Dr. H. Oesman Sapta

Kampung Korea, Jurus KBRI Seoul Untuk Purna TKI

 SENIN, 11 FEBRUARI 2019 , 07:32:00 WIB | LAPORAN: APRILIA RAHAPIT

Kampung Korea, Jurus KBRI Seoul Untuk Purna TKI

Foto: Humas KBRI Seoul

RMOL. Bekerja di Korea Selatan bagi sebagian orang memang sangat menggiurkan.

Selain mendapatkan perlindungan hukum dari pemerintah setempat, para TKI atau sekarang biasa disebut Pekerja Migran Indonesia (PMI) tersebut juga pastinya akan mendapatkan jaminan asuransi, tempat tinggal, makan hingga gaji perbulan setara dengan gaji masyarakat setempat yang kisarannya notabene berkali-kali lipat lebih tinggi dari UMR di Indonesia.

Namun dikala kontrak kerja habis, sebagian dari PMI pun mengalami kegalauan. Seribu ketakutan menghantui kepala mereka.

Bagaimana mereka akan meneruskan hidup di Indonesia. Sebanyak-banyaknya tabungan yang bisa mereka sisihkan selama bekerja lambat laun akan habis jua.

Hal ini juga yang menjadi perhatian Kedutaan Besar RI di Korea Selatan.

Berbagai program inovatif menyasar para PMI telah ditelurkan. Mulai dari program pelayanan dan perlindungan maksimal bagi mereka, termasuk juga program kesehatan. Kini, KBRI Seoul melakukan terobosan dengan inovasi Kampung Korea, singkatan dari “Kami Mantab Pulang dari Korea”.

Kemarin (Minggu, 10/2), program Kampung Korea diresmikan oleh Dubes RI dan dihadiri perwakilan dari Kantor Pelayanan Pengembangan Tenaga Kerja Asing Korea, Pusat Perlindungan Tenaga Kerja Asing Korea, Imigrasi Korea, BRI, BNI, Garuda Indonesia, Persatuan Pelajar Indonesia di Korea dan tak kurang dari 100 peserta program Kampung Korea yang bermukim di Seoul dan sekitarnya.

Kampung Korea merupakan program sinergi pembinaan dan pemberdayaan PMI agar mereka siap kembali ke tanah air. Program ini meliputi program pelatihan terintegrasi, diadakan di berbagai kantong-kantong PMI di Korsel dan berlanjut hingga mereka sampai ke kampung halaman masing-masing.

Berbagai pelatihan diberikan. Mulai dari manajemen keuangan, pelatihan kewirausahaan seperti bisnis kafe, kuliner, ternak, hingga pelatihan membuat Video Blogging.

Tidak tanggung-tanggung, dalam pelaksanaannya KBRI Seoul menggandeng ahli-ahli keuangan, investasi dan inkubasi usaha dan pemberdayaan masyarakat baik yang berasal dari Indonesia maupun Korea.

"Saya berharap kegiatan pemberdayaan Kampung Korea ini dapat membangun motivasi dan inspirasi serta bekal kecakapan yang memadai untuk  hidup di Indonesia yang nantinya dapat ditularkan ke orang lain," ujar Duta Besar RI untuk Korea Selatan, Umar Hadi saat meresmikan Kampung Korea, sebagaimana siaran pers yang diterima redaksi, pagi ini (Senin, 11/2).

"Saya juga bercita-cita kiranya semua PMI bisa jadi teladan, dengan menjadi lokomotif penggerak ekonomi sekaligus menjadi agen perubahan di kampung halaman yang mampu mendekatkan hubungan Korea Selatan dengan Indonesia," imbuhnya.

Dubes enerjik mantan Konjen RI di LA ini juga menggarisbawahi bahwa pihaknya tengah menggalang kerja sama dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan berbagai organisasi sosial agar dapat membantu mewujudkan Kampung Korea di daerah masing-masing.

"Ke depannya, saya berharap setiap daerah asal PMI ex Korea Selatan akan didirikan Kampung Korea dalam arti sebenarnya. Kampung yang nyaman dan modern, di mana terdapat Balai Latihan Kerja (BLK) untuk generasi selanjutnya agar siap ke Korea, ada rumah yang memadai, dan tempat usaha yang menghasilkan pendapatan yang memadai," pinta Dubes Umar.

Program yang baru pertama kali dilakukan sejak KBRI Seoul dibuka ini mendapatkan sambutan positif dari para PMI dan alumni PMI Korea yang sudah kembali ke Indonesia.

Winarno, eks PMI Korea pemilik usaha Mbok Biyem Yogyakarta,  misalnya, rela meluangkan waktu untuk memberikan sambutan dan memberikan materi belajar.

"Pekerjaan di Korea adalah bagian perjalanan menuju sukses. Namun sukses sebenarnya saya dapatkan di Indonesia,” tegasnya.  

Begitu juga dengan Triana Purba, salah satu pengurus dan penggagas Desa Wisata Nglanggeran, Yogyakarta sangat bangga akan adanya ide pemberdayaan ini dan akan mengisi kelas kelompok belajar Kampung Korea melalui Skype.

Salah seorang peserta Kampung Korea bernama Azis, PMI asal Cirebon, juga tak jauh berbeda.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada KBRI Seoul yg telah menggagas kelompok belajar Kampung Korea. Program ini sangat  bagus untuk meningkatkan kepercayaan diri saya untuk bekerja dengan baik, mengelola uang dan siap pulang ke Indonesia," tuturnya.

Berdasarkan data Kantor Imigrasi Korea pada 31 Des 2018, jumlah Warga Negara Indonesia (WNI) di Korea Selatan adalah 47,366 orang, di mana 34,920 orang di antaranya adalah PMI. Dari jumlah tersebut, PMI yang dikirim pemerintah sebanyak 29.360 orang, dan Anak Buah Kapal yang dikirim swasta sebanyak 5.320 orang. Mereka tersebar di 86 kota di Korea Selatan.[wid]
#JokowiBohongLagi Dan Bukti-buktinya

#JokowiBohongLagi Dan Bukti-buktinya

, 18 FEBRUARI 2019 , 07:00:00

Ani Yudhoyono Dijaga SBY Dan Cucu

Ani Yudhoyono Dijaga SBY Dan Cucu

, 16 FEBRUARI 2019 , 21:00:00