Hanura

Yenny Wahid Kenalkan Pemikiran Gus Dur Di Simposium Internasional

 KAMIS, 05 JULI 2018 , 14:51:00 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Yenny Wahid Kenalkan Pemikiran Gus Dur Di Simposium Internasional

Foto/Net

RMOL. Direktur Wahid Foundation Zannuba Arifah Chafsoh atau Yenny Wahid menyampaikan pemikiran Gus Dur di simposium internasional bertajuk 'Shared Values and Democracy in Asia' di Tokyo, Jepang, Kamis (5/7).
Salah satu pemikiran Gus Dur itu kata Yenny, dituangkam dalam bentuk lembaga  nonprofit yakni Wahid Foundation yang didirikan untuk memajukan visi kemanusiaan dari Gus Dur, dalam mengembangkan gagasan toleransi dan kebhinnekaan di masyarakat Indonesia.

“Wahid Foundation didirikan karena kami percaya demokrasi harus melindungi keragaman. Tidak ada contoh yang lebih besar dalam hal perlindungan keanekaragaman ada di negara lain di luar Indonesia, yang merupakan rumah bagi lebih dari 300 kelompok etnis. Itulah substansi pemikiran Gus Dur,” ujar Yenny dalam keterangan persnya, Kamis (5/7).

Forum yang digelar Japan Foundation Asia Center (JFAC) ini dihadiri oleh Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe. Forum ini merupakan kegiatan tahunan sejak 2015, yang mempertemukan kalangan intelektual dan peneliti dari berbagai negara di Asia.

Yenny menuturkan, dirinya diundang untuk ikut memberikan sumbangan pemikiran yang berkaitan dengan topik seputar nilai-nilai kesamaan dan demokrasi, yang dianggap sangat relevan sekaligus kritikal di dunia saat ini.

”JFAC menyelenggarakan simposium ini untuk melakukan dialog yang bertujuan mencapai pemahaman budaya bersama dan membangun landasan yang kuat untuk mengimplementasikan nilai-nilai persamaan dan demokrasi di Asia pada masa depan,” tuturnya.

Yenny menambahkan, dalam penyelenggaraan tahun ini, JFAC mengundang sejumlah pemimpin politik, pemimpin agama, dan peneliti dari negara-negara Asia.

“Mereka diundang untuk mendiskusikan nilai-nilai persamaan dan demokrasi dalam perspektif orang Asia, juga bagaimana negara-negara di Asia selama ini berevolusi untuk menjadi negara demokrasi modern,” tambahnya.

Selain Yenny Wahid dari Indonesia, pembicara lain berasal dari India, Jepang, Filipina, Korea, Cina, Thailand, Malaysia dan beberapa negara Asia lainnya.

“Dalam simposium ini akan ada sesi khusus yang membahas pencapaian dan tantangan terkait aktivitas pertukaran budaya antara Jepang dan Asia menuju kolaborasi masa depan,” pungkas Yenny. [fiq]

Komentar Pembaca
#KataRakyat: Ulama Berpolitik, Emangnya Ngaruh?
Eks Politikus Gerindra Dukung Jokowi-Ma\'ruf

Eks Politikus Gerindra Dukung Jokowi-Ma\'ruf

, 19 SEPTEMBER 2018 , 17:00:00

Ratusan Mahasiswa Bergerak Ke Istana Tuntut Presiden Jokowi Turun Tahta
Peluncuran Tagar #2019TetapPancasila

Peluncuran Tagar #2019TetapPancasila

, 13 SEPTEMBER 2018 , 16:15:00

HMI Demo Jokowi

HMI Demo Jokowi

, 14 SEPTEMBER 2018 , 03:12:00