Hanura

OLEOLE DARI CHINA

Berkunjung Ke Tempat Chiang Kai Shek Pernah Ditahan Dua Jenderalnya

 SELASA, 26 JUNI 2018 , 11:43:00 WIB

Berkunjung Ke Tempat Chiang Kai Shek Pernah Ditahan Dua Jenderalnya

Foto/Dok

BANGUNAN kota lama dan rumah gubuk, ruko tua semrawut serta tak beraturan dirubuhkan dan diganti gedung pencakar langit. Jalan dan gang sempit diubah jadi jalan raya yang lebar, jalan layang serta tol trans antar provinsi, kereta api cepat jaringan dan jangkauan luas antar wilayah.
Kecuali bangunan bersejarah dipertahankan, bahkan direhab untuk dijadikan objek wisata yang menarik, yang dilengkapi berbagai sarana dan fasilitas kenyamanan untuk memajukan sektor pariwisata.

"Kalau negara mau maju, utamakan jaringan transportasi. Arus barang dan manusia terasa jarak lebih pendek dan hemat waktu dan efisiensi biaya. Hasil pertanian desa sempat terangkut ke kota, barang dagangan pun jadi lancar terdistribusi ke kampung," demikian dikatakan ketua delegasi PWI Teguh Santosa.

Jalan tol Beijing-Xinjiang-Urumuqi melewati padang pasir sepanjang 3.171 km sudah selesai dibangun, sekaligus merupakan jalan tol terpanjang di dunia. Hanya memakan waktu 16 bulan dengan 30.000 orang pekerja, melibatkan 56 jumlah perancang dan pembangunan. Sepanjang jalan melewati gurun pasir dan kawasan curam. Panjang jalan ini hampir 3 kali lipat Jakarta-Surabaya.

Manfaat dan tujuan tol ini untuk mencapai kemakmuran. Pertama arus barang dari tempat terpencil bisa terangkut keluar dengan cepat dengan adanya jalan, mereka bisa menanam buah delima merah dan pohon-pohon penghijauan, serta merubah gurun pasir menjadi padang hijau.

Ketiga dengan tembusnya jalan ini, pemerintah lebih mudah menjaga stabilitas keamanan serta pertahanan negara dari Beijing sampai Xinjiang hanya ditempuh dalam satu hari saja.

"Inilah kehebatan negara yang selama ini dihina oleh dunia. Kini ibarat naga bergeliat dan bangkit dengan semangat kerja, keuletan, teknologi tinggi dan pengalaman yang kompetitif," demikian ditambahkan Ketua PWI Jawa Barat Mirza Zulhadi.

Slogan Deng Xiaoping terkenal dua fatwanya, menjadi kaya itu mulia. Tidak masalah kucing putih atau hitam, yang penting pandai tangkap tikus. Semangat maju luar biasa, kini ekonomi Shengzhen saja sudah lebih besar dari negara Filipina.

Sebelumnya seluruh dunia tidak ada yang berani menentang Amerika. Tetapi China tidak hanya berani, kini malahan telah berhasil melawannya. Menghadapi pasaran besar China, Arab Saudi pada akhirnya terpaksa harus menunjukkan sikap lebih akrab dengan Tiongkok dengan harapan agar bisa hidup lebih baik bersama Tiongkok.

"Ternyata, kebangkitan keberhasilan pembangunan diperlukan dengan penuh kepedihan cucuran darah dan air mata. Tiongkok mulai one belt one road atau satu sabuk satu jalan, telah membuka banyak rute perdagangan global telah mematahkan perdagangan, yang selama ini dimonopoli Amerika dengan sesukanya," demikian dikomentari Ketua PWI Kalbar Gusti Yusri .

Selain itu, delegasi juga dibawa ke Hua Qing Qe, lokasi kolam pemandian raja dan pemaisuri pada dinasti Tang, serta istana tempat peristirahatan dan kolam pemandian raja bersama pemaisuri ini.

Tempat ini terkenal dan dicatat oleh sejarah dengan peristiwa Xian pada tangal 12 Desember 1936, juga dikenal dengan peristiwa ganda 12. Presiden Chiang Kai Shek pada saat itu, ditawan oleh anak buahnya yakni Jendral Yang Hu Cheng dan Jenderal Zhang Xue Liang.

Di tempat permandian Hua Qing, panglima perang nasionalis China pada saat itu, Xue Liang meminta supaya berhenti berperang saudara antara komunis dan nasionalis dan bergabung bersama menghadapi agresi Jepang, karena Jepang bukan saudara. Namun, semula ditolak mentah mentah oleh Chiang Kai Shek.

Akhirnya, tokoh Tiongkok Zhou Enlai tampil dan berdiskusi dengan pemimpin militer Tiongkok pada saat itu, Chiang Kai Shek, dan mengatakan, "Kita bergabung melawan Jepang. Setelah menang perperangan dengan Jepang kami semua tetap mengakui kepemimpinan anda."

Akhirnya tanggal 25 Desember 1936, Chiang Kai Shek menyetujui gencatan senjata itu. [***]

Hendry Jurnawan
Penasehat PWI Kalimantan Barat, anggota delegasi PWI yang berkunjung ke Republik Rakyat China, 19-25 Juni 2018.


Komentar Pembaca
#KataRakyat: Ulama Berpolitik, Emangnya Ngaruh?
Eks Politikus Gerindra Dukung Jokowi-Ma\'ruf

Eks Politikus Gerindra Dukung Jokowi-Ma\'ruf

, 19 SEPTEMBER 2018 , 17:00:00

Ratusan Mahasiswa Bergerak Ke Istana Tuntut Presiden Jokowi Turun Tahta
Peluncuran Tagar #2019TetapPancasila

Peluncuran Tagar #2019TetapPancasila

, 13 SEPTEMBER 2018 , 16:15:00

HMI Demo Jokowi

HMI Demo Jokowi

, 14 SEPTEMBER 2018 , 03:12:00