Hanura

Saudi Vs Kanada Tegangan Tinggi

Setelah Usir Dubes, Penerbangan Langsung Ditangguhkan

 RABU, 08 AGUSTUS 2018 , 08:46:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Saudi Vs Kanada Tegangan Tinggi

Foto/Net

RMOL. Hubungan Saudi sedang tegangan tinggi dengan Kanada. Tak hanya menghentikan program pertukaran pelajar, Saudi juga menangguhkan penerbangan langsung dari dan menuju Toronto, Kanada. Dilansir The Guardian, perusahaan penerbangan Saudi, Saudia, menangguhkan penerbangan per 13 Agustus.

Saudi geram Kanada ikut cam­pur dengan urusan dalam nega­ranya. Langkah itu merupakan teguran keras terhadap Kanada setelah menyatakan keprihati­nan atas penangkapan aktivis di Arab Saudi, termasuk pegiat hak perempuan terkemuka Samar Badawi. Kanada mendesak agar para tahanan dibebaskan.

Menanggapi itu, Saudi telah mengusir Dubes Kanada Denis Horak. Tak hanya itu, Saudi juga menghentikan program pertukaran pelajar dengan Kanada dan akan memindahkan para siswa penerima beasiswa Saudi ke negara lain.

Sementara itu, Amerika Serikat (AS) meminta informasi soal penahanan aktivis tersebut dan mendesak Pemerintah Saudi menghormati proses hukum. Ini merupakan komentar pertama ASsejak perselisihan antara kedua sekutu itu mencuat.

"Kami meminta Pemerintah Arab Saudi untuk memberi informasi tambahan tentang penahanan beberapa aktivis," demikian pernyataan Kemente­rian Luar Negeri AS.

"Kami terus mendorong Pe­merintah Arab Saudi menghor­mati proses hukum dan mem­publikasikan informasi tentang status kasus hukum."

Menteri Luar Negeri Kanada Chrystia Freeland prihatin dengan pengusiran dubesnya. Dia menegaskan sikap itu tak akan mempengaruhi posisi Kanada dalam membela HAM. Dia juga menyayangkan langkah pemutu­san program pertukaran pelajar.

"Ini akan memalukan bagi para siswa jika mereka kehilan­gan kesempatan untuk belajar di sini," kata Freeland.

Saudi mengusir Dubes Kanada Denis Horak dan memang­gil diplomatnya dari negara tersebut untuk berkonsultasi. Saudi juga membekukan kerja sama perdagangan dan investasi terbaru dengan Kanada. Dua negara Teluk yakni Bahrain dan Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan mendukung Saudi. ***

Komentar Pembaca
Penyandang Tunanetra Sakit Hati Dengan Omongan Ma'ruf
Pemprov DKI Segera Cairkan Bonus Atlet Asian Games
Demo Tuntut Minta Maaf

Demo Tuntut Minta Maaf

, 12 NOVEMBER 2018 , 17:20:00

Skybridge Solusi Kesemrawutan

Skybridge Solusi Kesemrawutan

, 11 NOVEMBER 2018 , 05:13:00

Cawapres Penghina Tunanetra

Cawapres Penghina Tunanetra

, 14 NOVEMBER 2018 , 11:49:00

Pembunuhan Satu Keluarga Di Bekasi, Advokat Muda Batak Surati Kapolri
Hanya Sapa Sandiaga Uno, Kades Ini Berurusan Dengan Polisi
Ketika Beijing Berubah Menjadi Begging

Ketika Beijing Berubah Menjadi Begging

Dahlan Iskan16 November 2018 05:00

Jokowi Bisa Dimakzulkan Karena Ucapan Ketum PSI
Ibas Persilakan Kader Demokrat Dukung Jokowi, Relawan: <i>Alhamdulillah</i>
Pengamat Asing: Jokowi Berubah Menjadi Otoriter

Pengamat Asing: Jokowi Berubah Menjadi Otoriter

Hersu Corner12 November 2018 18:33

Survei Soal Peran Ulama Di Pilpres Berpotensi Memecah Belah Umat
Hari Ini PPP Tentukan Dukungan Capres

Hari Ini PPP Tentukan Dukungan Capres

Politik16 November 2018 05:20

Ketika Beijing Berubah Menjadi Begging

Ketika Beijing Berubah Menjadi Begging

Dahlan Iskan16 November 2018 05:00

BMKG Imbau Waspadai Bencana Alam Selama Musim Hujan
Bawaslu Beri Pelatihan Saksi Di TPS

Bawaslu Beri Pelatihan Saksi Di TPS

Nusantara16 November 2018 04:16