Hanura

Najib Digarap KPK Lagi

 RABU, 08 AGUSTUS 2018 , 08:41:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Najib Digarap KPK Lagi

Najib Razak/Net

RMOL. Najib Razak kembali diperiksa KPK Malaysia, MACC, kemarin. Sempat dikabarkan akan ditahan, eks Perdana Menteri Negeri Jiran itu malah melenggang. Tetapi hari ini dia akan kembali menjalani sidang kasus korupsi dana 1MDB. Dakwaan terhadap Najib bakal ditambah.

KPK Malaysia meminta Najib datang ke kantor mereka di Jalan Duta, kemarin sore, pukul 5 waktu setempat. Sebuah laporan di situs Star Daily mengatakan, Najib akan dibebaskan usai KPK Malaysia merekam pernyataannya atau istilah Indonesianya di-BAP.

Sementara sumber lain mengatakan kepada Malay Mail, Najib mungkin akan ditahan selama semalam di sana. Selanjutnya, hari ini Najib akan dibawa ke Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur untuk diadili atas dakwaan baru, sekitar pukul 9.

Najib akan dijerat Undang-Undang Antipencucian Uang dan Undang-Undang Tahun 2001 soal Pendanaan Antiterorisme dan Hasil Aktivitas Tidak Sah (AMLATFPUAA). "Dia mungkin ditahan ketika dia memberikan keterangannya pada otoritas terkait nanti," sebut sumber yang dikutip Malay Mail.

Ditambahkan oleh sumber itu kemungkinan Najib ditangkap dan didakwa lagi untuk pelanggaran pidana lainnya cukup tinggi, karena dia akan ditanyai sebagai tersangka oleh penyidik antikorupsi. "Sebelum dia didakwa, Najib memberikan keterangan sebagai saksi. Selanjutnya, MACC akan mencatat 'caution statement' darinya sebagai seorang tersangka sebelum membawa Najib ke pengadilan besok pagi. Dalam kasus serupa di bawah MACC, siapapun akan ditangkap," kata sumber itu.

Sebelumnya, dalam sidang 4 Juli lalu, Najib sudah didakwa dengan tiga tuduhan pelanggaran kepercayaan dan satu tuduhan gratifikasi. Najib membantah bersalah atas semua tuduhan itu. Kasus itu terkait dengan aliran dana sebesar 42 juta ringgit dari SRC International, anak usaha 1MDB, ke rekening pribadinya.

Dikonfirmasi soal ini, baik juru bicara MACC maupun Najib tidak menanggapi. Namun, Najib tidak ditahan. Diperiksa tak sampai satu jam, sekitar pukul 17.47 waktu setempat, mobil yang membawa Najib bergerak keluar. Ada dua mobil lain yang tampak mengawal mobil yang ditumpangi Najib. Najib tidak memberikan keterangan apa-apa.

Dituturkan sumber MACC yang sama yang sebelumnya menyebut Najib akan ditahan, bahwa Najib diperbolehkan pulang ke rumahnya usai dimintai keterangan sebagai tersangka. Tidak dijelaskan lebih lanjut alasan Najib diperbolehkan pulang.

Setelah pemeriksaan Najib, MACC membenarkan Najib akan dikenai dakwaan pencucian uang dalam sidang pemeriksaan awal pada Rabu ini. "Dakwaan ini terkait kasus SRC International case," sebut MACC dalam pernyataan pers.

Najib sebelumnya sempat ditangkap dan didakwa oleh kedaulatan hukum Malaysia bulan lalu. Dia menghadapi tuduhan penyalahgunaan kekuasaan dan pelanggaran dana terkait dugaan transfer dana 10,31 juta dolar AS atau 42 juta ringgit ke rekening pribadinya dengan akun dari SRC Internasional, mantan unit dana negara 1MDB.

1MDB diselidiki setidaknya enam negara di antaranya Amerika Serikat, Swiss dan Singapura terkait dugaan suap dan pencucian uang. Departemen Kehakiman AS menyebut dana yang diselewengkan dari 1MDB oleh sejumlah pejabat senior perusahaan itu dan mitra mereka mencapai 4,5 miliar dolar AS atau lebih kurang Rp 64,9 triliun.

Awalnya, Najib membantah keterlibatan dalam kasus 1MDB dan berhasil dibebaskan setelah mengajukan jaminan sebesar satu juta ringgit. ***


Komentar Pembaca
Penyandang Tunanetra Sakit Hati Dengan Omongan Ma'ruf
Pemprov DKI Segera Cairkan Bonus Atlet Asian Games
Demo Tuntut Minta Maaf

Demo Tuntut Minta Maaf

, 12 NOVEMBER 2018 , 17:20:00

Skybridge Solusi Kesemrawutan

Skybridge Solusi Kesemrawutan

, 11 NOVEMBER 2018 , 05:13:00

Cawapres Penghina Tunanetra

Cawapres Penghina Tunanetra

, 14 NOVEMBER 2018 , 11:49:00

Pembunuhan Satu Keluarga Di Bekasi, Advokat Muda Batak Surati Kapolri
Hanya Sapa Sandiaga Uno, Kades Ini Berurusan Dengan Polisi
Ketika Beijing Berubah Menjadi Begging

Ketika Beijing Berubah Menjadi Begging

Dahlan Iskan16 November 2018 05:00

Jokowi Bisa Dimakzulkan Karena Ucapan Ketum PSI
Ibas Persilakan Kader Demokrat Dukung Jokowi, Relawan: <i>Alhamdulillah</i>
Pengamat Asing: Jokowi Berubah Menjadi Otoriter

Pengamat Asing: Jokowi Berubah Menjadi Otoriter

Hersu Corner12 November 2018 18:33

Survei Soal Peran Ulama Di Pilpres Berpotensi Memecah Belah Umat
Hari Ini PPP Tentukan Dukungan Capres

Hari Ini PPP Tentukan Dukungan Capres

Politik16 November 2018 05:20

Ketika Beijing Berubah Menjadi Begging

Ketika Beijing Berubah Menjadi Begging

Dahlan Iskan16 November 2018 05:00

BMKG Imbau Waspadai Bencana Alam Selama Musim Hujan
Bawaslu Beri Pelatihan Saksi Di TPS

Bawaslu Beri Pelatihan Saksi Di TPS

Nusantara16 November 2018 04:16