Hanura

OLEOLE DARI CHINA

Negara Kaya Kuat, Rakyat Pasti Makmur Sejahtera

 SELASA, 26 JUNI 2018 , 10:37:00 WIB

Negara Kaya Kuat, Rakyat Pasti Makmur Sejahtera

Dari kiri ke kanan: Ketua PWI Jawa Barat Mirza Zulhadi Nachli, Ketua Bidang Luar Negeri PWI Pusat Teguh Santosa, Dutabesar Djauhari Oratmangun, Ketua PWI Kalimantan Barat Gusti Yusri Ismail, Penasehat PWI Kalimantan Barat Hendru Jurnawan, dan Pelaksana Fungsi Pensosbud KBRI Beijing Rukmini Setiati.

REPUBLIK Rakyat Tiongkok sudah bersejarah kurang lebih 4.000 tahun, kini negara tirai bambu menurut sensus tahun 2016 berpenduduk 1,379 miliar. Selain itu, Tiongkok juga memiliki cadangan devisa terbesar di dunia dengan kepemilikan mencapai US$ 1,19 biliun atau sekitaar Rp 16 kuadriliun.
Pertumbuhan ekonomi Tiongkok di kuartal pertama 2017 melampaui prediksi, pertumbuhan ekonomi atau Produk Domestik Bruto ( PDB) Tiongkok mencapai 6,9 persen. Orang terkaya di Tiongkok adalah Ma Huateng dengan kekayaan US$ 41,8 miliar atau seminar Rp 564,8 triliun.

Menurut Dubes RI di Beijing Djauhari Oratmangun mengatakan, banyak pelajar negara lain studi ke Tiongkok. Jumlah pelajar dan mahasiswa Indonesia di Tiongkok diurutan ke 7 dan sekarang sudah mencapai 14.700 orang dengan berbagai jurusan.

Kini terdapat 8 perguruan tinggi di Tiongkok menyediakan pusat kajian Indonesia yang disebut Pusat Kajian Antar Masyarakat Indonedia Tiongkok. Yaitu Central China Normal Univeesity, Fujian Normal University, Hebei Normal University, Guangdong University of Foreign University, Beijing Foreign Studies University, Huaqiao University, Jinan University, Guangxi University For Narionalities.

Dubes Djauhari mengatakan, sebelumnya pada April 2018 telah diadakan Kongres Nasional Persatuan Pelajar Indonesia Tiongkok (PPIT) di Xiamen, dengan dihadiri 21 cabang dari 24 cabang dengan jumlah 250 pelajar dan mahasiswa yang tersebar di seluruh provinsi di Tiongkok.

Dipaparkan Dubes Djauhari, kini semakin banyak wisatawan Tiongkok yang berkunjung ke Indonesia. Pada tahun 2017 saja, tercatat sekitar 2 juta pengunjung.

Tahun 2018 diharapkan wisatawan semakin meningkat dan mudah-mudahan bisa mencapai 3 juta wisatawan Tiongkok ke Indonesia. Sedangkan untuk wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Tiongkok rata-rata 200 ribu orang per tahun.

Kini, investasi Tiongkok termasuk Hongkong di Indonesia menempati urutan kedua di bawah Singapur.

Setelah kunjungan Perdana Menteri Tiongkok Li Kezhiang beberapa waktu lalu, hal tersebut menggalakkan ekspor Indonesia ke Tiongkok, dengan menaikkan impor sawit menjadi 500 ribu ton per tahun.

Selain itu, akses buah tropis, buah manggis, pisang abanis dan sarang burung walet dari Indonesia juga sudah masuk ke Tiongkok. Ternyata, impor sarang burung walet Indonesia telah menguasai 70 persen di Tiongkok.

Bahkan, kerja sama beberapa proyek investasi seperti tourism, infastruktur sawit yang diprioritaskan di empat provinsi yakni Sumatera Utara, Kalimantan Utara, Bali dan Sulawisi Utara.

Tak luput, Dubes Jauhari juga menyampaikan, tahun 2022 nantu Asian Games akan digelar di Tiongkok setelah tahun 2018 ini digelar di Indonesia.

Forum Jurnalis One Belt One Road (Satu Sabuk Satu Jalan) yang diselenggarakan di Beijing 19 sampai dengan  21 Juni 2018, dihadiri dari 52 negara.

Hadir delegasi dari Indonesia 4 orang, yakni Ketua PWI Jawa Barat H. Mirza Julhadi, perwakilan PWI Kalbar Gusti Yusri dan Hendry Jurnawan dengan dipimpin Ketua Departemen Hubungan Luar Negeri PWI Pusat Teguh Santosa

Hendry Jurnawan
Penasehat PWI Kalimantan Barat


Komentar Pembaca
#KataRakyat: Ulama Berpolitik, Emangnya Ngaruh?
Eks Politikus Gerindra Dukung Jokowi-Ma\'ruf

Eks Politikus Gerindra Dukung Jokowi-Ma\'ruf

, 19 SEPTEMBER 2018 , 17:00:00

Ratusan Mahasiswa Bergerak Ke Istana Tuntut Presiden Jokowi Turun Tahta
Peluncuran Tagar #2019TetapPancasila

Peluncuran Tagar #2019TetapPancasila

, 13 SEPTEMBER 2018 , 16:15:00

HMI Demo Jokowi

HMI Demo Jokowi

, 14 SEPTEMBER 2018 , 03:12:00