Hanura

Gitar Batik Indonesia Perkaya Koleksi Museum Oriental Di Rusia

 JUM'AT, 10 AGUSTUS 2018 , 09:47:00 WIB | LAPORAN: WIDYA VICTORIA

Gitar Batik Indonesia Perkaya Koleksi Museum Oriental Di Rusia

Foto: KBRI Rusia

RMOL. Sebuah gitar elektrik bermotif batik Katedral St. Basil dari GnB Guitars dan sebuah gitar akustik kecil (guitalele) batik dari Batiksoul Guitars resmi disumbangkan kepada State Museum of Oriental Art di Moskow, Rusia.

Kedua alat musik ini akan melengkapi koleksi benda-benda seni dari Indonesia yang telah dimiliki museum tersebut, seperti wayang kulit, keris, ukiran, patung dan beberapa kain batik.

Gitar dan guitalele batik diserahkan langsung oleh pendiri GnB Guitars Haryo Kongko Sasongko dan pendiri Batiksoul Guitars Indonesia Guruh Sabdo Nugroho kepada Direktur Jenderal Museum A.V. Sedov.

Penyerahan disaksikan oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus M. Wahid Supriyadi di State Museum of Oriental Art pada 7 Agustus lalu.

Kongko menceritakan bahwa gitar batik dengan desain berbeda juga telah mengisi Museum White House dan diterima langsung oleh Presiden Obama tahun 2014.

Khusus inspirasi batik bermotif Katedral St. Basil diperoleh pria asal Yogyakarta ini pada Januari 2016 ketika berkunjung ke Museum Beatles Story di Liverpool dan melihat salah satu merchandise lagu “Back to the USSR”. Sejak proses batik motif St. Basil pada gitar selesai, ia telah berangan-angan untuk menyerahkan gitar tersebut ke Rusia.

Sementara Guruh yang setidaknya sudah dua kali berkunjung ke Rusia dan belum menemukan instrument guitalele di negara itu tergelitik untuk menyumbangkan guitalele karya desainnya ke museum di Rusia. Guitalele yang diserahkan juga bukanlah guitalele biasa, namun yang pertama kali dibuat menggunakan kayu mahogany dan batik pewarna alam asli Indonesia.

Kongko dan Guruh mengapresiasi bantuan KBRI Moskow yang telah menjembatani perjalanan kedua gitar sampai ke Museum Oriental di Rusia. Pihak Museum menyampaikan bahwa selama ini pihaknya telah menjalin kerja sama yang baik dengan KBRI Moskow.

Beberapa hari sebelumnya, Museum yang mengoleksi benda-benda seni dari Asia, termasuk Indonesia ini juga telah menerima sumbangan Batik Tulis motif Sekar Ukel dari Bupati Pekalongan.

Selain penyerahan gitar, pengusaha Yuam Roasted Coffee asal Kebumen Yuri Dulloh turut memperkenalkan kopi pesisir yang dirintisnya. Calon penerima Kalpataru tingkat Provinsi Jawa Tengah yang akan diundang ke Istana Presiden RI ini juga menyertakan gelas khusus dari bambu yang dapat menambah cita rasa unik kopi. Gelas tersebut juga dapat menjadi koleksi Museum Seni Oriental dan berharap masyarakat Rusia dapat mengetahui kopi Indonesia, seperti kopi Kebumen.

Dubes Wahid menyambut baik kehadiran kedua instrumen musik yang akan memperkaya koleksi asal Indonesia di museum ini.

Bertambahnya benda seni asal Indonesia diharapkan mampu merepresentasikan keragaman karya seni nusantara, tidak hanya berupa benda seni klasik namun juga modern yang tetap menjunjung nilai-nilai tradisional Indonesia.

Dubes Wahid juga menyampaikan kesiapan KBRI Moskow untuk mendukung apabila pihak museum akan menyelenggarakan pameran khusus benda-benda seni Indonesia.

Museum Seni Oriental adalah salah satu museum di Rusia yang mengoleksi, melestarikan, meneliti, memamerkan dan mempromosikan karya-karya seni Asia. Di Museum tersebut terdapat galeri Indonesia yang salah satu koleksi tertuanya adalah keris Jawa tahun 1935.

Koleksi wayang kulit merupakan pemberian dari Kliment Voroshilov setelah berkunjung ke Indonesia pada bulan Mei tahun 1957. Pada 22 April hingga 24 Mei 2010 saat peringatan 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Rusia, di Museum tersebut diselenggarakan pameran sekitar 100 lukisan tentang Indonesia karya seniman Rusia Vladimir Anisimov.

GnB Guitars, Batiksoul Guitars dan Yuam Roasted Coffee merupakan tiga di antara ratusan UKM peserta Festival Indonesia di Moskow yang diselenggarakan oleh KBRI Moskow pada 3-5 Agustus 2018 lalu. Penyerahan karya seni Indonesia kepada Museum Oriental Moskow dilakukan setelah mengikuti Festival.

Festival di taman Krasnaya Presnya seluas 16,5 hektar yang memamerkan keunikan produk dan seni Indonesia, termasuk gitar batik berhasil menarik perhatian lebih dari 135 ribu pengunjung warga Moskow dan sekitarnya. [wid]


Komentar Pembaca
Penyandang Tunanetra Sakit Hati Dengan Omongan Ma'ruf
Pemprov DKI Segera Cairkan Bonus Atlet Asian Games
Demo Tuntut Minta Maaf

Demo Tuntut Minta Maaf

, 12 NOVEMBER 2018 , 17:20:00

Skybridge Solusi Kesemrawutan

Skybridge Solusi Kesemrawutan

, 11 NOVEMBER 2018 , 05:13:00

Cawapres Penghina Tunanetra

Cawapres Penghina Tunanetra

, 14 NOVEMBER 2018 , 11:49:00

Pembunuhan Satu Keluarga Di Bekasi, Advokat Muda Batak Surati Kapolri
Hanya Sapa Sandiaga Uno, Kades Ini Berurusan Dengan Polisi
Ketika Beijing Berubah Menjadi Begging

Ketika Beijing Berubah Menjadi Begging

Dahlan Iskan16 November 2018 05:00

Jokowi Bisa Dimakzulkan Karena Ucapan Ketum PSI
Ibas Persilakan Kader Demokrat Dukung Jokowi, Relawan: <i>Alhamdulillah</i>
Pengamat Asing: Jokowi Berubah Menjadi Otoriter

Pengamat Asing: Jokowi Berubah Menjadi Otoriter

Hersu Corner12 November 2018 18:33

Survei Soal Peran Ulama Di Pilpres Berpotensi Memecah Belah Umat
Hari Ini PPP Tentukan Dukungan Capres

Hari Ini PPP Tentukan Dukungan Capres

Politik16 November 2018 05:20

Ketika Beijing Berubah Menjadi Begging

Ketika Beijing Berubah Menjadi Begging

Dahlan Iskan16 November 2018 05:00

BMKG Imbau Waspadai Bencana Alam Selama Musim Hujan
Bawaslu Beri Pelatihan Saksi Di TPS

Bawaslu Beri Pelatihan Saksi Di TPS

Nusantara16 November 2018 04:16