Hanura

Najib Razak Dilucuti

Pengawalnya Ditarik

 KAMIS, 31 MEI 2018 , 09:29:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Najib Razak Dilucuti

Foto/Net

RMOL. Najib Razak mulai dilucuti. Pemerintah negeri Jiran di bawah pimpinan PM Mahathir Mohammad menarik pasukan pengawalan Najib. Padahal sebagai bekas perdana menteri, Najib masih berhak mendapatkan pengawalan.
Penarikan pasukan pengawalan Najib dilakukan lantaran dia tengah diperiksa dalam kasus korupsi. Untuk diketahui Najib dituding terlibat dalam megakorupsi di lembaga 1MDB. Najib dituding menerima uang 1MDB dalam jumlah besar ke dalam rekeningnya melalui cara yang kompleks dengan melibatkan perusahaan di beberapa negara. PM berusia 92 tahun itu pun menilai Najib tidak layak mendapat pengawalan seperti bekas-bekas PM lainnya.

"Dia sedang diselidiki. Jadi dia tidak mewakili perdana menteri yang lalu. Tetapi, jika dia dinyatakan tidak bersalah, dia akan mendapat perlakuan sama seperti perdana menteri lain," ujar Mahathir, kemarin.

Najib sendiri curhat di akun Facebooknya terkait penarikan pasukan pengawalannya. "Hari ini saya menyampaikan salam hormat serta mengucap selamat tinggal kepada kelompok pengawal pengiring, Unit Tindakan Khusus, Polisi Penjaga dan Pegawai, yang ditugaskan untuk menyediakan pengamanan bagi saya dan keluarga," tulis Najib. Menurutnya, sejak beberapa minggu ini, semua pegawai keselamatan, pasukan pengawalan sudah ditarik oleh pemerintah, kecuali seorang pegawai ADC (Aide De Camp) atau ajudan.

Najib menulis, tetes airmata mengiringi perpisahan para pasukan pengawal itu dengannya. "Tak dapat dinafikan, mereka berselubung emosi dan ada yang meneteskan air mata ketika kami mengucapkan perpisahan," ujar Najib yang melampirkan foto-foto perpisahan itu. Tiga foto menggambarkan Najib tengah berpelukan dengan anggota pasukan pengawalan itu.

Najib juga mengunggah foto yang menunjukkan ia berdiri di hadapan sekelompok pengawal sambil saling memberikan hormat. "Hari ini, saya membalas salam hormat dan mengucapkan selamat tinggal kepada kelompok pengawal, Unit Tindakan Khas, polisi pengiring, dan pegawai yang ditugaskan untuk menjamin keselamatan dan membantu saya dan keluarga selama di Kantor Perdana Menteri dan kediaman resmi," tuturnya.

Namun, Polisi Malaysia membantah klaim Najib yang menyebutkan bahwa seluruh petugas keamanan yang ditugaskan bersamanya kecuali asisten pribadi (ADC), telah ditarik.

Inspektur Jenderal Polisi Mohamad Fuzi Harun mengatakan hanya mengurangi jumlah pasukan pengawalan bagi Najib. "Setiap mantan perdana menteri memiliki hak khusus, namun jumlah anggota yang bertugas tidak akan sama seperti sebelumnya, dan kami hanya mengikuti prosedur operasi standar yang ditetapkan," ujar Mohamad seperti dikutip dari Channel News Asia, kemarin.

"Namun, personel yang bertugas seperti ADC, sopir, dan pengawal pribadi masih ditugaskan bagi keselamatan Najib dan istrinya Datin Seri Rosmah Mansor," imbuhnya.

Sementara itu, kepolisian Malaysia dikabarkan menyita sejumlah barang milik putri Najib, Nooryana Najwa dalam penggeledahan di sejumlah kondominium di Pavilion Residences, Kuala Lumpur, 18 Mei lalu terkait dengan skandal korupsi yang diduga dilakukan ayahnya.

Dalam penggeledahan itu, polisi menyita 284 kotak berisi tas mewah bermerek dari tiga kondominium di Pavilion Residences. Dilaporkan Reuters bahwa polisi juga menyita 150 tas mewah lainnya dari kediaman Nooryana, bahkan sejumlah sepatu termasuk sepatu bayi juga ikut disita. Selain tas mewah, polisi juga menyita 72 tas dan koper berisi perhiasan, jam tangan mewah serta uang tunai berbagai mata uang asing.

Nooryana pun mengajukan laporan ke polisi pada Senin (28/5) lalu. Dalam laporan itu, Nooryana menyatakan dirinya keberatan dengan penyitaan polisi terhadap barang-barang pribadi yang diklaimnya sebagai hadiah pernikahan. Nooryana telah dimintai keterangan terkait laporan itu oleh kepolisian setempat pada Selasa (29/5) waktu setempat. ***


Komentar Pembaca
Perang Tagar Hanya Mainkan Emosi Rakyat

Perang Tagar Hanya Mainkan Emosi Rakyat

, 18 SEPTEMBER 2018 , 17:00:00

Represif, Jokowi Jadi Raja Saja!

Represif, Jokowi Jadi Raja Saja!

, 18 SEPTEMBER 2018 , 15:00:00

Ratusan Mahasiswa Bergerak Ke Istana Tuntut Presiden Jokowi Turun Tahta
Peluncuran Tagar #2019TetapPancasila

Peluncuran Tagar #2019TetapPancasila

, 13 SEPTEMBER 2018 , 16:15:00

HMI Demo Jokowi

HMI Demo Jokowi

, 14 SEPTEMBER 2018 , 03:12:00

Djoko Santoso: Kami Hormati Pilihan Pak Gatot Nurmantyo
<i>Asia Sentinel</i>: Pemerintahan Era SBY Cuci Uang Rp 177 Triliun
Aksi Mahasiswa UIR Pekanbaru Tempeleng Jutaan Mahasiswa Indonesia
KPK Akan Didemo Tangkap Menteri Enggar

KPK Akan Didemo Tangkap Menteri Enggar

Politik17 September 2018 07:25

Kabareskrim Mau Tangkap Hendropriyono, Arief: Itu Kabar Bohong
Pileg Jangan Dikotori Aksi Saling Hujat

Pileg Jangan Dikotori Aksi Saling Hujat

Politik19 September 2018 05:33

Tuding Moeldoko Ibarat Buruk Muka Cermin Dibelah
Houston

Houston

Dahlan Iskan19 September 2018 05:00

Kiai Ma'ruf Minta Didoakan Berhasil Jadi Wapres
Uni Eropa Selidiki 28 Kelompok Produk Baja Dunia