Hanura

Myeongdong Pusat Wisata Dan Ziarah Rohani Umat Katolik

 SELASA, 17 JULI 2018 , 04:06:00 WIB | LAPORAN: DAR EDI YOGA

Myeongdong Pusat Wisata Dan Ziarah Rohani Umat Katolik

Foto:RMOL

RMOL. Salah satu tempat wisata belanja di Kota Seoul, Korea Selatan yang paling sering dikunjungi adalah pusat perbelanjaan Myeongdong.
Rasanya belum lengkap bila ke Kota Seoul belum menginjakkan kaki di area perbelanjaan yang cukup luas dan ramai tersebut.

Di Myeongdong terdapat ratusan toko yang menjual berbagai macam produk, mulai dari pakaian, kosmetik, hingga restoran khas Korea.

Diantara berbagai toko itu, bila sore hari para pedagang kaki lima ramai bermunculan menjajakan berbagai macam kebutuhan, seperti pernak pernik, pakaian, topi, tas, sepatu hingga jajanan khas korea yang beraneka ragam.

Di salah satu sudut jalan, tampak sebuah bangunan besar dengan tembok kokoh tinggi dan dijaga puluhan polisi Korea di luar tembok yang ramai dilalui wisatawan. Bangunan apakah itu? Ternyata adalah Kedutaan Besar Tiongkok. Entah kenapa harus dijaga super ketat seperti kedutaan Amerika.

Selain Kedutaan Besar Tiongkok, ada juga satu bangunan yang istimewa dan sering dikunjungi wisatawan untuk sekedar melakukan ziarah rohani, yaitu Gereja Katedral Myeongdong yang merupakan gereja pertama kali di Kota Seoul Korea Selatan. Katedral ini didirikan oleh Pastor asal Prancis, Eugene Coste pada masa pemerintahan Konfusius Dinasti Joseon.

Tanah dari Gereja Katedral ini dibeli pada tahun 1883 dan Kaisar Gojong mengadakan upacara peletakan batu pertama pada tahun 1892. Pembukaan katedral ini ditunda sampai bulan Mei 1898 karena terjadinya Perang Pertama Sino-Jepang serta karena kematian dari ayah Coste.

Nama awalnya adalah Katedral Jonghyeon namun diganti pada tahun 1945 untuk memperingati kemerdekaan Korea dari Jepang menjadi Katedral Myeongdong. Katedral Myeong-dong adalah Gereja Keuskupan Agung Seoul dan juga tempat kelahiran bagi komunitas Gereja Katolik Roma di Korea.

Kendati Myeongdong sangat ramai lalu-lalang wisatawan baik lokal maupun manca negara, namun cukup aman dari tangan para pencopet. Hal ini bisa terlihat dari hampir nihilnya laporan kehilangan akibat aksi copet yang biasa dijumpai ditengah keramaian. Keamanan di lokasi ini dipantau melalui berbagai kamera CCTV yang terdapat di semua jalanan Myeongdong. [rus]

Komentar Pembaca
Indonesia Harus Belajar Dari Anjloknya Lira Turki
Dikecewakan Prabowo, GNPF Ancam Golput

Dikecewakan Prabowo, GNPF Ancam Golput

, 14 AGUSTUS 2018 , 15:00:00

Surat Keterangan PN Sleman Buat Mahfud MD

Surat Keterangan PN Sleman Buat Mahfud MD

, 09 AGUSTUS 2018 , 17:24:00

Hapus Ambang Batas Nyapres

Hapus Ambang Batas Nyapres

, 08 AGUSTUS 2018 , 14:37:00

Tegang Saat Prabowo Masuk

Tegang Saat Prabowo Masuk

, 10 AGUSTUS 2018 , 16:40:00