Dubes Mohammadi: Iran Negara Demokratis Beragama

Selasa, 12 Februari 2019, 13:31 WIB | Laporan: Amelia Fitriani

Peringatan 40 tahun Revolusi Islam Iran/Repro

RMOL. 40 tahun berlalu pasca Revolusi Islam bersejarah, Iran kini tumbuh menjadi merupakan negara demokratis, namun tetap berakar pada agama.
 
Begitu kata Dutabesar Iran untuk Indonesia Valiollah Mohammadi, pada peringatan 40 tahun Revolusi Islam Iran yang digelar di Jakarta awal pekan ini.
 
"Republik Islam Iran telah berdiri secara demokratis berdasarkan 98,88 persen suara rakyat yang menginginkan terciptanya religious democracy atau demokrasi agama," kaya Dubes Mohammadi, seperti keterangan yang diterima redaksi (Selasa, 12/2).
 
"Hari ini, setelah 40 tahun berjalan, kami dengan penuh percaya diri mengumumkan bahwa Iran, dengan dukungan penuh dan antusias rakyanya, telah berhasil menjadi negara yang paling stabil di wilayah Timur Tengah yang penuh dengan kemelut dan perpecahan," tambahnya.
 
Lebih lanjut dia menegaskan bahwa Iran merupakann negara yang berdiri di atas prinsip demokrasi.
 
"Secara sosial, Republik Islam Iran dibangun berdasarkan prinsip-prinsip keagamaan yang demokratis dan sepanjang perjalanan selama 40 tahun ini," jelasnya.
 
kami telah menjadi saksi terselenggaranya lebih dari 40 pemilihan umum demokratis yang selama ini menjadi peristiwa langka di wilayah Timur Tengah," tambah Dubes Mohammadi.
 
Dia menjelaskan bahwa dalam perspektif kemajuan sosial, Iran adalah salah satu negara paling demokratis di dunia karena masyarakatnya terdiri dari percampuran berbagai etnis agama, politik dan kepercayaan yang hidup secara harmonis dan bebas dalam menyampaikan pendapat.
 
"Iran, sejak dahulu kala, telah merangkul berbagai penganut kepercayaan seperti Muslim, Kristen baik Katolik atau Protestan, Zoroastrianisme dan Yahudi yang semuanya telah diberikan kesetaraan hak sosial dan benar-benar bebas dalam melaksanakan ritual serta upacara keagamaan mereka," tutupnya. [mel]
Tag:

Kolom Komentar


Video

Real Count KPU Lambat!

Kamis, 18 April 2019
Video

KPU: Stop Katakan Kami Curang

Jumat, 19 April 2019
Video

Demokrat Masih Bersama Prabowo-Sandi

Jumat, 19 April 2019
loading