200 WNI Berkumpul Rayakan Milad Masjid Al Ikhlas Di Uijeongbu

Selasa, 08 Januari 2019, 06:16 WIB | Laporan: Aprilia Rahapit

Foto: KBRI Seoul

RMOL. Siang itu (Minggu, 6/1) di salah satu sudut kota Uijeongbu, sekitar 40 Km dari Kota Seoul, lebih dari 200 WNI  berkumpul, bersilaturahmi, dan menyelenggarakan milad atau ulang tahun ke 8 masjid Al Ikhlas.

Acara diawali pertunjukan Hadrah dengan lagu-lagu Islami yang dibawakan oleh para santri masjid, dan dihadiri pengurus pekerja migran wilayah Uijeongbu. Juga ada aparat kepolisian di mana mereka mendukung segala aktivitas positif masyarakat Indonesia dan memberikan jaminan perlindungan. Hadir pula ustadz H. Syaikhoni Jazuli Al Hafidz yang merupakan  Imam masjid Korean Muslim Federation (KMF) Busan.

Mewakili Duta Besar RI, Plt. Koordinator Fungsi Pensosbud KBRI Seoul Purno Widodo menyampaikan, pentingnya menjaga persatuan dan  toleransi serta saling menghormati sesamaWNI di Korsel juga dengan masyarakat setempat, khususnya waktu Pemilu 2019 yang sudah tidak lama lagi.

"Saya harapkan semua masyatakat Indonesia di Korsel menggunakan hak pilihnya dan menghormati  segala perbedaan pilihan dan pandangan serta menghindarkan segala bentuk perselisihan. Karena hal tersebut juga merupakan cerminan nilai ke- Indonesiaan yang santun dan damai, sejalan dengan perinsip Islam yang "rahmatan lil' alamin", tutur Purno melalui keterangan tertulis yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (8/1).

KBRI Seoul terus mendorong kepada WNI yang berada di Korea Selatan untuk tetap melakukan kegiatan positif, salah satunya dengan aktif dalam kegiatan keagamaan.

Ajaran Islam yang perkenalkan masyarakat Indonesia di Korsel merupakan ajaran Islam yang ramah dan damai. Sehingga Pemerintah Korsel tidak resisten terhadap aktivitas Nuslim di negeri K-Pop itu. Hal ini juga dibuktikan dengan mudahnya WNI mendirikan masjid dan mushala di Korsel yang kini mencapai 50 lebih unit.

Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Korsel sendiri mencapai lebih dari 36.000 orang. Pemerintah Korea memberikan keleluasaan bagi PMI  untuk menjalankan keyakinannya selama tidak mengganggu pekerjaan dan ketertiban umum.

Komunitas Muslim Indonesia (KMI) maupun Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) di Korsel yang anggotanya sebagian besar merupakan PMI kerap melakukan pengajian akbar dengan mengundang dai kondang dari Indonesia.

Dalam satu kali pengajian bisa ratusan hingga ribuan WNI datang dari berbagai penjuru Korsel sebagaimana Milad Akbar Komunitas Muslim Indonesia di Korea yang diselenggarakan di Busan sepekan sebelumnya (30/12/2018) yang dihadiri lebih dari 1000 orang.[wid]

Kolom Komentar


Video

Hari Terkelam Bagi Selandia Baru

Jumat, 15 Maret 2019
Video

TKN: Kasus Romi Masalah Pribadi

Jumat, 15 Maret 2019
loading