Hanura

Dubes Djauhari: Be Creative, Be Innovative, and Be Indonesian

 RABU, 04 JULI 2018 , 18:51:00 WIB

Dubes Djauhari: <i>Be Creative, Be Innovative, and Be Indonesian</i>
RMOL. Be Creative, Be Innovative, and Be Indonesian. Kalimat motivasi itu disampaikan Dubes Djauhari Oratmangun pada saat menerima audiensi 13 mahasiswa Universitas Mercu Buana yang telah menyelesaikan studi program S1 dan S2 mereka di Beijing Institute of Technology (BIT).
"Setelah tahun 2030, Indonesia diprediksi akan menjadi salah satu kekuatan ekonomi di dunia.

"Kalian, para generasi muda, yang akan menjadi pengggerak utama perekonomian Indonesia yang kuat di masa depan. Karena itu, kalian harus terus mengembangkan kreativitas dalam berkarya sebagai suatu bentuk kontribusi bagi pembangunan Indonesia yang semakin bersatu dan semakin kuat apalagi di bidang sumber daya yang terkait dengan ekonomi masa depan," pesan Dubes Djauhari.

Dubes Djauhari menyampaikan bahwa para mahasiswa tersebut beruntung telah mendapatkan kesempatan memperluas pengetahuan di negara yang memiliki teknologi yang maju dan berkembang pesat. Tiongkok tidak lagi hanya bergantung pada sumber daya alam, namun sudah mampu mengelola industri inovatif sehingga memiliki nilai tambah ekonomi yang signifikan.

Mereka juga mampu membangun industri berbasis teknologi yang kuat.

Kunci sukses Tiongkok dalam membangun negaranya menjadi modern adalah pembangunan manusianya yang cinta akan negaranya dan kemudian dengan cara inovatif membangun negaranya. Rasa nasionalisme, cinta negara yang ditanamkan pada setiap warga negara Tiongkok telah membawa negara ini menjadi salah satu perekonomian terkuat di dunia. Hal ini yang perlu ditiru apalagi generasi muda lulusan Tiongkok.

Para mahasiswa diminta juga untuk terus memperdalam bahasa Mandarin yang telah mereka dapatkan selama belajar di Tiongkok. Pengetahuan mengenai bahasa Mandarin dan budaya Tiongkok akan menjadi nilai tambah bagi para mahasiswa untuk terjun ke dunia kerja. Saat ini, Indonesia memiliki hubungan bilateral yang baik dengan Tiongkok.

Salah satu mitra strategis Indonesia di kawasan itu merupakan investor terbesar ketiga di Indonesia dengan nilai investasi sebesar 3,361 juta dollar AS. Apabila digabungkan dengan nilai investasi Hong Kong di Indonesia yang sebesar 2,116 juta dollar AS, maka total nilai investasi Tiongkok di Indonesia berada di urutan kedua setelah Singapura.

Selain itu, perusahaan besar di bidang teknologi dan komunikasi seperti Huawei dan perusahaan ecommerce antara lain seperti Alibaba juga telah melakukan investasi di Indonesia. Dengan pengetahuan, pengalaman dan keterampilan yang didapat selama belajar di Beijing, para mahasiswa tentunya memiliki peluang besar untuk mengisi berbagai posisi di perusahaan Tiongkok yang ada di Indonesia. Mereka juga memiliki peluang besar untuk menciptakan lapangan kerja baru dengan kemampuan mereka di bidang informasi dan teknologi.

Di akhir pertemuan, Dubes Djauhari kembali mendorong para mahasiswa yang baru saja menyelesaikan pendidikan itu untuk terus berinovasi dan terus mengembangkan diri untuk mencapai cita-cita.

Tiga belas mahasiswa Indonesia dari Universitas Mercu Buana tersebut telah selesai mengikuti double degree program 2+2 dengan BIT. Dua di antaranya menyelesaikan program pasca sarjana di bidang mechanical engineering dan industrial design. Sebagian besar mahasiswa tersebut mengambil jurusan computer science dan industrial design serta software engineering. [dem]

Komentar Pembaca
#KataRakyat: Ulama Berpolitik, Emangnya Ngaruh?
Eks Politikus Gerindra Dukung Jokowi-Ma\'ruf

Eks Politikus Gerindra Dukung Jokowi-Ma\'ruf

, 19 SEPTEMBER 2018 , 17:00:00

Ratusan Mahasiswa Bergerak Ke Istana Tuntut Presiden Jokowi Turun Tahta
Peluncuran Tagar #2019TetapPancasila

Peluncuran Tagar #2019TetapPancasila

, 13 SEPTEMBER 2018 , 16:15:00

HMI Demo Jokowi

HMI Demo Jokowi

, 14 SEPTEMBER 2018 , 03:12:00