erasan terhadap warga sipil dan serangan bunuh diri, bertentangan dengan prinsip-prinsip suci Islam dan menghina keragaman agama masyarakat Indonesia," imbuhnya.

Selain itu, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres menyatakan dukungan PBB kepada Pemerintah dan rakyat Indonesia dalam upaya memerangi dan mencegah terorisme dan kekerasan ekstremisme, termasuk melalui promosi keberagaman, moderasi, dan toleransi.

"Sekjen PBB mengutuk serangan teroris terhadap jemaat di tiga gereja di Surabaya, Indonesia, pada 13 Mei. Dia terkejut menge­nai laporan bahwa anak-anak digunakan untuk melakukan se­rangan," demikian pernyataanya di website resmi PBB, kemarin.

Guterres juga menyampaikan belasungkawa kepada kelu­arga korban serangan bom dan berharap pemulihan cepat bagi korban luka-luka.

Selain itu, sejumlah negara seperti Iran, Amerika Serikat, Inggris, Rusia, Australia, hingga Taiwan mengutuk serangan teror di Suraba­ya dan ikut menyampaikan simpati terhadap para keluarga korban.

Pada Minggu pagi (13/5) terjadi serangan bom bunuh diri terhadap tiga gereja di Surabaya hingga menewaskan sedikit­nya 13 orang dan 43 lainnya luka-luka. Tragedi itu terjadi di Gereja Santa Maria, Gereja GKIdan Pantekosta. ***

Komentar Pembaca
Penyandang Tunanetra Sakit Hati Dengan Omongan Ma'ruf
Pemprov DKI Segera Cairkan Bonus Atlet Asian Games
Demo Tuntut Minta Maaf

Demo Tuntut Minta Maaf

, 12 NOVEMBER 2018 , 17:20:00

Skybridge Solusi Kesemrawutan

Skybridge Solusi Kesemrawutan

, 11 NOVEMBER 2018 , 05:13:00

Cawapres Penghina Tunanetra

Cawapres Penghina Tunanetra

, 14 NOVEMBER 2018 , 11:49:00

Pembunuhan Satu Keluarga Di Bekasi, Advokat Muda Batak Surati Kapolri
Hanya Sapa Sandiaga Uno, Kades Ini Berurusan Dengan Polisi
Ketika Beijing Berubah Menjadi Begging

Ketika Beijing Berubah Menjadi Begging

Dahlan Iskan16 November 2018 05:00

Jokowi Bisa Dimakzulkan Karena Ucapan Ketum PSI
Ibas Persilakan Kader Demokrat Dukung Jokowi, Relawan: <i>Alhamdulillah</i>
Pengamat Asing: Jokowi Berubah Menjadi Otoriter

Pengamat Asing: Jokowi Berubah Menjadi Otoriter

Hersu Corner12 November 2018 18:33

Survei Soal Peran Ulama Di Pilpres Berpotensi Memecah Belah Umat
Hari Ini PPP Tentukan Dukungan Capres

Hari Ini PPP Tentukan Dukungan Capres

Politik16 November 2018 05:20

Ketika Beijing Berubah Menjadi Begging

Ketika Beijing Berubah Menjadi Begging

Dahlan Iskan16 November 2018 05:00

BMKG Imbau Waspadai Bencana Alam Selama Musim Hujan
Bawaslu Beri Pelatihan Saksi Di TPS

Bawaslu Beri Pelatihan Saksi Di TPS

Nusantara16 November 2018 04:16