Hanura

Indonesia Dan Rusia Tekankan Toleransi Dan Keharmonisan

 MINGGU, 16 SEPTEMBER 2018 , 23:47:00 WIB | LAPORAN: WAHYU SABDA KUNCAHYO

Indonesia Dan Rusia Tekankan Toleransi Dan Keharmonisan

Dialog lintas agama Indonesia-Rusia/KBRI Moskow

RMOL. Indonesia dan Rusia merupakan dua negara besar yang multi etnik, multi budaya dan multi agama.

Keanekaragaman menjadi kekayaan yang harus dilestarikan sebagai akar kekuatan dan pemersatu bangsa. Peran negara, masyarakat dan media sangat penting dalam menciptakan toleransi untuk kerukunan dan keharmonisan, serta perdamaian dunia, termasuk mengatasi berbagai tantangan global.

Hal itu menjadi bahasan utama dalam dialog lintas agama antara Indonesia dan Rusia di Civic Chamber of the Russian Federation, Moskow yang digelar Jumat lalu (14/9). Dialog yang mengangkat tema 'Forging a Resilient State and Civil Society Towards Religious Harmony dihadiri para pejabat pemerintah, tokoh agama dan masyarakat, akademisi, perwakilan media, serta pemerhati kehidupan sosial masyarakat kedua negara.

Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri Cecep Herawan selaku ketua Delegasi RI menyampaikan bahwa dialog digelar sebagai salah satu langkah untuk meningkatkan saling pengertian dan toleransi. Dialog dapat turut mengatasi tantangan kehidupan sehari-hari di masyarakat, seperti ekonomi, pembangunan perdamaian, dan lingkungan hidup.

"Indonesia telah mengambil inisiatif dalam mempromosikan dialog lintas agama dan media dalam diplomasi," katanya.

Duta Besar RI untuk Rusia dan Belarus M Wahid Supriyadi turut mendampingi delegasi. Delegasi Indonesia terdiri dari Staf Khusus Presiden Bidang Keagamaan Internasional Siti Ruhaini Dzuhayatin, Staf Khusus Wapres Bidang Reformasi Birokrasi Azyumardi Azra, Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Majelis Agama Buddha Indonesia Philip K Widjaja, Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Pdt. Gomar Gultom, dan Pemimpin Redaksi IDN Times Zulfiani Lubis.

Ketua Delegasi Rusia yang juga Ambassador at Large (Dubes Keliling) Kementerian Luar Negeri Federasi Rusia dan Utusan Khusus Menteri Luar Negeri Federasi Rusia untuk Kerja Sama dengan Aliansi Peradaban Konstantin Shuvalov mengapresiasi peran Indonesia dalam menyebarluaskan pesan damai melalui dialog lintas agama, seperti dalam kerangka kerja sama bilateral dengan Rusia.

"Forum dialog lintas agama yang dipromosikan Indonesia merupakan wadah bagi negara untuk saling belajar dalam menumbuhkan toleransi dan mewujudkan kerukunan masyarakat majemuk," jelasnya.

Kedua pihak membahas berbagai hal, mulai dari tren terkini dan tantangan mengelola kemajemukan, berbagi pengalaman dalam promosi toleransi dan harmoni, pendekatan lunak dalam mengatasi terorisme, radikalisme dan kekerasan ekstrimisme. Dibahas pula peran media dalam mempromosikan toleransi di masyarakat yang multi budaya.

Kedua pihak sepakat melanjutkan dialog untuk lebih membangun pemahaman di masyarakat dan kerja sama pendidikan. Juga menilai pentingnya dialog dan interaksi terbuka antar generasi muda, seperti keterlibatan dalam kegiatan interfaith camp.

Dalam keterangannya, Minggu (16/9), Dubes Wahid mengemukakan bahwa penyelenggaraan dialog lintas agama dan media Indonesia-Rusia ini dapat lebih mendekatkan hubungan kedua negara yang saat ini berkembang dinamis dan menuju pada kemitraan strategis. [wah]    


Komentar Pembaca
BENANG MERAH (EPS.162): Pilpres Atau Adu Jangkrik?
Grace Natalie Dilaporkan Ke Bareskrim Polri

Grace Natalie Dilaporkan Ke Bareskrim Polri

, 16 NOVEMBER 2018 , 15:00:00

Kompetisi Peradilan Semu Anti Korupsi

Kompetisi Peradilan Semu Anti Korupsi

, 16 NOVEMBER 2018 , 14:17:00

Cawapres Penghina Tunanetra

Cawapres Penghina Tunanetra

, 14 NOVEMBER 2018 , 11:49:00

Prabowo Subianto Kunjungi Anwar Ibrahim

Prabowo Subianto Kunjungi Anwar Ibrahim

, 15 NOVEMBER 2018 , 10:58:00