Hanura

Tidak Sejalan Dengan Merkel, Mendagri Jerman Mundur

Krisis Pemerintahan Gara-gara Pengungsi

 SELASA, 03 JULI 2018 , 11:15:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Tidak Sejalan Dengan Merkel, Mendagri Jerman Mundur

Horst Seehofer/Net

RMOL. Krisis pemerintahan akibat politik pengungsi di Berlin ber­lanjut. Puncaknya, Menteri Da­lam Negeri (Mendagri), sekaligus Ketua Umum partai koalisi CSU, Horst Seehofer, memutuskan mundur dari kabinet Kanselir Angela Merkel, kemarin.
Sejak dua pekan terakhir, See­hofer memang memiliki perbe­daan pendapat mengenai kebi­jakan pengungsi. Dilansir AFP, Seehofer menyampaikan niatnya untuk mengundurkan diri baik sebagai Ketua Partai Konservatif Bavaria CSU, dan menteri dalam negeri karena merasa 'tidak punya dukungan'. Niat itu disam­paikan Seehofer kepada sejumlah pemimpin partainya. Namun Ketua Faksi CSU di Parlemen, Alexander Dobrindt 'menolak pengunduran diri Seehofer'.

Ketidakjelasan dari kubu Ba­varia memicu kekhawatiran soal masa depan koalisi pemerintah Merkel CDU-CSU serta Partai Sosial Demokratik (SPD). Jika Seehofer benar-benar mundur, CSU bisa menawarkan mendagri baru agar tetap berada di dalam koalisi Partai CDU-nya Merkel. Namun jika tidak, kemitraan kedua partai yang telah berlang­sung selama beberapa dekade akan hancur dan menyebabkan Merkel kehilangan mayoritas di Parlemen. Hal ini akan menyeret Jerman pada krisis politik.

Agar dapat bertahan, Merkel bisa mengupayakan pemerin­tahan minoritas, mencari mitra koalisi baru dengan menggan­deng pro-lingkungan Partai Hijau, atau pro-bisnis Demokrat Bebas, atau mengatur mosi tidak percaya di Parlemen untuk memicu pemilihan umum baru.

Meski demikian, hingga seka­rang, CDU tidak memberi alternatif solusi lain bagi CSU soal imigran.

Sekretaris Jenderal CDU, Annegret Kramp-Karrenbauer menyatakan para pemimpin par­tai 'bersatu' mendukung 'solusi yang efektif dan manusiawi ber­sama mitra Eropa kami', terkait masalah imigran.

Seehofer dan partainya CSU menuntut agar pengungsi yang su­dah terdaftar di negara Uni Eropa lain yang ingin masuk ke Jerman ditolak di perbatasan. Tuntutan itu ditolak Merkel dengan alasan, Jerman tidak bisa menentukan kebijakan sendiri tanpa kesepak­atan dengan negara-negara Uni Eropa lain. ***

Komentar Pembaca
#KataRakyat: Ulama Berpolitik, Emangnya Ngaruh?
Eks Politikus Gerindra Dukung Jokowi-Ma\'ruf

Eks Politikus Gerindra Dukung Jokowi-Ma\'ruf

, 19 SEPTEMBER 2018 , 17:00:00

Ratusan Mahasiswa Bergerak Ke Istana Tuntut Presiden Jokowi Turun Tahta
Peluncuran Tagar #2019TetapPancasila

Peluncuran Tagar #2019TetapPancasila

, 13 SEPTEMBER 2018 , 16:15:00

HMI Demo Jokowi

HMI Demo Jokowi

, 14 SEPTEMBER 2018 , 03:12:00